Cepat, Akurat dan terpercaya

Selasa, 04 November 2025

Pimpin Apel Tanggap Darurat Bencana, Kapolri: Beri Rasa Aman ke Masyarakat

 



Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (5/11/2025). Hal ini merupakan wujud komitmen Polri dalam rangka memastikan keamanan masyarakat.


Sigit mengungkapkan bahwa apel ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia atau Polda jajaran. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan ribu personel Korps Bhayangkara. 


"Apel ini digelar secara serentak di seluruh Indonesia dan diikuti oleh 155.938 personel gabungan, termasuk 2.915 personel di lokasi Mako Korbrimob," kata Sigit usai memimpin apel. 


Sigit menegaskan, apel ini dilaksanakan untuk memberikan pengarahan kepada personel kepolisian dalam menghadapi segala bentuk bencana alam yang terjadi di Indonesia. 


Menurut Sigit, dengan adanya apel ini nantinya personel kepolisian bakal hadir di garis terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat Indonesia dalam rangka tanggap darurat bencana

 

"Polri berkomitmen untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, serta rasa aman bagi masyarakat," ujar Sigit. 


Berdasarkan laporan BMKG, saat ini 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncaknya diperkirakan terjadi dari bulan ini sampai dengam Januari 2026. Selain itu, fenomena La Nina dalam kategori lemah diprediksi juga mulai muncul pada bulan ini dan akan berlangsung hingga bulan Februari 2026.


"Apel ini juga bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral dalam merespon keadaan darurat, serta mempersiapkan personel dan Sarpras guna memitigasi potensi bencana yang dapat terjadi dan meminimalisir kerugian," ucap Sigit. 

 

Dalam hal ini, kata Sigit, Polri menyiagakan berbagai sarana dan prasarana (sarpras) pendukung menghadapi tanggap darurat bencana, di antaranya 125 unit dapur lapangan, 77 unit water treatment, dan 23 unit watergen.


Lebih dalam, menurut Sigit, dalam kesiapan maupun menghadapi bencana, diperlukan kolaborasi atau sinergisitas seluruh stakeholder terkait. Hal itu tentunya untuk kepentingan masyarakat khususnya yang terdampak bencana alam. 


"Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah pusat maupun daerah dalam menghadapi situasi tanggap darurat bencana," tutup Sigit.

Pembelajaran Kolaboratif: Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Tawarkan Solusi Digital untuk UMKM Koi Blitar

 



​BLITAR – Program 'Live In' bagi Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim tak hanya sekadar pelatihan kepolisian konvensional. 


Mengusung konsep pembelajaran berbasis nyata, para siswa kini terjun langsung ke denyut nadi masyarakat, berkolaborasi memecahkan masalah riil yang dihadapi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).


​Pada Selasa (4/11/2025), salah satu kelompok siswa yang melaksanakan 'Live In' di wilayah hukum Polres Blitar Kota, memulai pengalaman mereka di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. 


Fokus mereka tertuju pada UMKM budidaya Ikan Koi, sebuah potensi lokal yang menghadapi tantangan pemasaran signifikan.


​Sebelum terjun ke lokasi, para siswa menerima pembekalan di Mapolres Blitar Kota. 


Mewakili Kapolres Blitar Kota, AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., Kabag SDM Kompol Imron, S.Sos., M.M., memberikan arahan yang sarat akan penekanan etika dan kehormatan.


​"Jaga sikap, rasa hormat, dan marwah institusi SPN Polda Jatim serta Polres Blitar Kota. Ini adalah kunci utama saat siswa sekalian berinteraksi langsung dengan masyarakat," tegas Kompol Imron.


​Berbekal arahan tersebut, para siswa menuju lokasi 'Live In'. Salah satu kelompok beruntung dapat tinggal dan berinteraksi secara intensif di kediaman Tunggul Jati Ardiansyah, seorang pelaku UMKM Budidaya Ikan Koi yang juga pemilik Joyokusumo Koi Farm.


​Keseharian mereka diwarnai dengan implementasi kohesi sosial. 


Para siswa tidak sekadar menjadi tamu, namun para siswa menerima edukasi mendalam dari Tunggul Jati Ardiansyah. 


Para siswa dikenalkan berbagai jenis ikan koi, metode penanganan penyakit, hingga seluk-beluk pemeliharaan.


Dalam diskusi yang berkembang, terungkap sebuah permasalahan krusial. 


Tunggul menyampaikan bahwa penjualan ikan koi masih sangat tersegmentasi dan belum mampu menembus pasar yang lebih luas.


"Penjualan masih menyasar pada golongan masyarakat tertentu. Ini tantangan yang belum terpecahkan," ungkapnya.


​Fakta lapangan ini memantik gagasan cemerlang dari salah seorang siswa Diktukba Polri SPN Polda Jatim, Satrio Wibowo Anggoro Adhji Saputro, yang akrab disapa Ronggo. 


Ia memaparkan ide solutif kepada Marcel, karyawan Joyokusumo Koi Farm, yang berfokus pada pentingnya digital branding.

Menurut Ronggo, UMKM Koi Farm tidak bisa lagi mengandalkan penjualan konvensional.


"Kuncinya adalah membangun Brand Digital yang kuat. UMKM harus memanfaatkan teknologi media digital tidak hanya untuk berjualan, tetapi yang lebih penting, untuk mengedukasi pasar tentang kualitas koi lokal." papar Ronggo.


​Gagasan ini dikembangkan lebih lanjut. Siswa Ronggo mendorong setiap UMKM untuk memiliki identitas digital yang jelas. 


Tujuannya agar koi lokal, khususnya dari Blitar, mampu dikenal oleh konsumen secara nasional hingga menembus pasar mancanegara.


​"Kita juga harus mengajak influencer atau penggiat media sosial untuk berkolaborasi dengan pemilik Koi Farm," tambahnya, menekankan kekuatan jejaring digital.


​Program 'Live In' ini, pada akhirnya, menegaskan satu filosofi. 


Seperti yang disimpulkan dalam interaksi tersebut, budidaya ikan koi bukan sekadar menjual ikan.


"Ini adalah tentang menjual keindahan, menikmati hobi, dan yang paling utama, membangun kepercayaan," pungkas Ronggo.


Sementara itu di lokasi terpisah Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo mengatakan inti dari Live In ini adalah pembelajaran dua arah.


Dari program ini diharapkan nantinya setelah lulus dapat Bintara Polri Polda Jatim yang mampu mempraktikkan tugas fungsi teknis Polri dan dapat memahami realitas sosial serta menginternalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya secara kontekstual.


"Program Live In secara khusus dirancang untuk memperkuat nilai-nilai empati, toleransi, tanggung jawab sosial, serta kepemimpinan yang humanis," pungkas Kombes Agus. (*)

Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Gencarkan Pengawasan HET Beras, Tekankan Kepatuhan Harga Demi Stabilitas Pangan*




BANYUWANGI – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polresta Banyuwangi Polda Jatim melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan terhadap kepatuhan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, Selasa (4/11/2025).


Dalam kegiatan itu Polresta Banyuwangi Polda Jatim menggandeng tim gabungan yang terdiri dari Bulog, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuwangi.


Kegiatan ini berfokus di Pasar Banyuwangi, salah satu titik pantau utama dalam Sistem Pelaporan dan Pengawasan Keuangan Daerah (SP2KP).


Sidak ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga beras dan mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas batas HET yang telah ditetapkan oleh pemerintah.


Dalam peninjauan di salah satu toko sampel di Pasar Banyuwangi, Tim Satgasda menemukan adanya indikasi pelanggaran HET. 


Beras premium dengan merek "Coconut Merah" dan "Gandrung" kedapatan dijual dengan harga Rp. 75.000,- per 5 kg, melebihi ketetapan HET. 


Sebagai tindak lanjut, Tim Satgasda Polresta Banyuwangi Polda Jatim langsung memberikan surat teguran tertulis kepada pemilik toko.


Sementara itu, stok beras premium tercatat sebanyak lima sak (ukuran 5 kg), dan stok beras medium dilaporkan nihil. 


Kabar baiknya, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual dengan harga di bawah HET, yakni Rp. 60.000,- per 5 kg.


Selain tindakan represif berupa teguran, Tim Satgasda juga melakukan upaya preventif dengan memasang spanduk (banner) informasi HET di area Pasar Banyuwangi. 


Langkah ini diambil sebagai bentuk edukasi masif kepada para pedagang dan konsumen agar mengetahui batasan harga yang berlaku.


Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menekankan komitmen Polresta Banyuwangi dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga.


"Kami tidak akan mentoleransi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan di tengah situasi pangan, terutama dengan menjual beras di atas HET yang ditetapkan," tegas Kombes Rama.


Ia mengatakan Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Polda Jatim akan terus bergerak mengawasi seluruh rantai pasok. 


"Kepatuhan terhadap HET adalah harga mati demi melindungi daya beli masyarakat," tegas Kapolresta Banyuwangi.


Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Komang Yogi Arya Wiguna, S.H., S.I.K., M.H., menambahkan bahwa pengawasan akan terus diintensifkan.


"Penemuan hari ini merupakan langkah awal penertiban. Kami telah memberikan teguran tertulis dan edukasi," ujarnya.


Rencana tindak lanjut Polresta Banyuwangi akan mengintensifkan pengawasan di seluruh ritel modern maupun tradisional, utamanya pada titik sampling SP2KP. 


