Cepat, Akurat dan terpercaya

Senin, 31 Agustus 2026

Bhabinkamtibmas Kanigoro Monitoring Perkembangan P2B Sawi Dukung Ketahanan Pangan 2026

 



KOTA MADIUN – Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Heru Budi Prasetyo, S.I.K., serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Madiun Kota AKBP Rizky Pratama W.P., S.H., S.I.K., M.Si., memerintahkan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun untuk melaksanakan monitoring perkembangan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tanaman sawi.


Kegiatan monitoring tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Polres Madiun Kota terhadap Program Ketahanan Pangan Tahun 2026. Dalam kegiatan itu, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan dan pemantauan terhadap perkembangan tanaman sawi yang dibudidayakan masyarakat.


Pemanfaatan lahan pekarangan melalui program P2B diharapkan dapat membantu meningkatkan ketersediaan pangan serta mendorong masyarakat untuk mengembangkan pertanian produktif di lingkungan masing-masing.


Polres Madiun Kota melalui peran aktif Bhabinkamtibmas akan terus mendukung dan mengawal program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.


#AstaCitaPresiden

#AstaCitaJatim

#SwasembadaPangan

#KetahananPanganPoldaJatim

#SDMPolri


@birosdmpoldajatim

@bidhumaspoldajatim

@poldajatim

@polresmadiunkota

Satgas Pangan Polresta Sidoarjo Sidak Pasar, Pastikan Pasokan Bahan Pokok Aman dan Stabil*

 *

SIDOARJO – Satgas Pangan Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar inspeksi mendadak (sidak) untuk memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Pasar Larangan, Sidoarjo, pada Senin (31/8/2026).


Kegiatan yang menggandeng Kepala Pasar Larangan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi gangguan distribusi maupun lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.


Dalam peninjauan tersebut, petugas berdialog langsung dengan sejumlah pedagang demi memastikan pasokan komoditas penting tetap terjaga.


Kasatgas Pangan Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Sahat Radot Siburian, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melakukan monitoring secara berkala guna mengawal kondisi pangan di wilayahnya.


"Sidak ini bertujuan untuk mengetahui riil kondisi stok dan harga di lapangan. Kami ingin mengantisipasi sejak awal jika ada kendala distribusi yang bisa mengganggu pemenuhan kebutuhan masyarakat," ujar Iptu Sahat.


Dari hasil pantauan langsung di lapangan, petugas memastikan bahwa stok berbagai komoditas pangan penting dalam kondisi aman. 


Pergerakan harga di tingkat pedagang juga terpantau stabil tanpa adanya lonjakan yang signifikan.


Selain memantau harga, Satgas Pangan juga memperkuat koordinasi dengan pengelola pasar dan asosiasi pedagang. 


Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan iklim perdagangan yang sehat, menjaga stabilitas harga, serta menjamin masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan aman dan terjangkau. (*)

Polres Bojonegoro Perkuat Sinergi Harkamtibmas, Gelar Doa Bersama Komunitas Ojol

 *



BOJONEGORO – Polres Bojonegoro Polda Jatim terus mengedepankan pendekatan humanis dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 


Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Cangkrukan dan Doa Bersama bersama Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu di halaman Gedung Serbaguna, Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro Kota, Jumat (28/8/2026) pekan lalu.


Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Bojonegoro Kompol Ferry Dharmawan, para Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu Suwito, serta puluhan anggota ojek online.


Suasana penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan yang menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara kepolisian dengan komunitas ojol dalam menjaga kondusivitas.


Dalam sambutannya, Kompol Ferry Dharmawan menyampaikan amanah dari Kapolres Bojonegoro, AKBP Yenni Diarty yang memberi apresiasi kepada seluruh anggota komunitas ojol yang telah meluangkan waktu untuk hadir. 


Kompol Ferry mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi sarana membangun komunikasi dua arah yang efektif antara Polri dan masyarakat, sehingga setiap persoalan maupun potensi gangguan keamanan dapat dideteksi dan diantisipasi sejak dini.


Kompol Ferry juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


"Rekan - rekan Ojol yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjangkau berbagai wilayah, memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," ungkap Kompol Ferry.


Pada kesempatan tersebut, Wakapolres Bojonegoro mengimbau para pengemudi ojek online agar tidak ragu melaporkan setiap aktivitas yang diduga melanggar hukum maupun berpotensi mengganggu keamanan melalui layanan Call Center Polri 110.


Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi akan mempercepat langkah kepolisian dalam melakukan pencegahan maupun penanganan sehingga potensi gangguan keamanan dapat diminimalkan sedini mungkin.


Sebagai bentuk ikhtiar bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama untuk memohon keselamatan, kedamaian, serta keberkahan bagi Kabupaten Bojonegoro. 


Momentum tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus harapan agar sinergi antara Polri dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga persatuan dan stabilitas keamanan.


Sementara itu, Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, yang akrab disapa Wio, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Bojonegoro Polda Jatim yang terus membangun komunikasi dengan komunitas ojol. 


Menurut Wito, kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa Polri hadir sebagai mitra masyarakat yang terbuka terhadap masukan dan siap berkolaborasi dalam menjaga keamanan.


"Kami siap mendukung dan menyukseskan setiap program Polres Bojonegoro. Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu juga siap menjadi mitra kepolisian dengan memberikan informasi apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas," ujar Wito.


Komunitas Ojol berharap sinergi ini terus terjaga sehingga Bojonegoro tetap aman, bahagia, makmur, dan menjadi daerah yang membanggakan bagi seluruh masyarakat. (*)

Polres Ngawi Ingatkan Konsekuensi Hukum Bagi Pembakar Lahan

 *


NGAWI, — Memasuki musim kemarau, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi Polda Jatim mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, hutan, sisa tanaman, maupun sampah. 


Langkah antisipasi ini diambil karena kondisi cuaca yang kering membuat api lebih mudah menyebar dan berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Ngawi.


Kapolres Ngawi,AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si menekankan bahwa pencegahan karhutla memerlukan kepedulian bersama dari seluruh elemen masyarakat. 


AKBP Prayoga menyebut, selain mengancam kelestarian lingkungan, kabut asap yang ditimbulkan dari pembakaran juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mencemari udara, serta merusak kesuburan tanah.


"Tindakan pembakaran lahan secara sengaja atau akibat kelalaian juga dipastikan memiliki konsekuensi hukum yang berat," tegas AKBP Prayoga, Selasa (1/9/2026)


Aturan tersebut lanjut AKBP Prayoga secara tegas diatur dalam Pasal 108 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.


"Jangan sampai karena kelalaian atau kesengajaan membakar lahan justru menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan. Mari kita cegah karhutla bersama-sama," ujar AKBP Prayoga.


Guna mengoptimalkan pengawasan di lapangan, Polres Ngawi Polda Jatim mengajak warga untuk segera melaporkan jika menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan atau potensi titik api. 


Laporan masyarakat dapat disampaikan secara cepat melalui Call Center 110 bebas pulsa, layanan WhatsApp di nomor 082230110110, atau melalui kontak SPKT Polres Ngawi di nomor 0351-749510 dan 085236087800. (*)

Minggu, 30 Agustus 2026

Polsek Taman Monitoring Lahan Jagung, Dukung Program Ketahanan Pangan dan Swasembada Pangan 2026

 



KOTA MADIUN – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan dan mewujudkan Swasembada Pangan Tahun 2026, jajaran Polsek Taman Polres Madiun Kota melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan pertanian Jalan Serayu, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun.


Kegiatan tersebut dilaksanakan menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol. Heru Budi Prasetyo, S.I.K., serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim.


Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolres Madiun Kota AKBP Rizky Pratama W.P., S.H., S.I.K., M.Si., memerintahkan Kanit Binmas Polsek Taman AKP Winarno bersama anggota, yakni Ps. Panit Binmas Aiptu Haryanto dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Pandean Bripka Hari Poerwanto, untuk melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung.


Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi dan perkembangan tanaman jagung guna memastikan pertumbuhannya berjalan dengan baik. Monitoring ini juga merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.


Selain melakukan pemantauan, kegiatan tersebut menjadi wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam memberikan dukungan dan pendampingan terhadap pemanfaatan lahan produktif, khususnya sektor pertanian.


Melalui kegiatan monitoring secara berkelanjutan, diharapkan kondisi tanaman jagung dapat terus terpantau, produktivitas pertanian semakin meningkat, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional Tahun 2026.


Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus bersinergi dengan masyarakat dan seluruh pihak terkait dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan.


Kegiatan serupa sebelumnya juga dilaksanakan jajaran Polres Madiun Kota sebagai bagian dari monitoring berkelanjutan terhadap pertumbuhan jagung di wilayah Kota Madiun.


(Humas Polres Madiun Kota)


#astacitapresiden

#astacitajatim

#swasembadapangan

#ketahananpanganpoldajatim

#ssdmpolri

@birosdmpoldajatim

@bidhumaspoldajatim

@poldajatim

@polresmadiunkota

Kapolri: NKRI Rumah Bersama, Setiap Anak Bangsa Punya Ruang untuk Berkarya

 **


*Solo* - Kapolri menegaskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan rumah bersama yang memberikan ruang bagi setiap anak bangsa untuk mengambil peran dan berkontribusi bagi kemajuan negara.


Pesan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus bersilaturahmi dengan keluarga besar Garda Satya NKRI, Minggu (30/8/2026).


