Cepat, Akurat dan terpercaya

Selasa, 30 Juni 2026

Bhabinkamtibmas Polres Madiun Kota Cek Lahan Jagung di Nambangan Kidul, Dukung Swasembada Pangan 2026

 



MADIUN KOTA – Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional dan mewujudkan swasembada pangan tahun 2026, Bhabinkamtibmas Polres Madiun Kota melaksanakan pengecekan lahan jagung di Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.(1/7/2026)


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jawa Timur AKBP Jazuli Dani Irawan, S.I.K., M.Tr.Opsla. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. memerintahkan jajaran Bhabinkamtibmas untuk terus melakukan pendampingan, monitoring, dan pengecekan terhadap lahan pertanian di wilayah binaan sebagai bentuk dukungan nyata Polri terhadap program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan.



Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas melakukan pemantauan kondisi tanaman jagung sekaligus berkoordinasi dengan para petani terkait perkembangan tanaman, perawatan, serta kendala yang dihadapi di lapangan. Kegiatan ini bertujuan memastikan lahan pertanian produktif tetap terjaga sehingga mampu memberikan hasil panen yang optimal.


Kapolres Madiun Kota menegaskan bahwa Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berperan aktif mendukung program pemerintah, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui pendampingan kepada para petani.


Dengan sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan program swasembada pangan tahun 2026 dapat tercapai sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kota Madiun.


#AstaCitaPresiden #AstaCitaJatim #SwasembadaPangan #KetahananPanganPoldaJatim #SSDMPolri

Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Komitmen Bertransformasi Demi Pelayanan yang Semakin Presisi dan Humanis

 



Bogor – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus memperkuat transformasi menuju institusi yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan dalam rangkaian Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).


Penata Kehumasan Utama Polri Tk II Brigjen Pol. Dicky Sondani, S.I.K., M.H., mengatakan tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat”, menjadi pengingat bahwa seluruh tugas dan pengabdian Polri harus bermuara pada kepentingan masyarakat.


“Tema Hari Bhayangkara ke-80 adalah ‘Polri untuk Masyarakat’. Artinya, Polri sebagai penjaga keamanan dalam negeri siap melaksanakan tugas menjaga keamanan, meningkatkan pelayanan, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat. Momentum ini juga menjadi refleksi agar Polri ke depan semakin Presisi, semakin adaptif, dan terus mendorong masyarakat bersama-sama membangun negeri,” ujar Brigjen Pol. Dicky Sondani.


Ia menjelaskan, usia ke-80 menjadi tonggak penting perjalanan Polri sebagai institusi yang terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Sejak dipisahkan dari Kementerian Dalam Negeri pada 1 Juli 1946 dan berada langsung di bawah Presiden, Polri terus memperkuat profesionalisme dengan tetap membuka ruang bagi masukan masyarakat.


“Di usia yang ke-80 tahun ini, Polri ingin terus menjadi institusi yang semakin dewasa, profesional, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta selalu terbuka terhadap masukan masyarakat agar pelayanan yang diberikan semakin baik,” katanya.


Menurut Dicky, kehadiran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Upacara Hari Bhayangkara ke-80 merupakan kebanggaan bagi institusi Polri sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan Polri dalam menjaga keamanan nasional.


“Merupakan suatu kebanggaan bagi kami bahwa Bapak Presiden hadir secara langsung pada Hari Bhayangkara ke-80. Sebagai institusi yang berada langsung di bawah Presiden, Polri memiliki loyalitas tinggi kepada pimpinan dan terus berkomitmen menjadi penegak hukum yang profesional, humanis, serta menjunjung tinggi hak asasi manusia,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa transformasi Polri juga diwujudkan melalui penguatan pelayanan berbasis teknologi. Berbagai layanan digital seperti Call Center 110, SKCK Online, hingga kanal pengaduan masyarakat melalui Propam terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan kepolisian secara cepat, mudah, dan transparan.


Selain itu, Polri terus memperkuat kemampuan dalam menghadapi ancaman kejahatan siber dengan membangun Direktorat Siber di sejumlah Polda, memperbarui peralatan investigasi digital, serta memperkuat kerja sama internasional dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan lintas negara, termasuk judi online, pinjaman online ilegal, hingga kejahatan seksual berbasis siber.


Momentum Hari Bhayangkara ke-80 juga dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari Pramuka, Banser, perguruan pencak silat, hingga organisasi kemasyarakatan lainnya. Kehadiran mereka mencerminkan eratnya hubungan Polri dengan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


Melalui semangat “Polri untuk Masyarakat”, Polri menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang Presisi, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta semakin profesional dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum demi terciptanya Indonesia yang aman dan sejahtera.