"Kami juga akan melaksanakan sosialisasi masif. Jika masih ditemukan pelanggaran berulang, kami akan mengambil tindakan sanksi yang lebih tegas, baik kepada pengecer, distributor, maupun produsen, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ungkap Kompol Yoga.


Polresta Banyuwangi mengimbau seluruh pelaku usaha beras di wilayah Kabupaten Banyuwangi untuk mematuhi ketentuan HET yang berlaku dan turut serta menjaga iklim perdagangan yang sehat dan stabil.(***)

Polda Jatim dan Forkopimda Gelar Apel Siaga Bencana Serentak Hadapi Cuaca Ekstrem*

 *



SURABAYA – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Rabu (5/11/2025). 


Kegiatan ini diikuti oleh unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, dan berbagai instansi pemerintah daerah sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Timur.


Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bagian dari kesiapan kolektif seluruh unsur dalam menghadapi dinamika perubahan cuaca dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Jatim.


“Apel kesiapan tanggap darurat bencana di Jawa Timur yang juga dilakukan serentak di seluruh Indonesia ini untuk mengecek kembali kesiapan personel dan peralatan yang kita miliki agar benar-benar siap membantu masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Kapolda Jatim.


Irjen Pol Nanang menjelaskan, Polda Jatim menurunkan sekitar 1.400 personel gabungan dari berbagai instansi dalam apel ini.


Sementara itu di seluruh jajaran Polres dan Polresta se-Jawa Timur terdapat sekitar 6.000 personel yang juga melaksanakan kegiatan serupa secara serentak.


“Kami berkolaborasi dengan Pemda, TNI, BNPB, dan semua stakeholder terkait, termasuk masyarakat," ujar Irjen Pol Nanang.


Kapolda Jatim berharap dengan kesiapan dan kesigapan personel ini, dapat merespons dengan cepat dan tepat dalam penanganan bencana alam.


"Diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Jawa Timur, karena ini menyangkut pertolongan terhadap jiwa,” tegas Irjen Pol Nanang.


Dalam apel tersebut, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto juga membacakan Amanat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang menekankan pentingnya sinergi nasional, dalam menghadapi ancaman bencana yang semakin kompleks akibat perubahan iklim global.


Berdasarkan laporan BNPB hingga 19 Oktober 2025, telah terjadi 2.606 bencana alam di Indonesia, meliputi 1.289 banjir, 544 cuaca ekstrem, 511 kebakaran hutan dan lahan, 189 tanah longsor, 22 gempa bumi, dan 4 erupsi gunung berapi. 


Akibatnya, 361 orang meninggal dunia, 37 orang hilang, dan lebih dari 5,2 juta orang mengungsi.


Selain itu, dalam amanatnya juga disampaikan bahwa Indonesia menempati peringkat Ketiga negara dengan potensi bencana tertinggi di dunia menurut World Risk Index 2025. 


Karena itu, kecepatan dan ketepatan respons menjadi faktor utama keberhasilan penanganan bencana.


Kapolda Jawa Timur menegaskan dalam amanat tersebut ada delapan penekanan penting bagi seluruh personel di lapangan, diantaranya :


1. Melakukan deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana secara berkelanjutan bersama BMKG dan pihak terkait.


2. Menyampaikan imbauan kamtibmas terkait potensi ancaman bencana.


3. Menyiapkan personel, sarana, prasarana, serta logistik yang siap digerakkan setiap saat.


4. Melakukan simulasi tanggap darurat secara rutin sebagai sarana edukasi.


5. Mengutamakan kecepatan dan ketepatan dalam evakuasi, penyaluran bantuan, dan rehabilitasi masyarakat terdampak.


6. Melaksanakan tugas kemanusiaan dengan empati, humanis, dan profesional.


7. Menjalankan penanggulangan bencana sesuai prosedur dengan evaluasi berkelanjutan.


8. Meningkatkan koordinasi lintas sektor dengan TNI, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, pemerintah daerah, dan relawan.


“Kita diberi amanah untuk melindungi rakyat dari segala bahaya, termasuk bencana. Negara harus selalu hadir memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat,” tegas Kapolda Jatim.


Apel gelar pasukan ini menjadi momentum penting bagi Jawa Timur dalam memperkuat kesiapan tanggap darurat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat menjelang puncak musim hujan pada November 2025 hingga Januari 2026. (*)

SPPG Polres Tulungagung Penuhi Standar Higiene Terima SLHS Komitmen Sukseskan MBG




TULUNGAGUNG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Tulungagung Polda Jatim yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, menjadi SPPG pertama di Kab. Tulungagung yang memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. 


Sertifikat dengan Nomor 400.7.11/7101/35.04.24/2025 itu diterbitkan pada 31 Oktober 2025 sebagai bentuk pengakuan bahwa dapur pengolahan pangan SPPG telah memenuhi standar keamanan dan sanitasi pangan yang berlaku.


SLHS merupakan sertifikat kelayakan yang memastikan bahwa tempat pengolahan makanan memiliki sanitasi lingkungan yang baik, peralatan bersih, penyimpanan bahan yang aman, proses pengolahan yang higienis, serta jaminan kesehatan tenaga kerja. 


Sertifikat ini menjadi persyaratan penting dalam mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Polres Tulungagung.


Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan tersebut.


“Alhamdulillah, dengan adanya sertifikat ini, SPPG Polres Tulungagung dinilai mampu menjamin kualitas pangan yang diproduksi, khususnya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis agar lebih terjamin higienitas dan keamanannya,” terang AKBP Taat, Senin (3/11).


Tidak hanya itu, Polres Tulungagung Polda Jatim juga memastikan pengawasan kualitas dilakukan secara ketat melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) serta ahli gizi. 


Setiap hari, seluruh menu yang diproduksi SPPG diuji menggunakan metode laboratorium dan organoleptik. 


“Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan yang disajikan benar-benar aman dan bebas dari kandungan zat berbahaya,” lanjut AKBP Taat.


Parameter pengujian meliputi pemeriksaan kandungan formalin, arsenik, sianida, nitrit, serta uji organoleptik terhadap rasa, aroma, dan tekstur makanan.


AKBP Taat menegaskan komitmen Polres Tulungagung dalam menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat.


“Dengan status laik higiene sanitasi ini, produksi makanan yang disalurkan melalui program-program kepolisian dapat makin dipercaya dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat penerima,” pungkasnya.(*)

Polres Bondowoso Sidak SPBU Tindak Lanjuti Keluhan Masyarakat Terkait Pertalite*

 




BONDOWOSO - Sejumlah pemilik kendaraan bermotor di Bondowoso mengeluh setelah motornya 'mbrebet' usai mengisi BBM Pertalite.


Merespon keluhan masyarakat, Polres Bondowoso Polda Jatim segera melakukan pengecekan di sejumlah SPBU.


Inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU itu dilakukan untuk mengetahui kandungan BBM, mulai jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, dan lainnya.


Sidak dilakukan menindak lanjuti banyaknya pengaduan masyarakat terkait sepeda motornya yang harus masuk bengkel karena BBM-nya diduga bercampur air.


Bahkan, ada beberapa sepeda motor milik warga Bondowoso harus masuk bengkel untuk diservis dan menguras serta membuang BBM-nya.


"Sepeda motor saya dua kali masuk bengkel dan harus dikuras BBM-nya karena bercampur air," kata Eko (35), seorang warga Kelurahan Tamansari Bondowoso, Senin (3/11/2025).


Diungkapkannya, setelah mengisi di SPBU sepeda motornya seperti 'mbrebet'. Setelah dibawa ke bengkel ternyata BBM-nya seperti bercampur air.


"Setelah diservis di bengkel, saya isi lagi di SPBU yang berbeda. Ternyata sama, mogok lagi. Dibawa ke bengkel, tetap sama. Karena BBM bercampur air," jelasnya.


Padahal, imbuhnya, sepedanya motornya dalam kondisi baik. Tak mungkin kemasukan air dari tangkinya. Bocor pun juga tidak.


"Bukan cuma saya. Ternyata juga banyak yang mengalami kejadian serupa. Sepedanya motornya mbrebet karena diduga BBM-nya bercampur air," tandas Eko Priyanto.


Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bondowoso, Iptu Wawan Triono mengatakan, untuk menanggapi keluhan atau pengaduan masyarakat pihaknya memang sengaja mengadakan sidak ke sejumlah SPBU.


"Untuk mengecek secara langsung dan acak BBM yang ada di SPBU," ujarnya, di sela sidak ke SPBU Pejaten.


Hasilnya, terang Iptu Wawan, memang belum ditemukan BBM yang bercampur bahan lain. Setelah diuji secara langsung masih dalam kondisi normal sesuai standar.


"Pengecekan akan terus kami lakukan ke beberapa SPBU lainnya dengan sistem acak," pungkas Iptu Wawan Triono.(*)

Senyum Ceria Pelajar Sambut Makan Bergizi Gratis dari Polres Ngawi


NGAWI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Polres Ngawi Polda Jatim melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mendapat sambutan hangat dari para siswa penerima manfaat di Kecamatan Kasreman.


Sebanyak 1.003 pelajar dari 11 satuan pendidikan di wilayah Desa Jatirejo dan Cangakan tampak antusias saat menerima makanan bergizi yang disalurkan langsung oleh tim SPPG Polres Ngawi. 