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan dan menyatakan ikrar setia kepada NKRI. Melalui wadah tersebut, mereka berkomitmen mengambil peran positif dalam memelihara kamtibmas, menjaga persatuan, serta berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


“Kita memiliki rumah bersama bernama NKRI, dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang menata kembali langkah, serta membangun masa depan bangsa,” ujar Kapolri.


Kapolri mengatakan keberagaman agama, suku, budaya, daerah, maupun latar belakang merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dirawat.


Menurutnya, persatuan menjadi modal utama untuk membawa Indonesia semakin kuat, maju, dan disegani.


Kapolri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian nyata, baik bagi keluarga, lingkungan, maupun bangsa dan negara.


Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh sehingga setiap anak bangsa dapat mengambil bagian dalam menjaga persatuan, memelihara kamtibmas, serta mendukung pembangunan nasional.

Sejak 27 Agustus, 200 Perwira dan Bhabin Bergerak Cegah Karhutla, dari Edukasi hingga Shalat Istisqa

 *


JAKARTA, 31 Agustus 2026 — Polri terus bergerak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari hulu. Sejak 27 Agustus 2026, 200 peserta didik Polri bersama Bhabinkamtibmas telah diterjunkan ke empat Polda prioritas untuk menjangkau masyarakat secara langsung.


Mereka bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, memberikan bantuan kemanusiaan, memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan berbagai pihak, hingga membantu penanganan titik api. Di tengah kemarau, pendekatan spiritual juga dilakukan bersama masyarakat melalui Shalat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.


Kegiatan ini tidak berhenti pada satu lokasi. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga di wilayah rawan karhutla sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.


Kalbar Jadi Salah Satu Contoh Paling Masif


Kalimantan Barat menjadi salah satu gambaran kuat pelaksanaan Satgas Edukasi Polri. Sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.


Terdiri dari 68 mahasiswa S2 PTIK, 7 Serdik Sespimma dan 29 siswa Setukpa, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan.


Sebanyak 55 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan dan sosialisasi dialogis. Kegiatan lainnya meliputi 16 koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 7 bantuan fisik lapangan dan pemadaman, serta 3 kegiatan spiritual dan kultural.


Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas mendatangi warga secara door-to-door, memberikan edukasi bahaya pembakaran lahan, membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan, hingga membantu penanganan titik api.


Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut turut mendorong deklarasi komitmen warga dan komponen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.


Kalteng: Edukasi Berjalan Bersama Pemadaman


Di Kalimantan Tengah, 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran.


Sebanyak 27 kegiatan telah dilakukan, terdiri dari 16 edukasi, penyuluhan dan imbauan, 7 pemetaan hotspot dan koordinasi lintas instansi, serta 4 kegiatan bantuan pemadaman.


Di lapangan, peserta didik bersama jajaran kewilayahan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla, dampak kesehatan dan konsekuensi hukum, sekaligus membantu ketika ditemukan titik api.


Sumsel: Menjangkau Kelompok Tani hingga Rumah Ibadah


Di Sumatera Selatan, 38 peserta didik bergerak di 9 wilayah Polres jajaran dan telah melaksanakan 41 kegiatan.


Sebanyak 19 kegiatan berupa edukasi, penyuluhan dan imbauan langsung. Edukasi dilakukan melalui door-to-door, kelompok tani, rumah ibadah hingga talkshow radio.


Satgas juga membagikan masker, bantuan sembako, memasang poster dan membagikan pamflet, melakukan pengecekan hotspot, mengecek kesiapan peralatan pemadaman serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.


Kaltim: Edukasi hingga Shalat Istisqa


Di Kalimantan Timur, 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.


Sebanyak 16 kegiatan telah dilakukan, termasuk 7 edukasi dan penyuluhan, 3 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, 3 kegiatan spiritual dan doa bersama, serta 3 kegiatan sinergitas instansi dan peningkatan kapasitas personel.


Untuk pendekatan spiritual, Satgas bersama unsur pemerintah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara, dan wilayah Berau.


Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta mengenai pemetaan wilayah rawan dan langkah mitigasi karhutla.


175 Kegiatan, 97 di Antaranya Edukasi dan Penyuluhan


Secara keseluruhan, rekapitulasi empat Polda mencatat 175 kegiatan lapangan yang telah dilaksanakan.


Dari jumlah tersebut, 97 kegiatan merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.


Rinciannya:


* Kalbar: 104 personel — 91 kegiatan — 55 edukasi/penyuluhan;

* Kalteng: 48 personel — 27 kegiatan — 16 edukasi/penyuluhan;

* Sumsel: 38 personel — 41 kegiatan — 19 edukasi/penyuluhan;

* Kaltim: 10 personel — 16 kegiatan — 7 edukasi/penyuluhan.


Karo Penmas: Terus Bergerak Menjangkau Warga


Karo Penmas Polri menegaskan bahwa pengerahan peserta didik merupakan bagian dari upaya Polri merespons ancaman karhutla secara cepat dan menyeluruh.


“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya.”


Menurutnya, bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.


“Ada yang bergerak dari pintu ke pintu memberikan edukasi, membagikan masker, membantu masyarakat, melakukan pemetaan, membantu penanganan titik api, sampai bersama masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa di Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Berau. Semua dilakukan karena Polri ingin hadir secara nyata di tengah masyarakat.”


Karo Penmas menambahkan, kegiatan tersebut belum berhenti.


“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla. Semakin dekat kita dengan masyarakat, semakin cepat kita membangun kesadaran dan mendeteksi potensi kebakaran.”


Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat.


“Masyarakat adalah bagian dari garda terdepan pencegahan. Satu warga yang memilih tidak membakar lahan, satu informasi yang cepat disampaikan dan satu titik api yang segera dilaporkan dapat mencegah kebakaran menjadi lebih besar.”


Polri memastikan edukasi dan pembinaan masyarakat berjalan beriringan dengan deteksi dini, pemetaan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman dan penegakan hukum.


Polri mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.


Dari pintu ke pintu hingga rumah ibadah, dari membagikan masker hingga membantu memadamkan api, Polri terus bergerak bersama masyarakat.


Bukan sekadar datang. Tetapi terus menjangkau, mencegah dan menjaga agar karhutla tidak meluas

Terapi Ling Tien Kung: Cara Unik Bhabinkamtibmas Polres Blitar Bikin Warga Makin Sehat dan Kompak*

 *


BLITAR – Komitmen jajaran Polres Blitar Polda Jatim untuk hadir di tengah masyarakat terus dilakukan. Bukan hanya dalam hal penegakan hukum atau jaga keamanan masyarakat, namun juga peduli kesehatan warga di wilayah hukumnya.


Jika biasanya kepolisian identik dengan patroli keamanan, kali ini Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder Kecamatan Lodoyo Timur Polres Blitar justru turun ke lapangan untuk memimpin latihan gerak terapi Ling Tien Kung.


Kegiatan yang dilaksanakan halaman Polsek Lodoyo Timur ini selain membangun kedekatan dengan masyarakat juga sebagai sarana menjaga kebugaran dan kesehatan warga.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedungbunder memberikan pelatihan gerakan terapi Ling Tien Kung kepada warga masyarakat khususnya pada lansia.


Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution melalui Kapolsek Lodoyo Timur AKP Nur Wasis menyampaikan, kegiatan Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat merupakan bagian dari upaya Polres Blitar Polda Jatim untuk hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memberikan manfaat positif bagi warga.


“Melalui kegiatan yang bersifat positif dan bermanfaat, diharapkan kedekatan serta kepercayaan masyarakat kepada Polri semakin meningkat,” AKP Nur Wasis, Minggu (30/8/2026).


Menurut AKP Nur Wasis, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga diharapkan dapat semakin memperkuat komunikasi serta menciptakan hubungan yang harmonis dan kondusif.


Kegiatan olahraga dan terapi bersama tersebut juga mendapat antusias dari masyarakat, khususnya warga lanjut usia. 


Dengan dilakukan secara rutin dan sesuai kemampuan masing-masing, kegiatan ini diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan semangat beraktivitas, serta mendukung pola hidup sehat.


"Polres Blitar berkomitmen untuk terus mendorong jajaran Bhabinkamtibmas agar aktif hadir di tengah masyarakat, membangun komunikasi, serta menciptakan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga," pungkas AKP Nur Wasis. (*)

Kapolri: Garda Satya NKRI Jadi Mitra Polri Jaga Kamtibmas dan Keutuhan Bangsa*

 *



Jakarta – Kapolri menegaskan Garda Satya NKRI memiliki peran penting sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), merawat persatuan, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri bersama Garda Satya NKRI, Minggu (30/8/2026), yang mengangkat tema “Bersama Umat Membangun Indonesia.”


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.


Kapolri mengatakan keputusan para anggota Garda Satya NKRI untuk meneguhkan komitmen kepada NKRI merupakan langkah yang mulia, berani, dan dilandasi semangat kebangsaan. Negara, menurutnya, memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk melangkah ke depan.


Ia menilai semangat, militansi, kedisiplinan, keberanian, dan kekompakan yang dimiliki Garda Satya NKRI dapat diarahkan menjadi kekuatan positif bagi bangsa.


“Keputusan untuk mengabdi sebagai Garda Satya NKRI merupakan panggilan nurani untuk menjadi garda yang senantiasa setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” demikian disampaikan Kapolri dalam sambutannya.


Dengan modal tersebut, Garda Satya NKRI diharapkan mampu mengambil bagian dalam merawat persatuan, menjaga keamanan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.