Jelang Hari Bhayangkara, Polri Gelar Doa Bersama Lintas Agama

 


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri kegiatan doa bersama lintas agama di Auditorium Mutiara, STIK-PTIK Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026). Hal ini dilakukan untuk semakin mempererat silaturahmi dan sinergisitas antara Polri dengan seluruh lapisan elemen masyarakat. 


Kegiatan tersebut merupakan rangkaian untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati tanggal 1 Juli 2026. Pada tahun ini, peringatan tersebut mengusung tema 'Polri Untuk Masyarakat'. 


Doa bersama ini juga diikuti oleh seluruh Polda jajaran. Seluruh lintas tokoh agama hadir dalam kegiatan tersebut. 


Kapolri sendiri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan keagamaan tersebut. Kemudian, Kapolri juga memberikan santunan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim-piatu. 


Sementara itu, Karo Dalpers SSDM Polri Brigjen Erthel Stephan mengungkapkan bahwa, kegiatan ini juga sekaligus menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat demi kebaikan Polri ke depannya. 


"Yang mana dengan doa bersama ini kita berharap semoga Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa memberi rahmat dan rida-nya, sehingga apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia dan Polri yang dicintai masyarakat itu mendapatkan rida dari Allah Subhanahu wa Ta'ala," kata Erthel. 


Menurutnya, doa bersama lintas agama ini merupakan momen penting untuk terus mewujudkan institusi Polri, seperti yang diharapkan oleh masyarakat. 


"Dan di sini dari enam agama itu kita sama-sama semua meminta dari pemuka agamanya untuk menyampaikan doa dari masing-masing agama sehingga Polri itu bukan hanya satu kelompok saja tapi merupakan bagian dan perlu didukung oleh semua komponen masyarakat," tutup Erthel.

Kortastipidkor Polri Tetapkan Empat Tersangka Korupsi Kerja Sama Penjualan BBM Pertamina Patra Niaga–PT AKT, Kerugian Negara Capai Rp486 Miliar



Kortastipidkor Polri mengungkap perkembangan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam kerja sama penjualan bahan bakar minyak (BBM) secara non-tunai antara PT Pertamina Patra Niaga dengan PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) yang berlangsung pada periode 2009 hingga 2012.


Kabag Ops Kortastipidkor Polri Kombes Pol. Ahmad Yusuf menjelaskan, penyidikan menemukan adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan secara bertahap dan sistematis melalui perubahan mekanisme kerja sama yang justru semakin menguntungkan pihak pembeli meski memiliki riwayat tunggakan pembayaran.


"Pada awalnya kerja sama penjualan BBM jenis High Speed Diesel (HSD) menggunakan mekanisme pembayaran melalui Letter of Credit (LC) atau Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Namun dalam pelaksanaannya, meskipun PT AKT berulang kali mengalami keterlambatan bahkan tunggakan pembayaran, penjualan tetap dilanjutkan tanpa dilakukan mitigasi risiko sebagaimana mestinya," ujar Ahmad Yusuf.


Ia menjelaskan, pejabat yang berwenang di PT Pertamina Patra Niaga diduga justru mengubah kebijakan melalui sejumlah adendum perjanjian. Perubahan tersebut meliputi penambahan volume penjualan BBM, pemberian diskon, penghapusan denda keterlambatan, hingga perubahan mekanisme pembayaran menjadi uang muka (down payment) sebesar 25 persen tanpa jaminan pembayaran.


"Selain perubahan kebijakan tersebut, mekanisme pengawasan internal dan proses penagihan juga diduga tidak dijalankan secara optimal sehingga kewajiban pembayaran dari pihak pembeli tidak dapat dipenuhi," katanya.


Akibat rangkaian perbuatan tersebut, dari penyaluran sekitar 191,37 juta liter BBM dengan nilai transaksi mencapai USD137,29 juta, terdapat kewajiban pembayaran yang tidak dipenuhi oleh PT AKT.


"Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar USD30.370.958,61 atau sekitar Rp486 miliar," ungkap Ahmad Yusuf.


Dalam proses penyidikan, Kortastipidkor Polri telah memeriksa 88 orang saksi dan tiga orang ahli. Penyidik juga melakukan penggeledahan di lima lokasi serta menyita berbagai dokumen, barang bukti elektronik, dan uang tunai sebesar Rp2.362.281.000 sebagai bagian dari upaya pemulihan aset (asset recovery).