Makanan yang dikemas rapi dan higienis tersebut berisi nasi putih, sayur, lauk, buah dan susu.


Salah satu siswa SDN 2 Jatirejo, bernama Rani (10), mengaku senang dan berterima kasih atas program ini.


“Terima kasih Pak Polisi, makanannya enak dan sehat. Saya jadi semangat ke sekolah,” ujar Rani dengan wajah ceria.


Polres Ngawi Polda Jatim memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam hal pemenuhan gizi anak sekolah melalui program MBG


Program ini sangat bermanfaat bagi siswa, selain membantu mencukupi gizi harian, juga mengajarkan anak-anak pentingnya pola makan sehat bagi para penerima manfaat


Kegiatan tersebut tidak hanya sekadar pembagian makanan bergizi gratis, namun juga bentuk nyata kepedulian dan kedekatan Polri dengan masyarakat, khususnya dunia pendidikan.


Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H. menuturkan bahwa apresiasi dan kebahagiaan masyarakat menjadi motivasi bagi jajaran Polres Ngawi Polda Jatim untuk terus menjalankan program serupa dengan lebih baik.


“Ucapan terima kasih dari pihak sekolah dan para siswa menjadi penyemangat bagi kami,” ujar Kapolres Ngawi, pada Selasa (4/11/2025)


Kegiatan pendistribusian MBG Polres Ngawi Polda Jatim berjalan aman, tertib, dan penuh kegembiraan, menandai awal baru dalam pelayanan sosial kepolisian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


Dengan sinergi antara Polri, sekolah, dan masyarakat, Program Makan Bergizi Gratis ini diharapkan mampu meningkatkan kesehatan, semangat belajar, dan kesejahteraan anak-anak di Kabupaten Ngawi Jawa Timur.(*)

Program “Polantas Menyapa”, Wujud Nyata Komitmen Satlantas Polres Madiun Kota dalam Pelayanan Humanis dan Responsif

 



Madiun– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota pada hari rabu 05 November 2025 kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat melalui program inovatif bertajuk “Polantas Menyapa”. Program ini menjadi wujud nyata dari upaya Satlantas dalam mewujudkan pelayanan yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Kegiatan “Polantas Menyapa” tidak hanya difokuskan pada peningkatan pelayanan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara polisi lalu lintas dan warga. Dalam kegiatan tersebut, petugas Satlantas turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi tentang pentingnya tertib berlalu lintas, sekaligus mengajak warga menjadi pelopor keselamatan di jalan raya.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, S.Pd, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret dalam membangun budaya keselamatan dan kedisiplinan di jalan.


“Program Polantas Menyapa ini adalah bentuk nyata komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi pengguna jalan yang patuh, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, dimulai dari tertib administrasi kendaraan dan perizinan mengemudi,” ujar AKP Nanang.


Melalui pendekatan yang lebih komunikatif dan edukatif ini, Satlantas Polres Madiun Kota berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan berkendara semakin meningkat. Program ini juga menjadi bagian dari strategi Polri dalam mewujudkan pelayanan lalu lintas yang profesional, modern, dan terpercaya.


Dengan adanya Polantas Menyapa, diharapkan tercipta sinergi positif antara aparat kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Madiun.

Polri Gelar FGD Sinergi Antar Lembaga Lindungi Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum

 


Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Sinergi Antar Lembaga untuk Terlindunginya Hak-Hak Anak yang Berhadapan dengan Hukum”, bertempat di Grand Ballroom Hotel Ambara, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si. sebagai narasumber utama.


FGD ini merupakan bentuk kolaborasi lintas lembaga yang diinisiasi oleh Polri untuk mencari solusi terbaik dalam perlindungan hak anak, khususnya bagi anak-anak yang sempat terlibat dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.


Dalam penyampaiannya, Menteri PPPA menekankan pentingnya pendekatan yang berperspektif perlindungan anak dalam setiap proses hukum yang melibatkan anak. Ia mencontohkan beberapa kasus di Jawa Barat dan Jawa Timur, di mana sejumlah anak ikut dalam aksi demonstrasi tanpa memahami risiko yang ditimbulkan.


“Kami menemukan banyak anak yang tidak tahu bahwa demonstrasi yang mereka ikuti bisa berujung anarki. Mereka ikut karena rasa ingin tahu, ajakan teman, atau informasi di media sosial,”

ujar Arifatul Choiri.


Ia menjelaskan, sebagian anak bahkan diajak dengan dalih kegiatan lain seperti konser musik atau pertandingan sepak bola, namun akhirnya justru diturunkan di lokasi aksi.

Hal ini membuat banyak orang tua terkejut dan khawatir karena anak mereka harus berhadapan dengan proses hukum.


Meski demikian, Arifatul menegaskan bahwa pemerintah bersama Polri dan lembaga terkait berkomitmen memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi.


“Berkat sinergi yang kami lakukan, anak-anak yang sedang menjalani proses hukum tetap bisa mendapatkan hak pendidikannya. Mereka tetap bersekolah secara daring,”

ungkapnya.


Ia menambahkan, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci keberhasilan perlindungan anak sesuai dengan arahan Presiden RI.


“Tidak ada satu pun kementerian atau lembaga yang bisa berjalan sendiri. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi. Hari ini kita melaksanakan semangat itu bersama,” tegas Arifatul Choiri.


FGD ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat sinergi antar lembaga dalam mencegah keterlibatan anak dalam situasi yang berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum serta memastikan pemenuhan hak-hak anak tetap terlindungi.

Polres Pelabuhan Tanjungperak Laksanakan Uji Food Safety di SPPG Pastikan Gizi dan Keamanan Pangan Terjamin

 



TANJUNG PERAK- Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) melaksanakan pemeriksaan keamanan pangan atau food safety secara menyeluruh terhadap menu yang diproduksi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polda Jatim, Senin pagi (3/11/2025). 


Pemeriksaan ini dilakukan untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan bergizi gratis (MBG) yang akan didistribusikan kepada ribuan siswa di wilayah tersebut.


Total 1.053 porsi makanan hari ini disiapkan untuk tiga sekolah dasar (SD) penerima manfaat, dengan rincian SDN Perak Utara 1 sebanyak 310 siswa, SDN Perak Utara 3 sebanyak 313 siswa, dan SD Al Istikomah sebanyak 427 siswa. 


Jenis makanan yang diperiksa meliputi nasi putih, tempe goreng, ayam kecap, tumis wortel, dan buah jeruk.


Pemeriksaan keamanan pangan dilakukan melalui dua tahap utama. 


Tahap pertama adalah uji Organoleptis, yang mencakup penilaian indera terhadap bentuk, warna, bau, dan rasa. 


Hasilnya, seluruh item makanan dinyatakan normal dan memenuhi standar.


"Pemeriksaan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memastikan bahwa makanan bergizi yang disalurkan benar-benar aman dan higienis," ujar Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Suroto. 


Tahap kedua adalah pemeriksaan Chemis atau kimiawi. Pengujian itu dilakukan untuk memastikan makanan bebas dari zat-zat berbahaya yang kerap disalahgunakan. 


Hasilnya menunjukkan seluruh sampel makanan dinyatakan negatif dari kandungan arsenik, sianida, nitrit, dan formalin.


Dengan hasil pemeriksaan yang lengkap, baik secara Organoleptis maupun Chemis, Sidokkes Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim menyimpulkan bahwa makanan dan minuman yang disajikan seluruhnya layak saji dan aman untuk dikonsumsi oleh para siswa.


Iptu Suroto menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan food safety ini merupakan langkah preventif rutin yang akan terus dilakukan untuk mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat berjalan dengan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan anak-anak.


"Kami sangat mendukung penuh program MBG ini. Pemeriksaan rutin food safety oleh Sidokkes adalah langkah konkret untuk menjamin bahwa makanan yang sampai kepada anak anak penerima manfaat tidak hanya bergizi, tetapi juga betul-betul aman dari zat-zat berbahaya,” pungkasnya. (*)

Kapolres Probolinggo Beri Penghargaan Dua Atlet Arung Jeram yang Melawan Begal




PROBOLINGGO - Kapolres Probolinggo, AKBP M Wahyudin Latif memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap 15 personel dan 4 orang warga masyarakat diantaranya Dua atlet arung jeram asal Kabupaten Probolinggo, Mohammad Danil Azizil Rosiqin, 21, dan Yuliana Novita, 17.


Pemberian penghargaan itu diserahkan langsung oleh Kapolres Probolinggo di Lapangan apel Mapolres Probolinggo, Senin (3/11/2025).


Pemberian penghargaan berlangsung itu juga dihadiri sejumlah pejabat daerah, mulai Asisten I Setda Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur dan Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan.


Dalam sambutannya, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua atlet muda itu.


Meski sempat menjadi korban begal, keduanya berhasil melumpuhkan pelaku hingga akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.


“Hari ini kami memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang telah membantu tugas-tugas pokok kepolisian. Spesialnya, dua atlet arung jeram ini meski menjadi korban, tetap berani melawan dan membantu kami dalam penegakan hukum,” ujar AKBP Latif.


Kapolres Probolinggo berharap semangat seperti ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.