Kapolri juga menekankan bahwa peran Garda Satya NKRI tidak berhenti pada komitmen kebangsaan. Organisasi tersebut diharapkan terus hadir sebagai mitra Polri dan pemerintah dalam menjaga kamtibmas, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional.


Ketika bangsa menghadapi situasi yang membutuhkan kontribusi berbagai elemen masyarakat, Garda Satya NKRI juga diharapkan siap berdiri bersama Polri dan seluruh komponen bangsa.


“Termasuk ketika bangsa dan negara menghadapi situasi yang membutuhkan peran saudara-saudara, saya berharap Garda Satya NKRI siap hadir bersama Polri dan seluruh komponen bangsa sebagai bagian dari garda penjaga NKRI,” ujar Kapolri.


Peran tersebut diarahkan untuk menjaga masyarakat sekaligus melindungi kepentingan bangsa dan negara.


Selain menjaga keamanan, anggota Garda Satya NKRI didorong mengambil peran produktif sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.


Menurut Kapolri, ketangguhan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemampuannya menghadapi ancaman, tetapi juga oleh kemandirian masyarakat, kekuatan ekonomi serta kokohnya persatuan dan kesatuan.


Kapolri menambahkan, Polri berkomitmen untuk terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan.


Menurutnya, kepercayaan dan persaudaraan yang telah terbangun harus terus dirawat dan diperkuat. Hubungan antara Polri dan Garda Satya NKRI bukan sekadar hubungan sesaat, melainkan persaudaraan jangka panjang dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan saduluran saklawase, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.


Kapolri berharap Garda Satya NKRI terus berkembang menjadi wadah yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kekuatan bangsa dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia.




Garda Satya NKRI Siap “Satya Haprabu”, Teguhkan Pengabdian untuk Bangsa dan Negara*

 *


Solo – Keluarga besar *Garda Satya NKRI* menyatakan kesiapan untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara dengan semangat *“Satya Haprabu”*.


Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan *Syukuran Kemerdekaan RI Ke-81 dan Silaturahmi Kapolri dengan Garda Satya NKRI* bertema *“Bersama Umat Membangun Indonesia”* di Solo, Minggu (30/8/2026).


Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah *meneguhkan komitmen kebangsaan, menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)*, serta berkomitmen mengambil peran positif sebagai bagian dari barisan terdepan dalam memelihara Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI di bawah koordinasi Polri.


Semangat *“Satya Haprabu”* menjadi cerminan tekad Garda Satya NKRI untuk menjaga komitmen kebangsaan dan mengarahkan semangat pengabdian pada berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa *setiap anak bangsa memiliki ruang dan kesempatan untuk berperan serta membangun masa depan Indonesia*.


“Kita memiliki rumah bersama bernama NKRI, dengan pintu yang selalu terbuka bagi setiap anak bangsa untuk berperan dan berjuang menata kembali langkah, serta membangun masa depan bangsa,” ujar Kapolri.


Menurut Kapolri, komitmen terhadap NKRI perlu diwujudkan melalui berbagai kontribusi positif, mulai dari *menjaga Kamtibmas, merawat persatuan, hingga mendukung kegiatan sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat*.


Garda Satya NKRI juga didorong untuk terus mengembangkan perannya melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk penguatan ekonomi keluarga, ketahanan pangan, kewirausahaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan.


Kapolri berharap semangat dan kekompakan keluarga besar Garda Satya NKRI dapat menjadi *kekuatan positif yang memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat*.


Komitmen tersebut sejalan dengan tema *“Bersama Umat Membangun Indonesia”*, yang menegaskan bahwa pembangunan bangsa membutuhkan kebersamaan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.


Kapolri juga menegaskan bahwa *Polri akan terus menjaga kebersamaan dan mendampingi keluarga besar Garda Satya NKRI dalam setiap langkah positif ke depan*.


“Karena bagi saya, persaudaraan yang telah kita bangun bukanlah persaudaraan sesaat, melainkan *saduluran saklawase*, persaudaraan yang senantiasa kita jaga dalam memberikan pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kapolri.


Dengan semangat *“Satya Haprabu”*, Garda Satya NKRI diharapkan terus memperkuat komitmen kebangsaan serta menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat, sekaligus ikut menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.

Polres Lumajang Tangani Karhutla di Ranu Kembang dan Ledok Bedor,172 Pendaki Dievakuasi*

 *


LUMAJANG – Polres Lumajang Polda Jawa Timur bersama tim gabungan begerak cepat melakukan upaya pemadaman kawasan Ranu Kembang Lumajang.


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang tersebut terpantau belum sepenuhnya padam hingga Minggu (30/8/2026).


Dengan alat manual, puluhan personel Polres Lumajang Polda Jatim bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, dua titik api di kawasan Ranu Kembang Gunung Semeru yang menyebabkan Karhutla tersebut diketahui terjadi sejak Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.


"Terdapat dua lokasi titik api di kawasan Ranu Kembang tepatnya di Blok Ayek-Ayek, serta kawasan Ledok Bedor yang berada di perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani," terang AKBP Riki, Minggu (30/8/2026).


Menurut AKBP Riki dua lokasi karhutla tersebut kini menjadi fokus penanganan petugas. Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik berada di arah Jantur menuju kawasan B29.


“Untuk api di dua lokasi sampai saat ini masih menyala dan belum padam. Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,” jelasnya.


AKBP Riki mengatakan, di Ledok Bedor petugas menghadapi medan terjal, angin, serta lokasi kebakaran yang terbagi menjadi tiga titik. 


"Petugas harus menunggu satu titik api padam sebelum dapat melanjutkan penanganan ke titik berikutnya," ujar AKBP Riki.


Upaya yang dilakukan petugas saat ini selain pemadaman juga membuat sekat untuk menghambat pergerakan api.


"Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan batang atau ranting pohon untuk memukul api yang membakar vegetasi," tambah AKBP Riki.


Kapolres Lumajang mengungkapkan, medan yang berat menjadi salah satu kendala utama di kawasan Ranu Kembang yang sulit dijangkau. 


“Kondisi di Ranu Kembang cukup sulit dijangkau. Api juga terus membesar, sehingga petugas terkendala untuk menuju lokasi,” ujar AKBP Riki.


Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo telah berhasil dievakuasi. Seluruh pendaki dilaporkan dalam kondisi selamat.


“Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan ditutup total,” tegas AKBP Riki. (*)

Sabtu, 29 Agustus 2026

Dukung Swasembada Pangan 2026, Bhabinkamtibmas Polsek Taman Monitor Pertumbuhan Jagung

 


KOTA MADIUN – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional Tahun 2026, Polres Madiun Kota terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap perkembangan tanaman pangan di wilayah hukumnya.


Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol. Heru Budi Prasetyo, S.I.K. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Madiun Kota AKBP Rizky Pratama W.P., S.H., S.I.K., M.Si. memerintahkan jajaran untuk terus melaksanakan monitoring dan pendampingan program ketahanan pangan.


Sebagai tindak lanjut, Bhabinkamtibmas Kelurahan Taman Polsek Taman Polres Madiun Kota, Aiptu Tony Hartoyo, melaksanakan monitoring pertumbuhan tanaman jagung di lahan yang berada di sebelah selatan Jalan Ciliwung, Kelurahan Taman, Kota Madiun.


Monitoring tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi tanaman jagung serta memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.


Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah, kelompok tani, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga serta meningkatkan produktivitas sektor pertanian.


Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus mendukung dan mengawal program ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan swasembada pangan Tahun 2026 serta mendukung program Asta Cita Presiden.


#astacitapresiden

#astacitajatim

#swasembadapangan

#ketahananpanganpoldajatim

#ssdmpolri

@birosdmpoldajatim

@bidhumaspoldajatim

@poldajatim

@polresmadiunkota

Cegah Karhutla Sebelum Api Menyala, 198 Peserta Didik Polri Turun Edukasi Masyarakat

 

JAKARTA, 29 Agustus 2026 — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dilakukan ketika api sudah berkobar. Polri bergerak dari hulu dengan mengedepankan 198 peserta didik SIP/Setukpa, Sespimma, dan mahasiswa S2 STIK untuk turun langsung memberikan penyuluhan kepada masyarakat di empat wilayah prioritas.


Para peserta didik tersebut hadir untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, memahami bahaya karhutla, serta ikut menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.


Sebanyak 198 personel ditempatkan di empat Polda prioritas, yaitu:


• Polda Kalimantan Barat — 103 personel

• Polda Kalimantan Tengah — 48 personel

• Polda Kalimantan Timur — 10 personel

• Polda Sumatera Selatan — 37 personel


Di lapangan, para peserta didik berkoordinasi dengan jajaran Polda, Polres, dan Bhabinkamtibmas. Mereka mendatangi masyarakat, berdialog, memberikan pembinaan, serta menyampaikan edukasi mengenai bahaya dan pencegahan karhutla.


Masyarakat diajak memahami bahwa pembakaran lahan dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari gangguan kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga kerugian sosial dan ekonomi. Karena itu, pengelolaan lahan harus dilakukan dengan cara yang aman dan tidak menggunakan api.


Pengerahan tersebut merupakan bagian dari rencana penugasan total 403 peserta didik ke sejumlah wilayah prioritas. Sebanyak 198 personel telah diberangkatkan, sementara peserta didik lainnya masih menunggu pemberangkatan untuk memperkuat upaya pencegahan melalui penyuluhan dan peningkatan kesadaran masyarakat.