Berdasarkan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni SW selaku Direktur Pemasaran PT Pertamina Patra Niaga periode 2008–2011, ST selaku pemegang saham sekaligus Presiden Direktur PT AKT, JI selaku Vice President Sales Wilayah Timur PT Pertamina Patra Niaga periode 2009–2013, serta WTD selaku General Manager Treasury dan Vice President Treasury PT Pertamina Patra Niaga.


Keempat tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 2 dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP serta Pasal 603 dan/atau Pasal 604 KUHP Nasional.


Ahmad Yusuf menegaskan, penyidikan perkara tersebut masih terus berjalan. Penyidik saat ini melanjutkan pemeriksaan terhadap para saksi dan tersangka, melakukan penelusuran aset, melengkapi berkas perkara, serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum.


"Kami akan terus mengoptimalkan upaya asset recovery agar kerugian keuangan negara dapat dipulihkan semaksimal mungkin, sekaligus menuntaskan proses penyidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel," tegas Ahmad Yusuf.

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Kota Serahkan BPKB dan Edukasi Tertib Berlalu Lintas kepada Masyarakat

 


Madiun – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Satlantas Polres Madiun Kota kembali melaksanakan kegiatan *Polantas Menyapa* pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Polri Presisi dalam menghadirkan pelayanan publik yang cepat, humanis, dan profesional.


Pada kegiatan tersebut, petugas Satlantas Polres Madiun Kota menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kepada para pemohon yang telah menyelesaikan seluruh proses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Penyerahan BPKB dilakukan secara langsung dengan pelayanan yang ramah, transparan, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.


Selain memberikan pelayanan administrasi, petugas juga menyampaikan edukasi kepada para pemohon mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Edukasi yang diberikan meliputi kewajiban melengkapi dokumen kendaraan, mematuhi rambu-rambu dan marka jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta senantiasa mengutamakan etika dan disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Polantas Menyapa merupakan salah satu bentuk pelayanan prima yang terus diberikan kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya budaya tertib berlalu lintas.


*"Melalui kegiatan Polantas Menyapa, kami ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sekaligus mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas. Tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain,"* ujar AKP Nanang Cahyono, S.Pd.


Beliau juga berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat bersama dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Madiun.


Melalui kegiatan *Polantas Menyapa* ini, Satlantas Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan humanis, sejalan dengan semangat **"Polri untuk Masyarakat"**, demi terciptanya pelayanan publik yang semakin berkualitas dan lalu lintas yang aman serta kondusif.

Tren Kriminalitas Kota Madiun Menurun, Juni 2026 Catat Sinyal Positif, Kapolres: Hasil Kerja Sama Seluruh Elemen Masyarakat

 



KOTA MADIUN – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Madiun selama periode Januari sampai dengan Juni 2026 menunjukkan tren yang semakin kondusif.



Berdasarkan data yang dihimpun Polres Madiun Kota, jumlah kasus kriminal pada periode Januari sampai dengan Juni mengalami penurunan, dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.



Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, SIK menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan kabar baik sekaligus menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Bahkan, selama rangkaian kegiatan Bulan Suroan, situasi kamtibmas di Kota Madiun berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan zero incident atau tanpa kejadian menonjol.



"Alhamdulillah, tren kasus pada Periode Januari samoai dengan Juni 2026 mengalami penurunan, dibandingkan tahun lalu, Bahkan selama rangkaian kegiatan Bulan Suroan, Kota Madiun mencatat zero incident. Ini merupakan tanda positif bahwa masyarakat Kota Madiun semakin dewasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama," ujar Kapolres dalam giat konferensi pers. Selasa 30 Juni 2026.



Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjaga kondusivitas wilayah, khususnya jajaran TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Kota Madiun yang turut berperan aktif menciptakan situasi kamtibmas yang aman.



Menurut Kapolres, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai langkah preventif yang secara konsisten dilakukan jajaran Polres Madiun Kota bersama stakeholder terkait. Upaya tersebut di antaranya melalui kegiatan door to door system, pengaktifan kembali pos kamling, patroli rutin, penyampaian imbauan oleh Bhabinkamtibmas kepada masyarakat, hingga sosialisasi melalui media online dan media sosial sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.



Adapun jumlah tindak pidana yang tercatat selama Januari sampai dengan Juni 2025 sebanyak 31 kasus, dengan rincian sebagai berikut: 

• Penipuan/Penggelapan : 10 kasus

• Pencurian Biasa : 2 kasus

• Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) : 5 kasus

• Penganiayaan : 2 kasus

• Pengrusakan : 1 kasus

• Perjudian : 1 kasus

• Pornografi : 2 kasus

• Penipuan Online : 3 kasus

• Fidusia : 2 kasus

• Pembunuhan yang dilakukan anak : 1 kasus

• Membawa Senjata Tajam yang dilakukan anak : 1 kasus

• Persetubuhan terhadap Anak : 1 kasus




Meski tren kriminalitas mengalami penurunan, Polres Madiun Kota menegaskan akan terus meningkatkan kegiatan preventif maupun penegakan hukum guna memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga.