“Alhamdulillah, meskipun dalam kondisi terluka, keduanya mampu mempermudah anggota kami dalam mengungkap pelaku lainnya," ungkap AKBP Latif.


Sementara 11 Personel lainnya yakni Kasat Reskrim AKP Putra Adi Fajar Winarsa dan anggota diberikan apresiasi atas keberhasilan ungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan.


Kapolres Probolinggo menyampaikan bahwa pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi nyata kepada personel Polri maupun masyarakat yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi luar biasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Probolinggo.


“Pemberian penghargaan ini adalah wujud apresiasi kami kepada anggota maupun masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga situasi Kamtibmas," ujarnya.


Lebih lanjut, Kapolres Probolinggo juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. 


"Kami berharap komunikasi yang baik dapat terus terjalin agar keamanan di wilayah Kabupaten Probolinggo tetap terjaga dengan optimal,"pungkas AKBP Latif.


Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.


Ia menyebut keberanian Dua atlet ini menjadi bukti bahwa semangat juang tak hanya ditunjukkan di arena lomba, tapi juga dalam kehidupan nyata.


“Saya sangat bangga atas apa yang dilakukan oleh dua atlet handal kita dari cabor Faji (Federasi Arung Jeram Indonesia). Mudah-mudahan keduanya selalu diberi kesehatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.


Ia juga menyebut pemberian penghargaan ini telah menujukkan bahwa sistem organisiasi di Polres Probolinggo Polda Jatim terkait pemberian reward dan punishment telah berjalan dengan baik. (*)

Senin, 03 November 2025

Jogo Jatim : Polres Madiun Siapkan Personel Tangguh Bencana Hadapi Ancaman Hidrometeorologi





MADIUN – Polres Madiun Polda Jatim menyiapkan puluhan personel tangguh bencana dalam menghadapi ancaman bencana Hidrometeorologi di Jawa Timur khususnya Kabupaten Madiun.


Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara memimpin pelaksanaan Apel Kesiapan Tanggap Bencana tersebut untuk memastikan seluruh personel dan sarana tanggap bencana siap menghadapi potensi bencana alam di musim pancaroba.


"Apel kesiapan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen bersama untuk melindungi dan melayani masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi darurat bencana," tegas AKBP Kemas di Lapangan Tri Brata Mapolres Madiun, Senin (3/11/2025).


Apel tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari berbagai instansi, antara lain Wakapolres Madiun Kompol Mukhamad Lutfi, Pasiops Kodim 0803 Madiun, Kasatpol PP Kabupaten Madiun, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun, para Pejabat Utama Polres Madiun, serta para Kapolsek jajaran.


Kapolres Madiun AKBP Kemas Indra Natanegara juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta apel yang hadir dengan penuh semangat dan tanggung jawab. 


“Melalui apel ini, kita memastikan bahwa personel, peralatan, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap," ujarnya.


Dengan kesiapan seluruh personel dan peralatanya, Kapolres Madiun berharap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dapat bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat.


Kapolres Madiun juga menyoroti kondisi cuaca ekstrem di masa pancaroba yang meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor. 


Ia menyebutkan bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Madiun telah terdampak bencana, antara lain banjir di Pilangkenceng, Saradan, Wonoasri, Balerejo, dan Wungu; tanah longsor di wilayah Kare, Dagangan, serta Gemarang; serta angin puting beliung yang melanda Pilangkenceng, Mejayan, dan Wonoasri.


Menanggapi kondisi tersebut, Kapolres Madiun menekankan pentingnya sinergitas antarinstansi dalam memperkuat sistem tanggap darurat. 


“Perkuat koordinasi, pastikan informasi dan peringatan dini tersampaikan cepat dan tepat," tegasnya.


Ia juga meminta seluruh personel meningkatkan kemampuan, menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar siap menghadapi bencana.


"Ingat, kekuatan Kabupaten Madiun tidak hanya terletak pada instansi dan perlengkapannya, tetapi juga pada semangat gotong royong, kepedulian, dan kebersamaan seluruh masyarakat,"pungkasnya. (*)


Dengan kesiapan dan kebersamaan ini diharapkan mampu menghadapi segala tantangan bencana yang mungkin terjadi. (*)

Kapolresta Sidoarjo Cek SPPG, Pastikan MBG Sesuai Standar Gizi



SIDOARJO - Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengecek langsung proses pengolahan menu yang disiapkan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Sidoarjo, di Sentra Porong, Selasa (4/11/2025).


Penyediaan MBG di wilayah Kabupaten Sidoarjo dijamin aman dan memenuhi standar gizi. 


Kapolresta Sidoarjo menegaskan semua proses pengolahan menu makanan melalui pengawasan ketat pihaknya, bersama Yayasan Kemala Bhayangkari Sidoarjo dan tim ahli gizi.


"Pengecekan dan pengawasan terus kami lakukan untuk memastikan MBG benar - benar hieginis," tegas Kombes Tobing.


Ia mengatakan dalam pengawasab SPPG Polresta Sidoarjo Polda Jatim juga melibatkan ahli gizi.


"Ini untuk memastikan menu yang disiapkan untuk program Makan Bergizi Gratis telah memenuhi standar, steril dan menyehatkan untuk dikonsumsi,"terang Kombes. Pol. Christian Tobing.


Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat di dalam SPPG Polresta Sidoarjo, termasuk dalam penyediaan menu yang bervariasi setiap harinya.


Keberadaan SPPG ini menjadi bagian dari upaya Polresta Sidoarjo Polda Jatim, untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak usia sekolah, sekaligus memperkuat peran Polri dalam mensukseskan program-program Pemerintah.


Menurutnya Polresta Sidoarjo Polda Jatim tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan pelaksanaan program MBG tersebut, tetapi juga ikut berkontribusi dalam aspek sosial dan kemanusiaan melalui pengelolaan serta pendampingan kegiatan pemenuhan gizi bagi masyarakat.


“Kami ingin memastikan dan menjamin rasa aman masyarakat, dalam hal ini kegunaan MBG bagi para pelajar benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat,"pungkasnya. (*)

Latja Diktuk Bintara Polri 2025 di Polres Gresik 50 Siswa Siap Terjun Layani Masyarakat





GRESIK - Sebanyak 50 siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 SPN Polda Jatim resmi memulai kegiatan Latihan Kerja (Latja) di wilayah hukum Polres Gresik. 


Latja ini akan berlangsung selama enam hari, mulai 3 hingga 8 November 2025, dan diawali dengan Apel Penyambutan dan Pembukaan yang digelar di halaman Mapolres Gresik, Senin (3/11/2025).


Apel pembukaan dipimpin langsung oleh Kapolres Gresik, AKBP Rovan Richard Mahenu, dan dihadiri oleh para pejabat utama, para Kapolsek jajaran, perwira, bintara, ASN Polres Gresik, serta personel pendukung lainnya. 


Momen penting apel ditandai dengan penyematan pita latihan kerja kepada perwakilan siswa, sebagai simbol dimulainya tahap akhir pendidikan tersebut. 


Dalam amanatnya, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa kegiatan Latja merupakan fase penting sebelum para siswa resmi dilantik menjadi anggota Polri.


“Latihan kerja ini adalah bagian dari rangkaian program pendidikan Polri Tahun Anggaran 2025, sekaligus menjadi tahap pembulatan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan,” ujar Kapolres Gresik.


Selama kegiatan, para siswa akan memperoleh pengalaman langsung di lapangan pada berbagai fungsi teknis kepolisian seperti Reskrim, Intelkam, Binmas, Samapta, dan Lalu Lintas. 


Melalui praktik tersebut, mereka diharapkan semakin siap menjadi anggota Polri yang profesional, humanis, dan berlandaskan semangat PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).


Kepada para peserta latihan, Kapolres menekankan pentingnya disiplin, tanggung jawab, serta semangat belajar di setiap penugasan.


“Jalani latihan dengan sungguh-sungguh, bersikap kritis, dan selalu patuhi aturan serta SOP yang berlaku,” pesan AKBP Rovan.


Sementara kepada para pendamping dan mentor, ia berpesan agar memberikan bimbingan dan pengawasan maksimal, sekaligus menjadi teladan dalam sikap dan profesionalisme.


Mengakhiri amanatnya, Kapolres Gresik secara resmi membuka kegiatan Latja dengan penuh keyakinan.


“Dengan semangat pengabdian, kegiatan Latihan Kerja Siswa Diktuk Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 di Polres Gresik secara resmi saya nyatakan dibuka,” tegasnya.


Penempatan 50 siswa SPN Polda Jatim di Polres Gresik menjadi bentuk kepercayaan lembaga pendidikan Polri terhadap kemampuan jajaran Polres Gresik dalam membina calon Bhayangkara muda. 


Diharapkan, kehadiran mereka dapat membawa semangat baru dalam pelayanan masyarakat, serta memperkuat sinergi Polri dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban di wilayah Gresik. (*)

Satlantas Polres Madiun Kota Tingkatkan Pelayanan: Program 'Polantas Menyapa' Permudah Wajib Pajak

 




Kota Madiun – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik, Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota terus menghadirkan inovasi pelayanan yang mudah, cepat, dan humanis bagi masyarakat. 