Mencegah Api dari Hulu


Polri menilai pencegahan karhutla harus dimulai dari kesadaran masyarakat. Penyuluhan dilakukan secara langsung dan persuasif dengan melibatkan warga, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.


Pesan yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi wilayah dan karakteristik masyarakat setempat. Masyarakat tidak hanya diingatkan mengenai larangan membakar lahan, tetapi juga diajak memahami dampak yang dapat ditimbulkan apabila api tidak terkendali.


Karo Penmas Polri mengatakan, pengerahan peserta didik merupakan langkah strategis untuk memperkuat pencegahan karhutla.


> **“Dari total 403 peserta didik, sebanyak 198 personel telah diberangkatkan ke lokasi prioritas. Mereka bertugas memberikan penyuluhan dan membangun kesadaran masyarakat agar pencegahan karhutla dilakukan sejak dari hulu.”**


Menurutnya, pencegahan tidak boleh menunggu hingga api muncul. Masyarakat perlu memiliki pengetahuan dan kepedulian agar potensi kebakaran dapat dicegah sedini mungkin.


> **“Karhutla tidak bisa menunggu. Kesadaran masyarakat harus dibangun sebelum api muncul. Karena itu, peserta didik hadir langsung di tengah masyarakat untuk mengingatkan agar pembukaan lahan tidak dilakukan dengan cara membakar.”**


Kalteng Perkuat Edukasi di Tingkat Masyarakat


Salah satu wilayah yang mendapat penguatan kegiatan penyuluhan adalah Kalimantan Tengah. Personel Polri bersama jajaran kewilayahan memberikan pembinaan kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Katingan.


Kegiatan tersebut diarahkan untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla.


Selain memberikan edukasi, personel Polri tetap melakukan pemantauan, deteksi dini, penanganan, dan pemadaman api di lapangan. Penegakan hukum juga dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan sesuai ketentuan yang berlaku.


Polri menegaskan, penanganan karhutla dilakukan secara menyeluruh. Upaya tersebut mencakup pencegahan, edukasi, pemantauan, penanganan, pemadaman, hingga penegakan hukum.


Namun, pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat tetap menjadi kunci agar kebakaran tidak terjadi dan tidak meluas.


Bagi masyarakat, pesan Polri sederhana: jangan membuka lahan dengan cara membakar, pahami bahaya karhutla, segera laporkan apabila melihat potensi kebakaran, dan ikut menjaga lingkungan.


Melalui pengerahan 198 peserta didik, Polri mendorong masyarakat menjadi garda terdepan dalam mencegah karhutla sebelum api menyala.

Polri: Penyampaian Aspirasi Dihormati, Tindakan Anarkis Tidak Dapat Dibenarkan

 

JAKARTA – Dalam melakukan pelayanan terhadap pengawalan kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat di depan Gedung MPR/DPR RI pada Kamis (27/8/2026) di Jakarta. Polri mengedepankan pendekatan humanis dan bertahap dengan tetap memperhatikan ketertiban, keamanan serta kepentingan masyarakat lainnya. Setelah kegiatan penyampaian aspirasi dari AMPB Pati selesai, situasi di lokasi sempat mengalami peningkatan eskalasi pada Kamis (27/8/2026) sore menjelang malam hari.


Massa pendemo dari berbagai elemen masih berdatangan dan sebagian tidak lagi menyampaikan aspirasinya. Situasi kemudian disertai percobaan merusak dan mendorong pagar utama Gedung MPR/DPR RI serta pembakaran di pintu gerbang. Polri sebelumnya telah memberikan peringatan agar massa tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang mengarah pada pengerusakan.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, pelaksanaan penyampaian pendapat di muka umum memiliki ketentuan waktu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, sehingga ketika situasi telah memasuki malam hari, Polri mempertimbangkan kepentingan masyarakat secara lebih luas.


“Polri telah memberikan peringatan untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan-tindakan berupa pengerusakan. Setelah melihat eskalasi dan mempertimbangkan waktu pelaksanaan yang sudah memasuki malam hari, sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, serta untuk menjamin aktivitas masyarakat umum tidak dirugikan, Polri mengambil langkah pendekatan secara bertahap,” ujar Kombes Pol. Budi Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (27/8/2026).


Sekitar pukul 19.00 WIB, Polri kemudian melakukan tindakan soft approach berupa penyiraman air menggunakan water cannon untuk membubarkan massa yang masih melakukan tindakan perusakan dan mengganggu ketertiban di sekitar lokasi.


Menurut Budi, tindakan perusakan terhadap fasilitas umum dapat mengganggu ketertiban dan keteraturan sosial serta berdampak terhadap aktivitas dan pelayanan masyarakat.


“Tindakan perusakan tentunya dapat merusak ketertiban dan keteraturan sosial. Hal ini sangat merugikan karena ketika fasilitas umum dirusak, pada akhirnya dapat menyebabkan terganggunya pelayanan kepada masyarakat umum,” jelasnya.


Budi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah bekerja sama dan turut berpartisipasi menjaga keamanan serta ketertiban selama rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bekerja sama dan turut berpartisipasi menjaga keamanan dan ketertiban. Kami jg mohon maaf jika aktifitas masyarakat sedikit terganggu dan teralihkan semua karena keamanan dan kenyamanan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat yang masih berada di sekitar lokasi untuk dapat kembali ke rumah masing-masing, berkumpul bersama keluarga yang telah menunggu dan kembali beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya.


Budi juga mengimbau para orang tua untuk memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anaknya agar tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Menurutnya, peran orang tua sangat penting dalam menjaga keselamatan sekaligus masa depan anak.


“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu para orang tua diharapkan membimbing dan mengedukasi anaknya untuk kepentingan masa depan dan keselamatan anak," tuturnya.


Ia menegaskan, Polri tetap berkomitmen menjaga dan memelihara ketertiban masyarakat, sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat.


“Polri berkomitmen untuk menjaga dan memelihara ketertiban masyarakat, memberikan perlindungan serta pelayanan. Polri tetap mengedepankan pendekatan yang terukur dengan mengutamakan keamanan dan kepentingan masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Polres Ponorogo Rangkul Komunitas Ojol Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

 *

PONOROGO – Polres Ponorogo Polda Jawa Timur terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).


Terbaru, Polres Ponorogo Polda Jatim merangkul ratusan driver ojek online (ojol) dalam acara Silaturahmi dan Doa Bersama yang digelar di Masjid Uswatun Hasanah Polres Ponorogo, Jumat (29/8) malam.


Acara yang berlangsung penuh keakraban tersebut dihadiri sekitar 100 driver ojol. Mereka disambut langsung oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, S.I.K., M.H., bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Ponorogo.


Kegiatan dimulai dengan ibadah Salat Isya berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan doa dan tahlil bersama. 


Suasana cair dan hangat begitu terasa saat Kapolres Ponorogo dan para driver ojol duduk setara untuk ramah tamah dan makan bersama.


Dalam momen ini, para pengemudi ojol juga memanfaatkan ruang dialog untuk menyampaikan harapan mereka. 


Para driver ojol mendoakan agar situasi bangsa tetap kondusif dan para pemimpin selalu amanah dalam menjalankan tugas.


Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo menyatakan bahwa komunitas driver online memiliki posisi yang sangat strategis. 


Pasalnya, profesi mereka menuntut interaksi langsung dengan berbagai lapisan masyarakat setiap harinya di jalanan.


"Kami ingin Polres Ponorogo hadir untuk bersama-sama membangun komunikasi, silaturahmi, dan persaudaraan, bukan hanya saat ada masalah atau pelayanan saja," kata AKBP Andin.


Ia juga mengimbau para driver ojol agar tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks yang beredar di media sosial.


"Mari kita jaga Ponorogo dengan semangat guyub, rukun, dan saling menghormati," tegas AKBP Andin.


Langkah humanis Polres Ponorogo Polda Jatim ini mendapat respons positif dari komunitas siber setempat. 


Ketua Wadah Antar Rider Online Kota Ponorogo (WAROK), Hendro Cahyono, mengapresiasi keterbukaan polri dalam menyediakan ruang komunikasi bagi para driver.


"Kegiatan seperti ini membuat hubungan antara mitra ojol dan kepolisian menjadi semakin solid dan tanpa jarak," ungkapnya.


Acara ini ditutup dengan sesi foto bersama, menandai komitmen kuat kolaborasi antara Polres Ponorogo Polda Jatim dan komunitas ojol demi mewujudkan wilayah yang aman dan nyaman. (*)

Kapolda Jatim Buka Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026, Dorong Sportivitas dan Ekonomi Pasuruan*

 *

PASURUAN – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si. secara resmi membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (29/8/2026).


Ajang otomotif berskala nasional tersebut diikuti sekitar 100 pembalap yang terbagi dalam 15 kelas kompetisi dan berasal dari berbagai daerah di Indonesia.


Dalam sambutannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, kepercayaan kepada Jawa Timur sebagai tuan rumah Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah.


Menurut Irjen Nanang, kejuaraan tersebut bukan sekadar kompetisi untuk menguji kemampuan dan ketangkasan para pembalap, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sportivitas, disiplin dan budaya keselamatan.


“Para pembalap yang hadir dari berbagai daerah membawa semangat kompetisi dan sportivitas. Saya berharap seluruh peserta dapat memberikan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi fair play dan mengutamakan keselamatan,” ujar Irjen Nanang.


Kapolda Jatim mengatakan, penyelenggaraan Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally juga diharapkan memberikan multiplier effect bagi masyarakat dan perekonomian daerah.


Kehadiran peserta, tim, ofisial maupun masyarakat yang menyaksikan kejuaraan turut mendorong aktivitas sektor perhotelan, pelaku UMKM, kuliner serta pariwisata di Pasuruan dan sekitarnya.


“Event olahraga seperti ini kita harapkan tidak hanya melahirkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta ikut menggerakkan perekonomian daerah,” kata Irjen Nanang.


Lebih lanjut, Kapolda Jatim berharap Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally dapat semakin memperkuat sinergi positif antara Polri, komunitas otomotif, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.


Momentum tersebut juga diharapkan menjadi sarana untuk terus menggelorakan budaya tertib dan keselamatan berlalu lintas, khususnya kepada komunitas otomotif dan generasi muda.


“Kepada seluruh peserta, saya ucapkan selamat bertanding. Junjung tinggi fair play, utamakan keselamatan, dan jadilah pelopor keselamatan berlalu lintas,” tegasnya.


Irjen Nanang mengingatkan bahwa kemampuan dan keberanian seorang pembalap harus ditempatkan pada ruang yang tepat, yakni di arena kompetisi, bukan di jalan raya.


“Pembalap sejati adalah mereka yang tangguh dan kencang di sirkuit, namun tetap patuh, santun dan taat aturan saat berada di jalan raya,” pungkas Kapolda Jatim. (*)

Bhayangkara Sprint Rally 2026 di Pasuruan, Polda Jatim Tekankan Fair Play dan Keselamatan Berlalu Lintas

 *



PASURUAN – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 resmi digelar di Sirkuit Horse Racing Ki Ageng Astro Joyo, Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).


Kejuaraan otomotif yang dibuka Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto tersebut diikuti 100 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia yang bersaing dalam 15 kelas kompetisi.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, Bhayangkara Sprint Rally tidak sekadar menjadi arena kompetisi dan adu kecepatan, tetapi juga membawa pesan tentang sportivitas, disiplin dan keselamatan berlalu lintas.


“Bhayangkara Sprint Rally 2026 Putaran ke-3 ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi otomotif nasional, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sportivitas, kebersamaan dan budaya keselamatan berlalu lintas,” kata Kombes Pol Abast.


Menurut Kombes Pol Abast, para pembalap tentu diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya selama berada di lintasan. Namun, sportivitas dan keselamatan harus tetap menjadi hal yang utama.


“Ada 100 pembalap yang mengikuti 15 kelas kompetisi. Kita berharap seluruh peserta dapat memberikan penampilan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi fair play dan mengutamakan keselamatan,” ujar Kombes Abast.


Ia menegaskan, kemampuan dan kecepatan dalam olahraga otomotif harus ditempatkan pada ruang yang tepat, yakni lintasan atau sirkuit.


Pesan tersebut dinilai penting, tidak hanya bagi para pembalap dan komunitas otomotif, tetapi juga bagi masyarakat, khususnya generasi muda.


“Kecepatan dan kemampuan harus ditempatkan pada tempatnya, yaitu di lintasan atau sirkuit. Ketika berada di jalan raya, kita semua wajib tertib, santun dan mematuhi aturan lalu lintas,” tegas Kombes Abast.


Selain menjadi ajang olahraga otomotif nasional, penyelenggaraan Bhayangkara Sprint Rally 2026 juga diharapkan memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi masyarakat di Pasuruan dan sekitarnya.


Kehadiran pembalap, tim, ofisial maupun masyarakat yang menyaksikan kejuaraan turut menggerakkan berbagai sektor, mulai dari perhotelan, UMKM, kuliner hingga pariwisata.


“Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kehadiran peserta, tim maupun masyarakat yang menyaksikan kejuaraan turut menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, kuliner dan pariwisata di Pasuruan dan sekitarnya,” ungkap Kombes Pol Abast.


Ia berharap Kejurnas Bhayangkara Sprint Rally dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri, komunitas otomotif dan masyarakat sekaligus menjadi sarana menggelorakan budaya tertib berlalu lintas.


“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Dan yang terpenting, semangat berkompetisi cukup kita tunjukkan di lintasan. Di jalan raya, keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan harus menjadi yang utama,” pungkas Kombes Pol Abast. (*)

Penanganan Karhutla Hari Keenam, Brimob Kembali Turun Di Biak

 


BIAK – Memasuki hari keenam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Biak Numfor, personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Papua kembali melaksanakan penanganan di sejumlah lokasi. Kegiatan dilakukan di Kampung Darfuar, belakang Pasar Maryendi, serta Kampung Sumberker, Jalan Raya Biak Timur, dengan dukungan satu unit Water Cannon.


Personel melaksanakan pemadaman dan pembasahan pada area yang masih terdapat titik api maupun bara sisa kebakaran. Penggunaan Water Cannon membantu proses penyiraman di lokasi terdampak sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih efektif. Personel juga menyisir area sekitar untuk memastikan api tidak kembali muncul dan mencegah kobaran menyebar ke wilayah lainnya.


Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri terus mengoptimalkan langkah penanganan Karhutla dengan mengerahkan personel dan sarana pendukung di wilayah yang masih terdapat titik api. Menurutnya, upaya pemadaman tidak hanya dilakukan untuk mengendalikan api, tetapi juga memastikan bara sisa kebakaran tidak kembali memicu munculnya titik api baru.


“Polri terus mengoptimalkan penanganan Karhutla dengan mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki, termasuk melakukan pemadaman dan pembasahan di lokasi yang masih terdapat titik api maupun bara. Langkah ini dilakukan untuk memastikan api benar-benar terkendali dan mencegah kebakaran meluas,” kata Trunoyudo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (29/8/2026).


Selama kegiatan berlangsung, personel terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di masing-masing lokasi penanganan. Proses pemadaman dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi medan serta keselamatan personel. Setelah titik api berhasil dikendalikan, pembasahan tetap dilakukan untuk memastikan bara yang tersisa benar-benar padam dan tidak menimbulkan kembali titik api baru.


Memasuki hari keenam, personel Kompi 4 Batalyon A Pelopor tetap menunjukkan kesiapsiagaan dalam menangani Karhutla di wilayah Kabupaten Biak Numfor. Penanganan dan pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi aman.


“Penanganan di lapangan akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya pembakaran lahan secara sembarangan,” ujarnya.


Langkah tersebut merupakan bentuk respons Satbrimob Polda Papua dalam membantu penanganan Karhutla sekaligus mencegah dampaknya meluas ke wilayah lainnya.

Kondusivitas Nasional Terjaga, Polri Terus Pastikan Pelayanan bagi Masyarakat

 *

JAKARTA — Pasca kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung pada Kamis (27/8/2026), kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat secara nasional hingga saat ini terpantau kondusif dan terkendali. Berbagai aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah juga berjalan sebagaimana mestinya.


Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa Polri terus berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap terselenggara dengan baik.


“Secara nasional, kondisi hingga saat ini kondusif dan terkendali. Polri berkomitmen untuk terus menjaga terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Jumat (28/8/2026).


Menurutnya, terpeliharanya situasi kamtibmas merupakan bagian penting dalam memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Polri terus hadir melalui berbagai pelayanan yang dilakukan secara profesional dan humanis.


“Aktivitas masyarakat saat ini telah berjalan sebagaimana mestinya. Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga lingkungan yang aman dan kondusif,” jelasnya.


Trunoyudo menambahkan, Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan damai. Partisipasi serta kepedulian masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.


Polri, lanjutnya, akan terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat, dengan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis serta menjaga terpeliharanya harkamtibmas.

Polresta Banyuwangi Ungkap Pencurian Pecah Kaca Mobil, Dua Tersangka Pernah Beraksi di Malaysia

 *

BANYUWANGI – Penyelidikan kasus pencurian uang Rp.300 juta milik seorang nasabah bank di Banyuwangi membuka kotak pandora jaringan kejahatan yang jauh lebih luas. 


Setelah memburu dua tersangka hingga ke Sumatera Barat, Tim URC Macan Blambangan Satreskrim Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur berhasil menangkap Dua orang tersangka dan mengungkap rangkaian aksi serupa di berbagai daerah dengan total kerugian Rp.719 juta. 


Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.dalam konferensi pers di Mako Polresta Banyuwangi, Kamis (27/8/2026).


Ia mengungkapkan, saat ini Polresta Banyuwangi Polda Jatim juga tengah mendalami keterkaitan kasus ini dengan aksi kejahatan serupa di Malaysia.


Pengungkapan kasus pencurian modus pecah kaca mobil ini terungkap setelah peristiwa di wilayah Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, pada 18 Mei 2026  bulan lalu.


Saat itu, korban kehilangan uang modal usaha palawija sebesar Rp.300 juta yang baru ditarik dari bank. Kaca mobilnya dipecah hanya dalam waktu lima menit saat kendaraan ditinggalkan.


"Penelusuran intensif Satreskrim Polresta Banyuwangi akhirnya mengarah pada dua tersangka berinisial AS dan AC hingga akhirnya kami amankan di sebuah hotel di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 00.30 WIB," kata Kombes Rofiq.


Ia mengatakan, penangkapan ini dilakukan oleh Tim URC Satreskrim Polresta Banyuwangi, dengan dukungan penuh dari Polresta Bukittinggi, Polda Sumatera Barat, Polres Boyolali, serta Polda Jawa Tengah.