Melalui program “Polantas Menyapa, personel Satlantas Polres Madiun Kota memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, salah satunya dalam pelayanan pajak satu tahun kendaraan bermotor. Selasa 4 November 2025




Aiptu Wahab, sebagai petugas layanan unggulan, dengan penuh keramahan dan sigap melayani wajib pajak yang datang untuk mengurus pajak tahunan kendaraan. 



Dengan sikap humanis dan responsif, ia tidak hanya memberikan pelayanan administrasi, namun juga memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang pentingnya tertib administrasi dan ketepatan waktu pembayaran pajak kendaraan bermotor.



Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Madiun Kota dalam mendukung program Polri Presisi, serta upaya menciptakan pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.



Kasat Lantas Polres Madiun Kota AKP Nanang, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari pelayanan prima Polantas yang mengedepankan pendekatan humanis.



“Kami terus dorong seluruh anggota Satlantas agar selalu ramah, sigap, dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kehadiran Polantas bukan hanya untuk menegakkan aturan, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan kemudahan bagi warga, termasuk dalam layanan pajak tahunan kendaraan bermotor,” ujar AKP Nanang.



Ia juga menambahkan bahwa program Polantas Menyapa akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai titik pelayanan publik di Kota Madiun sebagai bentuk kehadiran Polri yang melayani dengan hati.

Bareskrim Polri Tindak Tambang Pasir Ilegal di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi

 


Magelang – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri bersama Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Polresta Magelang, serta instansi terkait lainnya, menindak tegas aktivitas penambangan pasir ilegal yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin (3/11).


Penindakan ini dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan informasi dari berbagai kementerian dan lembaga terkait yang mengungkap aktivitas tambang tanpa izin di kawasan konservasi tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, ditemukan sekitar 36 titik lokasi tambang pasir ilegal dan 39 depo pasir yang tersebar di lima kecamatan, yaitu Srumbung, Salam, Muntilan, Mungkid, dan Sawangan.


Dalam operasi bersama ini, petugas menindak lokasi penambangan ilegal di Alur Sungai Batang, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, serta depo pasir di Tejowarno, Tamanagung, Muntilan, Kabupaten Magelang. Dari hasil pemeriksaan Tim Ahli Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Balai TNGM, diketahui lokasi tersebut tidak memiliki izin usaha pertambangan dan berada di dalam kawasan taman nasional.


Sebagai bagian dari proses penyidikan, penyidik menyita enam unit excavator dan empat unit dumptruck dari lokasi. Aktivitas tambang tersebut diketahui telah beroperasi sekitar 1,5 tahun dengan luas bukaan lahan 6,5 hektar, serta nilai transaksi keuangan yang mencapai Rp48 miliar. Jika dihitung dari seluruh aktivitas tambang ilegal di wilayah Kabupaten Magelang dalam dua tahun terakhir, total nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp3 triliun.


Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni menegaskan bahwa penambangan pasir ilegal di kawasan konservasi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.


“Aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi menimbulkan kerugian besar bagi negara dan merusak ekosistem yang seharusnya dilindungi. Kami tidak hanya menindak pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri jaringan yang terlibat dari hulu hingga hilir,” ujar Brigjen Pol. Moh. Irhamni.


Ia menambahkan bahwa penegakan hukum dilakukan secara tegas namun tetap mengedepankan sinergi lintas lembaga untuk mencari solusi jangka panjang.


“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah guna menyusun langkah-langkah solutif serta program pemulihan bagi masyarakat. Penertiban ini bukan semata penindakan, tapi juga untuk memastikan kelestarian alam terjaga dan kekayaan negara dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” imbuhnya.


Brigjen Irhamni juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan tokoh lokal yang aktif memberikan informasi terkait aktivitas tambang ilegal di wilayahnya.

Patroli Gabungan Polres Sumenep Cegah Balap Liar 42 motor Tidak Sesuai Spektek Diamankan





SUMENEP – Jajaran Polres Sumenep Polda Jatim kembali menggelar patroli gabungan skala besar dalam rangka mencegah aksi balap liar yang meresahkan masyarakat, Sabtu hingga Minggu (1–2 November 2025). 


Kegiatan ini merupakan bagian dari KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) dengan melibatkan personel Satlantas dan Sat Samapta Polres Sumenep Polda Jatim.


Patroli berlangsung mulai pukul 24.00 WIB hingga 07.30 WIB dengan menyasar sejumlah titik rawan balap liar, seperti Jalan DR. Cipto, Lingkar Timur, Jalan Raung, Lingkar Utara, Lingkar Barat, area Bandar Udara Trunojoyo, Jalan Raya Sumenep–Pamekasan, Jalan Raya Patihan Lenteng, hingga arah Kalianget dan Parenduan.


Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemantauan dan penindakan terhadap kendaraan yang diduga kuat digunakan untuk aksi balap liar. 


Hasilnya, sebanyak 42 unit sepeda motor diamankan karena tidak dilengkapi surat-surat dan tidak sesuai sepesifikasi teknik (Spektek) dengan menggunakan knalpot bising.


Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Ninit Titis Dewiyani, S.E yang memimpin langsung jalannya operasi mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna jalan.


"Kegiatan ini juga untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat balap liar,” kata AKP Ninit didampingi personel Sat Samapta. 


Selain patroli, petugas juga melakukan penyekatan di beberapa area yang kerap dijadikan lintasan balap oleh kelompok remaja.


Sementara itu, Kapolres Sumenep,AKBP Rivanda mengatakan bahwa Polres Sumenep Polda Jatim tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi balap liar yang membahayakan keselamatan publik.


Ia menegaskan Polres Sumenep Polda Jatim berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas dan kamseltibcar lantas yang kondusif.


"Penindakan ini bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi juga upaya menyelamatkan nyawa pengguna jalan, termasuk pelaku balap liar itu sendiri,” ujar AKBP Rivanda.


Ia juga menegaskan bahwa patroli gabungan akan terus dilakukan secara berkala, terutama pada malam Minggu dan titik yang kerap menjadi lokasi aduan masyarakat.


“Kami mengimbau orang tua untuk ikut mengawasi anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi yang membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.


Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif. 


Kendaraan yang diamankan saat ini berada di Satlantas Polres Sumenep untuk proses lebih lanjut. (*)

Polres Batu Terjunkan Puluhan Personel Tangani Longsor di Ngantang, Akses Malang - Blitar Kembali Lancar

 



KOTA BATU– Akibat longsor pada Minggu (2/11) malam, Akses Jalan Kabupaten Malang menuju Blitar di wilayah Kecamatan Ngantang sempat lumpuh.


Puluhan personel gabungan Polres Batu Polda Jawa Timur dikerahkan untuk membersihkan material longsor berupa batu dan lumpur menimbun badan jalan.


Kapolres Batu, AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kabag Ops Polres Batu Kompol Anton Wibowo mengatakan,bencana terjadi sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan Kampung Sumantoro, Dusun Sekar, Desa Sidodadi, Kecamatan Ngantang itu akibat hujan deras disertai angin.


"Longsor diduga kuat dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih 10 jam, mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB," ujar Kompol Anton di lokasi longsor, Senin (3/11).


Material longsor yang menutupi total badan jalan memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang diperkirakan mencapai 50 meter, tinggi 25 meter, dan ketebalan material mencapai 2 meter.


Bencana tersebut juga menyebabkan kerugian material berupa tiang listrik yang ikut terbawa longsoran.


"Saat ini upaya pembersihan kami lakukan bersama BPBD," ujarnya.


Operasi pembersihan ini kata Kompol Anton melibatkan personel dari Samapta, Satlantas, dan personel Polsek Ngantang, perangkat Desa Sidodadi serta partisipasi aktif dari Warga Desa Sidodadi, Dusun Sekar.


"Kami bersyukur tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Prioritas utama kami adalah membuka kembali akses jalan secepat mungkin untuk kelancaran mobilitas warga dan logistik," ujar Kompol Anton Wibowo.


Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras tim gabungan, pembersihan material longsor terus diupayakan menggunakan alat berat maupun secara manual. 


"Saat ini jalur vital Malang-Blitar sudah pulih dan dapat dilalui kendaraan,"pungkasnya.

Silaturahmi Kapolsek Manguharjo, Perkuat Sinergi dengan PSH Terate untuk Wujudkan Kota Aman dan Kondusif

 



MADIUN – Dalam upaya mempererat sinergi antara Polri dan perguruan pencak silat di wilayah hukum Polres Madiun Kota, Kapolsek Manguharjo Kompol Lilik Sulastri, S.H., M.H., bersama Wakapolsek dan Kanit Polsek Manguharjo melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Padepokan PSH Terate Pusat Madiun, di Jalan Merak No. 17, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Senin (3/11/2025).


Kunjungan ini disambut hangat oleh Ketua Umum PSH Terate Pusat Madiun, H.R. Moerjoko H.W. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan serta kerja sama yang selama ini telah terjalin baik antara Polsek Manguharjo dan PSH Terate.


'Kami siap mendukung program Polri,khususnya Polres Madiun Kota, dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. Komunikasi yang baik ini menjadi kunci terciptanya suasana yang kondusif di Kota Madiun,” ujar H.R. Moerjoko H.W.


Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melallui Kapolsek Mangubarjo Kompol Lilik Sulastri SH.,MH.,dalam keterangannya mengapresiasi langkah jajarannya yang terus menjalin kedekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat dan organisasi pencak silat.