Dari hasil interogasi, penyidik menemukan fakta bahwa komplotan ini telah beraksi berulang kali di wilayah Kabupaten Jember (21 November 2025): Kerugian Rp319 juta, Kabupaten Situbondo (Januari 2026): Kerugian Rp10 juta, Kota Pasuruan (Februari 2026): Kerugian Rp90 juta dan Kabupaten Banyuwangi (18 Mei 2026): Kerugian Rp.300 juta.


"Secara keseluruhan, total kerugian dari empat tempat kejadian perkara (TKP) di Indonesia ini mencapai Rp719 juta," ungkap Kombes Rofiq.


Sindikat ini menerapkan metode yang sangat rapi. Calon korban dipetakan selama kurang lebih satu pekan, mengincar nasabah teller yang menarik tunai dalam jumlah besar.


Hasil penyelidikan pada kasus ini mencatat dugaan keterlibatan jaringan ini dalam aksi pencurian di wilayah Johor Bahru–Kuala Lumpur pada 20 Oktober 2025 dengan kerugian mencapai RM100.000.


"Dari dokumen kepolisian, jejak aktivitas tersangka terdeteksi pernah beraksi di Malaysia dalam rentang waktu 6 hingga 26 Juni 2026 di beberapa lokasi seperti Bintulu, Sarikei, Sibu, Kuching, dan Johor Bahru," kata Kombes Rofiq.


Selain AS yang sudah ditahan, lima orang lainnya yang diduga berperan dalam jaringan Malaysia kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).


Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyatakan telah melaporkan perkembangan ini ke Bareskrim Polri untuk membuka pertukaran informasi (koordinasi) dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM).


Saat ini, AS dan AC telah resmi ditahan dan berkas perkaranya sedang disiapkan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan. 


Penyidik menjerat kedua tersangka dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f dan huruf g KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, yang membawa ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun atau denda kategori V.


Mengantisipasi kejadian serupa, Kapolresta Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pengawalan gratis dari kepolisian saat membawa uang tunai dalam jumlah besar dengan menghubungi Call Center 110. 


Masyarakat juga diingatkan agar tidak meninggalkan barang berharga atau uang di dalam kendaraan, sekalipun pintu sudah terkunci. (*)

Polresta Malang Kota Komitmen Lindungi Anak, Respons Cepat Ungkap Kasus Balita Kritis

 *

MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap anak melalui respons cepat penanganan kasus kekerasan. 


Wujud nyata ini ditunjukkan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota yang bergerak cepat mendampingi korban sekaligus mengungkap tuntas dugaan penelantaran dan penganiayaan berat terhadap seorang balita berusia tiga tahun.


Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo P.S melalui Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Rahmad Aji Prabowo, menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan fisik maupun psikologis anak yang menjadi korban merupakan prioritas utama kepolisian.


Selain mengusut tuntas perkara pidana secara objektif, Unit PPA Polresta Malang Kota juga langsung bergerak melakukan langkah perlindungan intensif dengan berkoordinasi bersama UPTD PPA Dinsos P3AP2KB Kota Malang serta tingkat Provinsi.


"Hingga pengungkapan kasus ini, Unit PPA Polresta Malang Kota bersama instansi terkait terus mendampingi korban di RSSA.Keselamatan dan pemulihan korban menjadi perhatian utama kami,” tegas Kompol Aji, Sabtu (29/08/2026).


Ia mengatakan, langkah hukum dan perlindungan ini bermula dari laporan yang diterima kepolisian dari pihak Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang. 


"Pihak rumah sakit menemukan pasien anak tersebut dalam kondisi kritis dengan sejumlah tanda luka dan memar serius di sekujur tubuhnya,"jelas Kompol Aji.


Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Unit PPA langsung melakukan penyelidikan mendalam dan berhasil mengamankan dua orang tersangka, yaitu SM (21) yang merupakan ibu kandung korban, dan pasangannya, MA (26). 


Keduanya ditangkap di rumah orang tua MA di wilayah Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan saat ini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut.


Berdasarkan hasil penyidikan awal, peristiwa memilukan ini diketahui terjadi pada Jumat, 21 Agustus 2026 sekitar pukul 19.00 WIB. 


"Korban diduga ditelantarkan oleh SM dan MA di depan rumah nenek korban, LN (47), di kawasan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dalam kondisi tidak sadarkan diri,"terang Kompol Aji.


Penyidik menemukan dugaan bahwa kekerasan fisik tersebut dilakukan secara berulang. Modus yang tengah didalami Polisi dipicu oleh hal sepele, yakni pelaku kesal karena korban sering mengompol dan buang air di celana.


Dalam proses penyidikan, Polisi bergerak transparan dengan mengamankan sejumlah barang bukti, seperti pakaian korban, korek api, tali, pisau, serta kasur. 


Hasil Visum et Repertum dari RSSA juga telah dikantongi untuk memperkuat pembuktian. Saat ini, korban masih mendapatkan perawatan intensif di ruang PICU RSSA, sementara Polisi juga terus menelusuri lokasi tinggal tersangka lainnya di wilayah Turen untuk mengembangkan kasus.


Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 429 ayat (1) dan ayat (3) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional dan/atau Pasal 80 ayat (2) dan ayat (4) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (*)

Jumat, 28 Agustus 2026

Polsek Taman Monitoring Lahan Jagung di Josenan, Dukung Program Ketahanan Pangan 2026

 


MADIUN KOTA – Menindaklanjuti petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Heru Budi Prasetyo, S.I.K. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Kemas Indra Natanegara, S.H., S.I.K., M.Si. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim, Kapolres Madiun Kota AKBP Rizky Pratama W.P., S.H., S.I.K., M.Si. memerintahkan jajaran untuk terus melakukan pendampingan dan monitoring program ketahanan pangan.


Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Kanit Binmas Polsek Taman Polres Madiun Kota AKP Winarno beserta anggota dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Josenan Aiptu Eriek Mahendra melaksanakan kegiatan monitoring tanaman jagung di lahan pertanian Ngebrak, Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.


Kegiatan monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan dan kondisi tanaman jagung sekaligus memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik. Kehadiran personel Polri di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan pendampingan serta motivasi kepada para petani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.


AKP Winarno menyampaikan bahwa Polri, khususnya Polres Madiun Kota melalui jajaran Bhabinkamtibmas dan fungsi Binmas, berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.


“Monitoring ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan. Kami akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan bersama masyarakat agar tanaman jagung dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen,” ujarnya.


Melalui sinergi antara Polri, pemerintah dan masyarakat, diharapkan Program Ketahanan Pangan Tahun 2026 dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan.


#AstaCitaPresiden

#AstaCitaJatim

#SwasembadaPangan

#KetahananPanganPoldaJatim

#SSDMPOLRI

@birosdmpoldajatim

@bidhumaspoldajatim

@poldajatim

@polresmadiunkota

Kapolri: Buruh Indonesia Harus Siap Hadapi Perubahan dan Perkuat Daya Saing Global*

 *

JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing buruh Indonesia dalam menghadapi perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi global.


Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri sekaligus menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) yang mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global”, di Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Dalam sambutannya, Kapolri mengapresiasi pelaksanaan Rakernas KSBSI dan berharap seluruh hasil pembahasan dapat menjadi langkah strategis dalam memperjuangkan kemajuan, perlindungan, serta kesejahteraan buruh Indonesia ke depan.


Kapolri menyampaikan bahwa dunia ketenagakerjaan saat ini tengah menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi, mulai dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik hingga internet of things (IoT).


Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di satu sisi, teknologi berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan, namun di sisi lain juga membuka peluang terciptanya berbagai lapangan kerja baru.


“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Kapolri.


Kapolri menilai buruh memiliki peran penting sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Hal tersebut turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap berada pada angka positif di tengah tantangan ekonomi global.


“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.


Lebih lanjut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai regulasi dan program yang bertujuan meningkatkan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah proses pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.


Kapolri berharap proses tersebut dapat menjadi ruang bersama antara pemerintah, DPR, pengusaha, dan kalangan buruh untuk merumuskan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan, termasuk isu-isu krusial yang selama ini diperjuangkan oleh pekerja.


Ia juga mengapresiasi terbangunnya komunikasi antara serikat buruh dan kalangan pengusaha dalam menyusun langkah bersama menghadapi tantangan ekonomi ke depan.


“Kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana ke depan, untuk bisa maju bersama-sama. Ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua,” ungkapnya.


Menurut Kapolri, pengembangan industri dan program hilirisasi nasional juga harus menjadi peluang bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembukaan lapangan pekerjaan. Karena itu, peningkatan kompetensi, kemampuan beradaptasi, serta transfer pengetahuan menjadi hal penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengisi berbagai sektor strategis.


Kapolri berharap buruh Indonesia ke depan tidak hanya berada pada sektor pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah, tetapi juga mampu menempati posisi-posisi strategis hingga tingkat manajerial.


“Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting, sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Kapolri.


Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Sigit juga menegaskan komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan kepada para pekerja melalui Desk Ketenagakerjaan Polri.


Keberadaan Desk Ketenagakerjaan, kata Kapolri, merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu menangani persoalan-persoalan industrial, termasuk memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan maupun persoalan yang dapat berdampak terhadap kehidupan dan hak-hak buruh.


“Ini menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh, khususnya terkait dengan masalah-masalah industrial,” jelasnya.


Kapolri berharap Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus diperkuat dan menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja dan buruh dalam memperjuangkan serta melindungi kepentingan pekerja.


Menutup sambutannya, Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada elemen buruh yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja, namun memilih mengurungkan rencana tersebut.