"Silaturahmi seperti ini penting untuk memperkuat sinergi antara aparat kepolisian dan elemen masyarakat, termasuk perguruan pencak silat. Dengan kebersamaan, kita bisa mewujudkan Madiun sebagai kota yang aman, damai, dan kondusif,” tegasnya.


Melalui kegiatan ini, Polres Madiun Kota berharap kolaborasi yang solid antara aparat keamanan dan perguruan silat dapat menjadi contoh positif dalam menjaga keharmonisan serta stabilitas keamanan di wilayah Madiun.(hms).

Minggu, 02 November 2025

Respon Cepat Laporan 110 Polisi Berhasil Amankan Pria Diduga Pembobol ATM di Pakisaji Malang*



MALANG – Seorang pria di Kabupaten Malang, Jawa Timur, nyaris berhasil membobol mesin ATM di dalam toko Indomaret. 


Aksi nekat tersebut gagal total setelah Polisi datang ke lokasi setelah dilapori warga setempat pada Rabu (29/10/2025) dini hari.


Pelaku diketahui berinisial HP (32), warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. 


Ia ditangkap tanpa perlawanan setelah aksinya kepergok warga dan Polisi saat berada di dalam toko.


Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar menjelaskan, awalnya pelaku masuk ke toko Indomaret di Jalan Raya Adi Mulya, Desa Kendalpayak, dengan cara memanjat plafon kamar mandi. 


Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil tangga dari gudang dan menurunkannya ke area toko.


Pelaku sempat mencoba membongkar mesin ATM menggunakan berbagai alat seperti linggis, kunci Inggris, dan mesin gerinda. 


"Namun karena kesulitan, ia sempat keluar untuk mengambil linggis yang lebih besar,” ujar AKP Bambang, Senin (03/11/2025).


Saat kembali masuk ke dalam toko, aksinya diketahui oleh penjaga dan warga sekitar. 


Mereka segera menghubungi Polres Malang Polda Jatim melalui layanan bebas pulsa Polri di nomor 110.


Tak lama kemudian, petugas Polsek Pakisaji tiba di lokasi dan langsung mengepung pelaku yang masih berada di dalam toko.


“Petugas kemudian memerintahkan pelaku menyerahkan diri. Pelaku kemudian keluar dari atap toko dan langsung diamankan,” lanjut AKP Bambang.


Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku berniat mencuri uang di ATM untuk mengganti uang orang tuanya yang sebelumnya ia gunakan untuk judi online.


“Pelaku mengaku nekat karena terlilit utang akibat judi daring. Ia mengira bisa dengan mudah mengambil uang di mesin ATM, tapi gagal total karena sistem keamanan ATM yang berlapis,” jelas AKP Bambang.


Dari tangan pelaku, polisi menyita berbagai alat yang digunakan untuk beraksi, antara lain linggis, mesin gerinda, kunci Inggris, sarung tangan, dan sepeda motor Honda Beat yang dipakai untuk menuju lokasi.


Kini pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. 


Ia dijerat dengan Pasal percobaan pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.


“Saat ini penyidik masih memeriksa pelaku secara intensif untuk memastikan apakah dia pernah beraksi di lokasi lain,” pungkasnya. (*)

Sambut HUT ke - 80 Brimob Polda Jatim Gelar Kejurda Tarung Bebas Indonesia 2025*

 



SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke - 80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Jawa Timur bersama Tarung Bebas Indonesia (TBI) menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tarung Bebas Indonesia 2025 Piala Dansat Brimob Jatim di Gedung BLK Muncar, Banyuwangi, pada 31 Oktober hingga 2 November 2025. 


Ajang ini diikuti oleh ratusan atlet bela diri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, mulai dari kategori usia dini hingga senior. 


Kejuaraan yang mengusung tema “Mewujudkan Prestasi Indonesia Melalui Nilai Integritas dan Sportivitas” ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT ke - 80 Korps Brimob Polri, yang bertujuan untuk membangun semangat sportivitas, integritas, dan prestasi di kalangan generasi muda.


Dansat Brimob Polda Jawa Timur Kombes Pol. Suryo Sudarmadi, S.I.K., M.H,. Yang diwakilkan Kabagmin Ops Kompol Arsono dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kejurda ini menjadi wadah penting untuk menjaring atlet muda potensial sekaligus membangun karakter melalui olahraga bela diri campuran.


“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bagian dari peringatan HUT ke - 80 Korps Brimob Polri, selain untuk mencari bibit muda berbakat, kami ingin memberikan wadah bagi anak muda agar bisa berprestasi dan membawa nama baik daerah hingga ke tingkat nasional,” ujar Kompol Arsono.


Ia menekankan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam membentuk fisik yang tangguh serta mental dan karakter yang disiplin.


“Melalui olahraga, kita belajar tentang sportivitas, kerja keras, dan pantang menyerah. Nilai-nilai inilah yang sejalan dengan semangat Korps Brimob dalam melindungi dan mengayomi masyarakat,” tambah Kompol Arsono.


Kegiatan Kejurda Tarung Bebas ini terselenggara atas kerja sama Satuan Brimob Polda Jawa Timur dengan Tarung Bebas Indonesia (TBI) di bawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), serta mendapat dukungan dari Anggota DPRD Banyuwangi Hj. Desi Praksaiwi.


Selain menjadi ajang pembinaan atlet muda, anggota Polri juga turut berpartisipasi dan menorehkan prestasi membanggakan dalam kejuaraan ini. 


Tiga personel dari Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Jatim berhasil meraih medali, yakni: Bripda Ardi Purwo, meraih Juara 1 Kelas 69 Kg Senior Putra, Bripda Sholeh Aditya, meraih Juara 1 Kelas 57 Kg Senior Putra, Bharada Kgs. Ach. Renafi, meraih Juara 2 Kelas 72 Kg Senior Putra


Capaian tersebut menunjukkan bahwa anggota Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki semangat berprestasi di bidang olahraga.


Dari hasil keseluruhan kejuaraan, Kabupaten Banyuwangi berhasil meraih Juara Umum I, disusul Kota Surabaya sebagai Juara Umum II, dan Kabupaten Ngawi menempati Juara Umum III.


Ketua Panitia Kejurda TBI Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju Festival Olahraga Daerah (FORDA) 2026.


“Kejurda ini kami harapkan bisa menjadi ajang pembinaan berkelanjutan serta motivasi bagi atlet muda untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujarnya.


Melalui Kejurda Tarung Bebas Indonesia 2025 – Piala Dansat Brimob Jatim ini, Brimob Polda Jawa Timur berharap dapat menumbuhkan semangat kompetitif, mempererat tali silaturahmi antar insan bela diri, dan memperkuat sinergi antara masyarakat dengan kepolisian melalui semangat olahraga. (*)

Polres Situbondo Beri Dukungan Psikologis Korban Runtuhnya Atap Asrama Santri Putri Lewat Trauma Healing



SITUBONDO – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi psikologis korban dan keluarga atas peristiwa runtuhnya atap Asrama Santri Putri di Kecamatan Besuki, Polres Situbondo Polda Jatim melalui tim konselor melaksanakan kegiatan trauma healing.


Kegiatan yang berlangsung di area pondok pesantren tersebut dipimpin oleh Kabag SDM Polres Situbondo AKP Aryo Pandanaran, S.H., bersama tim konselor Polres Situbondo Polda Jatim.


Kegiatan ini diikuti oleh korban dan keluarga yang terdampak langsung akibat insiden tersebut.


Menurut Kabag SDM AKP Aryo Pandanaran, pelaksanaan trauma healing ini bertujuan untuk membantu korban dan keluarga mengatasi tekanan emosional pasca-musibah.


“Kami ingin hadir bukan hanya dalam sisi penanganan hukum dan keamanan, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan. Pendampingan psikologis ini penting agar korban dan juga keluarga bisa pulih secara mental dan emosional,” ujar AKP Aryo, Senin (03/11).


Dalam kegiatan tersebut, para konselor memberikan ruang bagi keluarga korban untuk menyalurkan perasaan duka dan kecemasan. 


Melalui sesi berbagi cerita, konseling personal, hingga doa bersama, keluarga korban tampak mulai terbuka dan berinteraksi positif satu sama lain.


Pendekatan spiritual healing juga dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan iman dan semangat mereka menghadapi cobaan. 


Tim konselor fokus pada active listening, empati, serta pemberian teknik mengelola stres (coping skill) agar keluarga korban mampu bangkit kembali.


Hasilnya, kegiatan berjalan lancar dan penuh kehangatan. Sejumlah keluarga korban mengaku merasa lebih tenang dan terbantu dengan perhatian yang diberikan Polres Situbondo Polda Jatim.


“Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah datang dan peduli pada kami,” ungkap salah satu anggota keluarga korban dengan mata berkaca-kaca.


Melalui kegiatan ini, Polres Situbondo Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam upaya pemulihan psikologis masyarakat pasca-bencana. (*)

Asah Fungsi Teknis Kepolisian dan Kepekaan Sosial, 247 Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Mulai Latja



MOJOKERTO – Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Catur Prasetya Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Minggu (2/11/2025) pagi. 


Sebanyak 247 Siswa Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri T.A. 2025 mengikuti apel pemberangkatan Latihan Kerja (Latja) dan program Live In.


Apel pemberangkatan dipimpin langsung oleh Wakil Kepala SPN Polda Jatim, AKBP Dody Indra Eka Putra, S.I.K., M.H, didampingi Kepala Korp Siswa SPN Polda Jatim, AKBP Agung Setyono, S.S., M.H., beserta jajaran pengasuh siswa.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Dody Indra Eka Putra menyampaikan amanat dan pesan khusus dari Kepala SPN Polda Jatim, Kombes Pol Agus Wibowo, S.I.K. 


Kepala SPN Polda Jatim menekankan bahwa Latja dan Live In adalah jembatan krusial yang menghubungkan antara teori di kelas dengan realitas sosial yang sesungguhnya di lapangan.


"Program ini bukan sekadar formalitas kurikulum, melainkan esensi dari pendidikan Polri," kata AKBP Dody.


Ia mengatakan Latja dan Live In adalah ajang bagi siswa untuk mengaplikasikan fungsi teknis kepolisian secara langsung, sekaligus mengasah kepekaan dan nurani mereka terhadap denyut nadi kehidupan masyarakat.


Lebih lanjut, Waka SPN Polda Jatim memberikan penekanan yang sangat tegas dan tidak dapat ditawar. 


Ia menginstruksikan seluruh siswa untuk menjaga marwah institusi dan almamater SPN Polda Jatim selama berada di wilayah hukum Polres.


"Kami titipkan nama baik almamater di pundak kalian. Jaga sikap, etika, dan perilaku. Kami tegaskan, tidak ada pelanggaran sekecil apapun. Tunjukkan bahwa Batalyon Satria Yana Anucasana Siswa Diktukba Polri T.A. 2025 SPN Polda Jatim adalah calon Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas tinggi," tegasnya.


Kegiatan latja dan live in merupakan implementasi konkret dari visi Lemdiklat Polri untuk menjadi "Pusat Keunggulan Pendidikan dan Pelatihan". 


AKBP Dody menjelaskan bahwa proses untuk mewujudkan personel Polri yang ideal tidak cukup hanya dengan menempa aspek akademik dan fisik.


Menurut AKBP Dody, pendidikan Polri modern harus menyentuh aspek sosial, emosional, dan spiritual. 


"Pendekatan berbasis pengalaman nyata seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan jiwa pengabdian dan kedekatan emosional peserta didik dengan masyarakat," terangnya.


Nantinya, siswa diharapkan mampu mempraktikkan tugas fungsi teknis kepolisian (Latja), sekaligus tinggal dan berbaur secara langsung dengan warga (Live In). 


Tujuannya jelas, agar mereka dapat memahami realitas sosial serta menginternalisasi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya secara kontekstual.


Program Live In secara khusus dirancang untuk memperkuat nilai-nilai empati, toleransi, tanggung jawab sosial, serta kepemimpinan yang humanis. 


Siswa dituntut untuk menerapkan prinsip komunikasi efektif, kerja sama tim, serta pengambilan keputusan yang berbasis nilai moral dan etika profesi.


Kegiatan Latja dan Live In ini akan dilaksanakan mulai 3 hingga 8 November 2025. 


Sebanyak 247 siswa Diktukba Polri tersebut akan disebar di Lima Polres jajaran Polda Jatim, yakni Polres Blitar Kota, Polres Kediri, Polres Nganjuk, Polres Lamongan, dan Polres Gresik. (*)

Salut, Polres Pacitan Berhasil Pulihkan Akun WhatsApp Korban Peretasan*




PACITAN – Respons cepat Polres Pacitan Polda Jatim berhasil menggagalkan aksi penipuan daring melalui akun WhatsApp (WA) yang diretas. 


Dalam waktu sekitar Tujuh jam, Polisi mampu memulihkan akun milik warga Pacitan yang sempat diambil alih pelaku.


Kejadian bermula Sabtu (1/11/2025) pukul 16.00, Nuarini (35) warga Sumberharjo, mendatangi SPKT Polres Pacitan Polda Jatim setelah WA miliknya tiba-tiba logout dan tidak bisa dibuka. 


Peristiwa itu terjadi sesaat setelah ia mengklik tautan undangan yang dikirim seseorang yang ia kenal.


Nuarini segera mendatangi SPKT Polres Pacitan Polda Jatim karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


“Keluarga dan teman-teman saya sudah dihubungi semua. Pelaku mengaku meminjam uang, mengirim nomor rekening, bahkan mengirim file undangan lagi. Karena takut ada korban, saya langsung lapor ke SPKT Polres,” ujarnya, Minggu (2/11/2025). 


Ia menyampaikan terima kasih kepada Polres Pacitan Polda Jatim atas respons cepat dalam membantu memulihkan akun miliknya. 


"Terima kasih Polres Pacitan sudah membantu memulihkan akun WA saya," ucapnya. 


Sebelumnya, Pamapta Polres Pacitan, Ipda Mardian Setyo P., S.H., langsung melakukan pemeriksaan dan memastikan akun korban telah diretas. 


Pelaku bahkan mulai menghubungi kontak korban untuk meminta transfer uang.


“Kami sarankan korban menonaktifkan sementara mobile banking dan memberi tahu seluruh kontak agar tidak merespons pesan mencurigakan,” kata Ipda Mardian. 


Selain mengamankan aset digital korban, tim SPKT juga membantu proses pemulihan akun. 


Setelah serangkaian verifikasi keamanan dan pengajuan kode OTP, akun WA korban berhasil direbut kembali dari pelaku dalam kurun kurang lebih tujuh jam.


Sementara itu, Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar menegaskan Polres Pacitan Polda Jatim berkomitmen melindungi masyarakat dari kejahatan siber yang semakin marak.


“Ini bukti komitmen kami. Masyarakat jangan ragu melapor jika menjadi korban atau mencurigai aktivitas digital mencurigakan,” ujarnya.


Kapolres Pacitan juga kembali mengingatkan warga agar lebih berhati-hati membuka tautan yang dikirim via pesan, meski berasal dari kontak yang dikenal. 


“Edukasi digital harus terus ditingkatkan. Waspada link dan file mencurigakan,” tambahnya. (*).

Polres Probolinggo Sidak Sejumlah SPBU Tindak Lanjuti Keluhan Warga Soal BBM Pertalite



PROBOLINGGO - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Probolinggo Polda Jawa Timur bergerak cepat menanggapi laporan masyarakat dan ramainya pemberitaan di media sosial terkait dugaan bahan bakar jenis Pertalite tercampur air di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). 


Pada Sabtu (1/11/2025), Satreskrim Polres Probolinggo Polda Jatim langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua lokasi, yakni SPBU Gending dan SPBU Semampir Kraksaan.


Langkah sigap ini dilakukan menyusul pemberitaan di media yang menyebut banyak sepeda motor di Probolinggo mogok usai mengisi BBM. 


Menindaklanjuti hal tersebut, tim Satreskrim segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan langsung. 


Petugas menggunakan pasta pendeteksi air (water-finding paste) untuk memastikan ada tidaknya kandungan air dalam bahan bakar. 


Pengecekan dilakukan di dispenser bahan bakar yang digunakan konsumen dan di tandon penyimpanan utama di masing-masing SPBU. 


Hasilnya, tidak ditemukan adanya indikasi air atau kontaminasi dalam bahan bakar Pertalite di kedua SPBU tersebut. Uji lapangan menunjukkan bahan bakar dalam kondisi normal dan layak pakai. 


Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif melalui Kasat Reskrim AKP Putra Adi Fajar Winarsa menegaskan bahwa SPBU Gending dan SPBU Semampir dinyatakan bersih dari dugaan pencampuran air ke dalam bahan bakar. 


“Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan adanya kandungan air dalam Pertalite. Kedua SPBU beroperasi sesuai standar, tidak ada pelanggaran,” kata AKP Putra, Sabtu (01/11/25). 


Meski hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi aman, Polres Probolinggo Polda Jatim memastikan pengawasan tetap diperketat. 


Tim penyelidik akan terus memantau dan melakukan sidak berkala ke SPBU-SPBU lain di wilayah hukum Polres Probolinggo guna memastikan kualitas bahan bakar terjaga dan tidak merugikan masyarakat. (*)

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Kota Wujudkan Pelayanan Prima bagi Masyarakat

 

Madiun, 


– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota kembali menggelar kegiatan “Polantas Menyapa” sebagai wujud nyata pelayanan prima kepada masyarakat. Kegiatan kali ini dilaksanakan pada Senin, 3 November 2025, dengan melibatkan personel Satlantas Polres Madiun Kota Aiptu Siswanto.


Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Siswanto melaksanakan pelayanan cek fisik kendaraan serta pemeriksaan proses perpanjangan lima tahunan kendaraan roda dua (R2). Pelayanan ini diberikan secara langsung kepada masyarakat yang datang ke ruang SATPAS Satlantas Polres Madiun Kota, dengan tujuan mempermudah dan mempercepat proses administrasi kendaraan bermotor.


Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari program Polantas Menyapa, di mana anggota Satlantas tidak hanya memberikan pelayanan administratif, tetapi juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya melakukan pengecekan fisik kendaraan secara berkala dan mematuhi ketentuan lalu lintas.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Satlantas dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.


“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui kegiatan seperti Polantas Menyapa, kami ingin menghadirkan polisi lalu lintas yang lebih dekat, responsif, dan siap membantu masyarakat dalam setiap kebutuhan pelayanan,” tegas AKP Nanang.


Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan dan kedekatan antara masyarakat dengan Polri, khususnya di bidang pelayanan lalu lintas. 

Dengan pelayanan yang cepat, ramah, dan transparan, diharapkan masyarakat merasa nyaman serta termotivasi untuk tertib dalam berlalu lintas.


Satlantas Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus berinovasi dan menghadirkan pelayanan terbaik, sejalan dengan semangat Presisi Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

Polantas Menyapa, Wujud Komitmen Satlantas Polres Madiun Kota Beri Pelayanan Terbaik

 

Madiun,


– Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Madiun Kota kembali melaksanakan kegiatan “Polantas Menyapa” sebagai bentuk kedekatan dan pelayanan prima kepada masyarakat. Kegiatan kali ini berlangsung di ruang SATPAS Satlantas Polres Madiun Kota, Senin (3/11).


Dalam kegiatan tersebut, Aiptu Andy selaku petugas Satlantas memberikan sosialisasi kepada para pengunjung yang sedang mengurus penerbitan SIM, BPKB, dan administrasi kendaraan bermotor lainnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberi penjelasan secara langsung mengenai mekanisme dan prosedur penerbitan BPKB, termasuk tahapan yang harus dilalui agar pelayanan dapat berjalan cepat, mudah, dan transparan.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan Polantas Menyapa merupakan bagian dari komitmen Satlantas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.


“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan administrasi, tetapi juga pemahaman yang benar tentang tata cara pengurusan dokumen kendaraan. Kegiatan sosialisasi ini adalah salah satu upaya kami untuk mewujudkan pelayanan yang humanis dan informatif,” ujar AKP Nanang.


Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin paham terhadap prosedur lalu lintas serta merasa lebih dekat dengan jajaran kepolisian, khususnya personel Satlantas Polres Madiun Kota.

Sabtu, 01 November 2025

Polisi Gelar Razia Pengemudi Usai Pesta Halloween di Surabaya, Antisipasi Laka Lantas

 


SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jatin menggelar razia di kawasan Jalan Gubernur Suryo pada Sabtu (1/11/2025) dini hari. 


Operasi ini bukan hanya memeriksa kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK, tetapi juga menyoroti kadar alkohol para pengemudi yang baru saja pulang dari pesta kostum seram.


Pantauan di lokasi menunjukkan petugas dari Satlantas Polrestabes Surabaya fokus menghentikan kendaraan roda empat yang melintas. 


Sejumlah pengemudi bahkan masih mengenakan atribut pesta Halloween lengkap dengan riasan wajah menyeramkan yang mulai luntur, tanda baru saja usai berpesta.


Razia berlangsung sejak pukul 00.55 hingga 02.00 WIB dan menghasilkan temuan mengejutkan. 


Polisi mendapati berbagai jenis minuman keras, mulai dari bir hingga arak, di beberapa kendaraan. 


Tak sedikit pula pengemudi yang terindikasi berada di bawah pengaruh alkohol.


Wakasatlantas Polrestabes Surabaya, Kompol Su’ud, menegaskan bahwa operasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi kecelakaan lalu lintas akibat pengaruh alkohol.


“Beberapa waktu lalu, ada kecelakaan tunggal yang ternyata pengemudinya dalam pengaruh alkohol. Makanya, malam ini kita gelar razia khusus mobil untuk tes kandungan alkohol,” ujar Kompol Su’ud.


Puluhan pengemudi menjalani pemeriksaan menggunakan alat breathalyzer. 


Dari sekitar 40 hingga 45 pengemudi yang diperiksa, mayoritas menunjukkan kadar alkohol 0,0. 


“Ada 40 sampai 45 pengemudi yang kita periksa. 90% menunjukkan 0,0 alkohol,” jelas Su’ud.


Namun, sekitar 10 persen pengemudi terdeteksi mengonsumsi alkohol meski dengan kadar rendah. 


Kepolisian memberikan teguran simpatik kepada mereka sebagai bentuk edukasi.


Di antara para pengemudi tersebut, satu orang dinyatakan positif dengan kadar alkohol 0,08. 


Polisi menilai kondisi tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan berkendara.


“Kita dapati satu pengemudi dengan kandungan alkohol 0,08. Ini sangat membahayakan! Kita langsung tilang dan antar pulang ke rumah. Kita pastikan sampai rumah dengan selamat, baru kita tilang berdasarkan Pasal 283,” ungkap Su’ud.


Selain menilang pengemudi tersebut, petugas juga menemukan sejumlah minuman keras di beberapa kendaraan. 


Barang bukti itu tidak seluruhnya disita karena sebagian merupakan bawaan kerja. 


“Tadi rekan-rekan juga memeriksa barang bawaan. Ada yang membawa bir karena profesinya di restoran. Ada juga arak yang kita tahan karena belum diminum,” tambahnya.


Kompol Su’ud menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah pre-emptive Polrestabes Surabaya untuk memberikan efek jera kepada masyarakat. 


Menurutnya, pesta boleh dilakukan, namun keselamatan di jalan raya harus tetap menjadi prioritas utama.


“Razia ini langkah awal untuk mengingatkan masyarakat. Kita juga akan berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya untuk memberikan penyuluhan di tempat-tempat hiburan malam. Boleh pesta, tapi keselamatan harus diperhatikan!” pungkasnya.


Razia pengemudi mabuk pasca Halloween di Surabaya menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya mengemudi di bawah pengaruh alkohol. 


Tindakan tegas dan humanis dari kepolisian menunjukkan komitmen dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, khususnya di momen-momen perayaan malam seperti Halloween. (*)

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Tinjau Kesiapan SPPG, Dukung Program Pemenuhan Gizi Nasional




TANJUNGPERAK – Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat, S.I.K., M.H bersama Kabag Log meninjau langsung kesiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim di Jl. Teluk Kumai Timur no 83-A Kelurahan Tanjung Perak , Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.


Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung program Pemenuhan Gizi Nasional, yang menjadi bagian dari implementasi kebijakan pemerintah pusat di Wilayah Kota Surabaya.


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak melihat langsung kondisi fasilitas, ketersediaan logistik, serta kesiapan personel yang akan mendukung pelaksanaan program di lapangan.


“Kesiapan fasilitas seperti SPPG ini penting agar pelayanan berjalan optimal dan tepat sasaran,” ujar AKBP Wahyu, Minggu (2/11).


Ia menegaskan Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim berkomitmen untuk mendukung penuh program pemerintah, termasuk upaya pemenuhan gizi masyarakat. 


Selain memastikan kesiapan teknis, AKBP Wahyu juga menekankan pentingnya sinergi antar instansi, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga unsur masyarakat, dalam menyukseskan program tersebut.


“Kami terus mendorong koordinasi lintas sektor agar pelaksanaan program ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi penerima manfaat nantinya, khususnya kelompok rentan gizi,” tambahnya.


Kapolres Pelabuhan Tanjungperak juga berpesan agar seluruh elemen pelaksana tetap menjaga kebersihan, ketertiban, serta memastikan keamanan di area pelayanan.


Melalui langkah ini, Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim menunjukkan dukungan aktif terhadap program-program sosial pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap program SPPG dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas gizi dan kesehatan warga Kota Surabaya,” pungkasnya. (*)

Polisi Bersama Pemkab Ponorogo Sidak Sejumlah SPBU Cek BBM Pertalite




PONOROGO - Antisipasi terhadap dugaan pencampuran air pada bahan bakar jenis Pertalite, Polres Ponorogo Polda Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Ponorogo, Jumat (31/10/2025).


Langkah ini merupakan upaya preventif menyusul munculnya laporan dari beberapa daerah di Jawa Timur terkait kendaraan bermotor yang mengalami masalah setelah mengisi Pertalite.


Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan melakukan pengecekan langsung di lapangan. 


Bahan bakar Pertalite diambil langsung dari nozzle dan ditampung menggunakan botol bening untuk melihat kejernihan sekaligus memastikan tidak ada indikasi campuran air.


Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, memastikan hasil pengecekan menunjukkan bahan bakar di SPBU Ponorogo dalam kondisi aman dan sesuai standar.


“Aman ini, bisa dilihat sendiri. Tidak ditemukan Pertalite yang tercampur air,” tegas AKP Imam Mujali.


Ia menambahkan, kegiatan pengecekan ini bukan karena adanya laporan dari masyarakat Ponorogo, melainkan bagian dari langkah antisipasi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan warga dalam menggunakan bahan bakar. 


“Alhamdulillah, hasilnya aman. Tidak ada campuran air. Warga tidak perlu khawatir, Insya Allah Pertalite di Ponorogo dalam kondisi baik,” ujarnya.


Selain pemeriksaan oleh aparat dan Pemkab, pihak pengelola SPBU juga telah menerapkan sistem kontrol internal secara rutin untuk menjaga kualitas bahan bakar yang disalurkan ke masyarakat.


Ditempat terpisah, Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu menegaskan, apabila di kemudian hari ditemukan laporan masyarakat terkait bahan bakar bermasalah, pihaknya siap menindaklanjuti dengan penyelidikan lebih mendalam. 


“Kami siap turun jika ada laporan masyarakat. Namun sejauh ini, tidak ditemukan adanya Pertalite yang terkontaminasi air,” pungkas Kapolres AKBP Andin. (*)