Kapolri menekankan bahwa kekuatan besar yang dimiliki kelompok buruh harus tetap diwujudkan melalui penyampaian aspirasi yang tertib dan bertanggung jawab.


“Tunjukkan bahwa walaupun rekan-rekan memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib,” pungkas Kapolri.


Pada kesempatan tersebut, Kapolri secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), yang diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi serta mempersiapkan buruh Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja di masa mendatang.

Kompolnas Visitasi Dua Nominator Awards 2026 di Jateng, Soroti Inovasi Bhabinkamtibmas*

 *

MAGELANG, JAWA TENGAH - Tim Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaksanakan visitasi Kompolnas Awards 2026 di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026). Visitasi dilakukan di Polsek Mertoyudan Polresta Magelang dan Polsek Nogosari Polres Boyolali untuk melihat secara langsung inovasi serta dampak pelayanan yang dilakukan personel Polri di tengah masyarakat.


Anggota Kompolnas Dr. Yusuf, S.Ag., M.H. mengatakan, visitasi menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung implementasi inovasi yang dilakukan anggota Polri, khususnya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.


“Melalui visitasi ini kami ingin melihat secara langsung bagaimana inovasi yang dilakukan anggota Polri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Yang kami lihat bukan hanya gagasannya, tetapi juga konsistensi pelaksanaan dan dampaknya terhadap lingkungan serta hubungan antara polisi dengan masyarakat,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Kamis (27/8/2026).


Di Polsek Mertoyudan Polresta Magelang, tim visitasi melihat inovasi yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Mertoyudan, Aiptu Dilia Eka Sari, S.H., yang masuk nominasi perseorangan kategori Planet. Inovasi tersebut berfokus pada pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menerapkan prinsip 3R, yakni Reduce, Reuse, dan Recycle.


Dalam pelaksanaannya, masyarakat didorong untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah organik kemudian diolah menjadi pupuk kompos padat dan pupuk organik cair yang dimanfaatkan untuk sektor pertanian dan perkebunan. Limbah organik lainnya juga dimanfaatkan sebagai pakan magot BSF serta silase pakan ternak.


Sementara itu, sampah anorganik seperti logam dan plastik dipilah, ditimbang dan dicatat sebelum dijual sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Barang-barang bekas juga dimanfaatkan secara kreatif untuk membuat lahan pertanian dan taman.


Inovasi tersebut memberikan manfaat di berbagai sektor, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya peluang usaha mandiri, pengurangan timbunan sampah, hingga terciptanya lingkungan permukiman yang lebih bersih dan sehat. Program tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi agar masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah.


Konsistensi Aiptu Dilia dalam menjalankan inovasi tersebut juga membuahkan sejumlah prestasi, antara lain Juara 1 Bhabinkamtibmas Teladan Polda Jateng 2026, Juara 1 Penggerak Ketahanan Polresta Magelang 2025, serta Juara 3 Pekarangan Pangan Bergizi Polresta Magelang 2025.


Dalam visitasi tersebut, tim Kompolnas juga melihat berbagai tantangan kamtibmas di wilayah hukum Polresta Magelang, yang berada pada jalur utama Semarang-Yogyakarta dan Semarang-Purwokerto. Tantangan tersebut antara lain kejahatan konvensional, narkoba, kecelakaan lalu lintas, potensi bencana alam, aktivitas tambang pasir ilegal, serta potensi berkembangnya paham radikal dan terorisme.


Berdasarkan data semester I 2026, tiga jenis kejahatan tertinggi di wilayah tersebut yakni kasus narkoba sebanyak 40 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 28 kasus, dan penganiayaan berat (anirat) sebanyak 15 kasus.


Selanjutnya, tim Kompolnas melanjutkan visitasi ke Polsek Nogosari Polres Boyolali untuk melihat inovasi Brigadir Agus Kurniawan yang masuk nominasi perseorangan kategori Partnership melalui program KOPI CURHAT PAKBHABIN.


Program tersebut digagas sejak 2021 sebagai sarana membangun komunikasi yang lebih dekat dan terbuka antara Bhabinkamtibmas dengan masyarakat. Melalui kegiatan sambang dan pembinaan masyarakat, warga diajak berbincang secara santai sambil menikmati kopi yang disediakan secara gratis oleh Bhabinkamtibmas.


Konsep tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda, petani, organisasi masyarakat hingga komunitas. Dalam suasana yang lebih informal, masyarakat diberikan ruang untuk menyampaikan keluhan maupun persoalan yang dihadapi, baik terkait masalah keluarga, keuangan, kenakalan remaja, penipuan maupun persoalan kamtibmas.


Program KOPI CURHAT PAKBHABIN juga telah menjadi sarana problem solving terhadap sejumlah persoalan masyarakat, di antaranya permasalahan antara guru dan murid, persoalan warisan, konflik antara ormas PSHT dengan warga, hingga persoalan kekerasan dalam rumah tangga.


Menariknya, program tersebut dijalankan secara mandiri dengan memanfaatkan media sosial. Kegiatan yang dilakukan secara rutin didokumentasikan dan dipublikasikan melalui Instagram, TikTok, dan YouTube hingga memiliki pengikut hingga jutaan pengikut. Pendapatan dari monetisasi konten kemudian dimanfaatkan untuk mendukung produksi konten berikutnya sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.


Inovasi Brigadir Agus Kurniawan tersebut juga telah memperoleh sejumlah penghargaan, antara lain dari Kapolda Jawa Tengah pada 2023 dan 2024, Polda Jawa Tengah pada 2024, Kapolres Boyolali, serta anggota DPR RI pada 2021.


Dr. Yusuf menambahkan, inovasi yang dilakukan para nominator menunjukkan bahwa peran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bagaimana polisi mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Polisi harus hadir di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka dan kemudian bersama-sama mencari jalan keluarnya. Inovasi seperti pengelolaan lingkungan dan ruang komunikasi melalui kopi curhat menunjukkan bahwa pendekatan kepolisian bisa dilakukan dengan cara yang dekat, humanis, dan memberikan manfaat langsung,” jelasnya.


Kegiatan visitasi menjadi bagian dari proses penilaian Kompolnas Awards 2026 untuk melihat secara langsung inovasi, konsistensi, kolaborasi, serta manfaat yang dihasilkan oleh personel maupun satuan kewilayahan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Polri Buka Seleksi Terbuka Kasetukpa Lemdiklat, 13 Perwira Ikuti Uji Kompetensi*

 *


JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) membuka seleksi Promosi Jabatan Terbuka untuk mengisi posisi Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Kasetukpa) Lemdiklat Polri. Seleksi ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memastikan pengisian jabatan strategis dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan berbasis merit.


Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Anwar secara resmi membuka rangkaian seleksi tersebut di Jakarta.


“Promosi jabatan terbuka ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mewujudkan tata kelola sumber daya manusia yang transparan, objektif, dan berbasis merit. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menunjukkan kompetensi dan kapasitasnya sesuai dengan kebutuhan jabatan,” ujar Anwar di Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Saat ini, seleksi telah memasuki tahapan Uji Kompetensi Bidang yang diikuti 13 perwira, terdiri dari dua Perwira Tinggi (Pati) berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) dan 11 Perwira Menengah (Pamen) berpangkat Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol).


Sebelumnya, seluruh peserta telah melewati tahapan pemeriksaan administrasi dan Uji Kompetensi Manajerial. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta memenuhi persyaratan sekaligus memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatan Kasetukpa Lemdiklat Polri.


Uji Kompetensi Bidang melibatkan tim penguji dari unsur internal dan eksternal Polri. Unsur internal terdiri dari perwakilan Lemdiklat Polri, Itwasum Polri, serta Bagian Psikologi Kepolisian. Sementara itu, unsur eksternal melibatkan perwakilan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).


Keterlibatan penguji lintas unsur tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung secara komprehensif dan objektif, sekaligus mengukur kompetensi serta kapasitas peserta dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Kasetukpa Lemdiklat Polri.


“Uji Kompetensi Bidang ini menjadi bagian penting dalam proses seleksi untuk melihat kemampuan, kompetensi, dan kapasitas para peserta secara lebih mendalam. Dengan demikian, pejabat yang nantinya terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi,” jelas Anwar.


Untuk menjaga proses seleksi berjalan sesuai ketentuan, seluruh tahapan juga diawasi oleh pengawas internal Polri, di antaranya Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri serta Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri. Pengawasan dilakukan guna menjamin proses seleksi berlangsung secara akuntabel, objektif, bersih, dan transparan.


Irjen Pol. Anwar menambahkan, rangkaian Promosi Jabatan Terbuka Kasetukpa Lemdiklat Polri telah dimulai sejak 5 Agustus 2026 melalui tahapan pendaftaran. Seluruh rangkaian seleksi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku dan hasil akhirnya dijadwalkan diumumkan pada September 2026.


“Prinsip yang kami kedepankan adalah Profesional, Akuntabel, Obyektif, Bersih, dan Transparan. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus membangun sistem pengelolaan SDM yang mengedepankan merit dan kualitas,” pungkasnya.


Pelaksanaan Promosi Jabatan Terbuka tersebut juga selaras dengan PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Secara Terbuka dan Kompetitif di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Resmi Jadi Anggota Kehormatan KSBSI

 *


JAKARTA – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., resmi diangkat sebagai Anggota Kehormatan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI).


Pengangkatan tersebut merupakan salah satu keputusan yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSBSI Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (28/8/2026).


Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, keputusan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus simbol kedekatan dan kerja sama yang selama ini telah terbangun antara KSBSI dengan Polri.


Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI tertuang dalam salah satu Surat Keputusan Rakernas KSBSI Tahun 2026 yang dibacakan dalam acara penutupan Rakernas.


Elly menyebut, Kapolri selama ini memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan. Termasuk melalui keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri yang diharapkan dapat semakin memperkuat perlindungan dan pelayanan terhadap para pekerja di seluruh Indonesia.


“Kami berharap Desk Ketenagakerjaan bukan hanya dikenal di tingkat pusat, tetapi di seluruh provinsi dan di seluruh daerah,” ujar Elly.


Menurutnya, kehadiran Desk Ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan industrial yang lebih baik melalui pendekatan yang humanis serta mengedepankan komunikasi dan dialog.


“Kami masih ingin melihat pendekatan yang humanis terus diperkuat. Ketika terjadi persoalan hubungan industrial, kami berharap yang dikedepankan adalah dialog sosial,” ungkapnya.


Elly berharap Polri terus menjadi institusi yang semakin dekat dengan masyarakat, termasuk kalangan pekerja dan serikat buruh, serta mampu menjadi mitra dalam menciptakan hubungan industrial yang damai.


Ia menegaskan bahwa pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan merupakan bagian dari komitmen KSBSI untuk terus menjaga hubungan dan kolaborasi yang telah terbangun.


“Di SK Bapak nanti kami tidak menyebut Bapak sebagai Kapolri, tetapi nama Bapak, supaya Bapak tetap kami pelihara selama-lamanya. Selamat datang di keluarga KSBSI,” kata Elly.


Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, pengangkatan tersebut sekaligus menjadi amanah bagi Polri untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para pekerja.


Kapolri menegaskan bahwa keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri akan terus dioptimalkan sebagai mitra strategis bagi pekerja dan serikat buruh, khususnya dalam membantu menangani persoalan hubungan industrial maupun berbagai persoalan yang berdampak terhadap kehidupan pekerja.


“Bagi kami, ini suatu apresiasi untuk institusi Polri, sekaligus juga menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh,” ujar Kapolri.


Menurut Kapolri, Polri memiliki kewajiban untuk hadir memberikan perlindungan terhadap pekerja, termasuk dari berbagai persoalan kejahatan maupun tindakan yang dapat merugikan hak dan kepentingan buruh.


Ia berharap Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus diperkuat dan semakin optimal dalam menjalankan perannya.


“Desk Ketenagakerjaan harus menjadi mitra strategis untuk perlindungan rekan-rekan buruh sekalian,” tegas Kapolri.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan bahwa kedekatannya dengan kalangan buruh telah membangun ikatan tersendiri. Bahkan, ia menyebut pertemuan dan interaksi bersama serikat pekerja telah menjadikan lingkungan buruh sebagai salah satu “rumah kedua” baginya.


“Semakin hari, semakin saya bertemu dengan rekan-rekan buruh, tanpa saya sadari ini menjadi rumah kedua saya. Oleh karena itu, kewajiban bagi kita, begitu kita masuk di sebuah rumah, rumahnya harus nyaman dan anggota keluarga di dalamnya juga harus sejahtera,” pungkas Kapolri.


Pengangkatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Anggota Kehormatan KSBSI menjadi salah satu keputusan penting Rakernas KSBSI Tahun 2026, sekaligus menandai komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara Polri dan kalangan pekerja dalam membangun hubungan industrial yang dialogis, humanis, serta berorientasi pada perlindungan dan kesejahteraan buruh.

Usai Salat Jumat, Dansatgas SAR Brimob Makan Bersama Warga Terdampak Gempa di Reo

 *


MANGGARAI — Di tengah situasi pascagempa bumi yang masih dirasakan masyarakat, kehadiran personel Satgas SAR Korps Brimob Polri tidak hanya diwujudkan melalui tugas kemanusiaan, tetapi juga dengan membangun kedekatan bersama warga terdampak bencana.


Hal tersebut terlihat saat Dansatgas SAR Korps Brimob Polri, Kombes Pol Hasripuddin, melaksanakan salat Jumat berjamaah bersama masyarakat korban bencana gempa bumi di Masjid Nurul-Huda, Desa Reok, RT 022/RW 011, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Jumat (28/8/2026) pukul 12.00 WITA.


Usai melaksanakan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama masyarakat. Suasana sederhana tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga yang masih berada dalam kondisi pascabencana.


Kombes Pol Hasripuddin turut berbaur bersama masyarakat tanpa sekat. Kehadiran tersebut menjadi bentuk kepedulian Satgas SAR Korps Brimob Polri dalam mendampingi masyarakat, tidak hanya dalam proses penanganan dan pemulihan bencana, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan keagamaan.


Melalui kegiatan tersebut, Satgas SAR Korps Brimob Polri menunjukkan bahwa tugas kemanusiaan tidak berhenti pada penanganan keadaan darurat. Membangun kebersamaan, menghadirkan rasa aman, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membantu warga bangkit setelah menghadapi bencana.

Di Tengah Duka Gempa, Kasatgas Humas Polri Beri Penguatan untuk Personel dan Warga Ende

 


Di tengah situasi pascagempa bumi yang masih menyisakan duka bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur, kepedulian juga diberikan kepada para personel Polri yang ikut terdampak bencana.


Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Penanggulangan Bencana NTT, Kombes Pol Bayu Suseno, menyambangi tiga personel Polres Ende yang terdampak gempa.


Ketiganya yakni Aipda Centysius Spanorama, anggota Satlantas Polres Ende, Bripka Paulus Rago, Bhabinkamtibmas Kelurahan Onekore Polsek Ende Polres Ende, serta Aiptu Yahya Tonu Weni, S.Sos., Bhabinkamtibmas Kelurahan Roworena Polsek Ende Polres Ende.


Pertemuan berlangsung sederhana, namun penuh kehangatan. Kombes Pol Bayu Suseno memberikan perhatian sekaligus wejangan kepada ketiga personel agar tetap kuat dan semangat menjalankan tugas, meski mereka sendiri turut merasakan dampak dari bencana.


Pesan yang disampaikan bukan sekadar tentang tugas, tetapi juga tentang bagaimana seorang anggota Polri harus tetap hadir untuk masyarakat, sembari saling menguatkan di tengah kondisi yang tidak mudah.


Usai menyambangi personel, Kombes Pol Bayu Suseno melanjutkan peninjauan ke Masjid At Taqwa yang turut terdampak gempa.


Di lokasi tersebut, ia bertemu dengan Imam Masjid At Taqwa, Bapak Ruslin Hj. Ibrahim, sekaligus melihat secara langsung kondisi bangunan masjid pascagempa.


Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas penanganan bencana, ada kepedulian dan perhatian terhadap setiap warga yang terdampak.


Bagi Polri, hadir di tengah bencana bukan hanya tentang membantu memulihkan keadaan, tetapi juga tentang memastikan tidak ada yang merasa sendirian menghadapi masa sulit.


Dari personel hingga masyarakat, semangat yang dibawa tetap sama: saling menguatkan, bangkit bersama, dan perlahan menata kembali kehidupan setelah gempa.

Kamis, 27 Agustus 2026

Paham AI untuk Raih Masa Depan Gemilang, Polres Madiun Kota Edukasi Ratusan Pelajar MAN 1 Kota Madiun

 



MADIUN KOTA – Dalam upaya meningkatkan literasi teknologi dan mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman, Tim Training of Trainer (TOT) Literasi Paham AI Polres Madiun Kota melaksanakan kegiatan edukasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kepada ratusan siswa MAN 1 Kota Madiun, Jumat (28/8/2026).




Kegiatan yang mengusung semangat “Paham AI untuk Meraih Masa Depan Gemilang” tersebut dipandu langsung oleh Ipda Ali Ansori selaku Kanit Bhabinkamtibmas Satbinmas Polres Madiun Kota bersama Tim TOT Literasi Paham AI.




Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan, manfaat AI dalam kehidupan sehari-hari, dunia pendidikan, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik.




Hal ini penting agar kemajuan teknologi tidak hanya digunakan sebagai sarana untuk memperoleh kemudahan, tetapi juga menjadi media untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas.




Mewakili Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama W.P., Ipda Ali Ansori menyampaikan bahwa generasi muda harus memiliki kesiapan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.




“Bapak Kapolres Madiun Kota AKBP Rizki Pratama W.P. berpesan agar para pelajar tidak takut menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI. 




Justru generasi muda harus mampu memahami, memanfaatkan, dan menguasai teknologi tersebut secara positif dan bertanggung jawab,” ujar Ipda Ali Ansori.




Lebih lanjut disampaikan, kemampuan memahami AI sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan maupun dunia kerja di masa mendatang.




“AI adalah salah satu bagian dari perkembangan zaman yang tidak dapat kita hindari. Karena itu, mari kita jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan meraih cita-cita. 




Dengan pemahaman yang baik, kami berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang cerdas, adaptif, kreatif, serta siap menyongsong masa depan yang gemilang,” tambahnya.




Melalui program TOT Literasi Paham AI ini, Polres Madiun Kota terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda, melalui edukasi yang relevan dengan perkembangan teknologi.




Kegiatan tersebut juga menjadi wujud kehadiran Polri di tengah dunia pendidikan, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga ikut berperan dalam memberikan wawasan serta membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan era digital.(hms).