AKBP Wiwin juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak lengah dan terus menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan.



"Kami mengajak seluruh masyarakat Kota Madiun untuk terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, mengaktifkan kembali siskamling, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar di media sosial. 



Mari bersama-sama menjaga Kota Madiun agar tetap aman, nyaman, dan kondusif. Apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas maupun tindak pidana, segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau kantor kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti. Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama," pungkas Kapolres.(hms)

Sambut Hari Bhayangkara ke 80, Polda Jatim Gelar Doa Lintas Agama



SURABAYA – Polda Jawa Timur menggelar doa bersama lintas agama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim,  Selasa (30/6/2026).


Kegiatan ini menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan, kelancaran tugas, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Timur tetap aman dan kondusif. 


Selain itu doa bersama lintas agama menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polda Jawa Timur sebagai bentuk refleksi spiritual sekaligus memperkuat komitmen Polri untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, humanis, dan Presisi kepada masyarakat sesuai tema “Polri untuk Masyarakat.”


Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Pasma Royce bersama, Dirbinmas Polda Jatim, Kombes Pol Eko Santoso dan diikuti sebanyak 136 peserta yang terdiri dari tokoh agama lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Timur, Ketua Dai Kamtibmas Polda Jatim beserta pengurus, serta Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Timur Ny. Vitha Pasma Royce bersama jajaran pengurus.


Dirbinmas Polda Jatim Kombes Pol Eko Santoso, S.H., mengatakan doa bersama lintas agama merupakan wujud rasa syukur atas pengabdian Polri yang telah memasuki usia ke-80 sekaligus memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh personel senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan tugas.


“Doa bersama ini menjadi ikhtiar kami untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan kelancaran kepada Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh anggota Polri dapat menjalankan tugas secara profesional, memberikan pelayanan terbaik, serta semakin dicintai masyarakat,” ujar Kombes Eko.


Menurut Kombes Eko kegiatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya ditopang oleh profesionalisme, tetapi juga doa, kebersamaan, dan dukungan seluruh elemen masyarakat.


“Kami berharap melalui doa lintas agama ini terjalin semakin kuat persaudaraan dan sinergi antara Polri dengan seluruh tokoh agama serta masyarakat. Semoga Jawa Timur senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, dan seluruh personel Polri mampu terus mengabdi dengan tulus untuk masyarakat,” pungkas Kombes Eko. (*)

Polda Jatim Ungkap 195 Kasus 3C Selama Juni 2026, Amankan 222 Tersangka untuk Jaga Keamanan Masyarakat

 


SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur bersama seluruh Polres jajaran berhasil mengungkap 195 kasus tindak pidana 3C yang meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) selama periode Juni 2026. Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 222 tersangka berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti hasil kejahatan.


Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan wujud komitmen Polda Jawa Timur bersama seluruh Polres jajaran dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui penindakan tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana 3C.


"Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polda Jawa Timur dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Kami akan terus melakukan penindakan secara tegas dan profesional terhadap setiap pelaku kejahatan jalanan, sekaligus mengedepankan langkah-langkah pencegahan melalui sinergi dengan seluruh Polres jajaran dan partisipasi masyarakat," ujar Kombes Pol Abast saat konferensi pers di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Selasa (30/6/2026).


Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim AKBP Umar menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto untuk memberantas tindak pidana jalanan melalui langkah penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.


"Selama Juni 2026 kami berhasil mengungkap 195 kasus dengan mengamankan 222 tersangka. Rinciannya terdiri atas 105 kasus curat, 25 kasus curas, dan 65 kasus curanmor," kata AKBP Umar.


Dalam pengungkapan tersebut, Polisi turut menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp28,154 juta, delapan unit mobil, 86 unit sepeda motor, 64 telepon genggam, 15 barang elektronik, perhiasan emas dengan berat sekitar 108,91 gram, 22 kunci letter T, 15 senjata tajam, serta hewan ternak berupa seekor sapi dan seekor kambing.


"Seluruh tersangka diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Para tersangka dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang pencurian, Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dan Pasal 479 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana penjara paling lama sembilan tahun, disesuaikan dengan peran dan perbuatan masing-masing tersangka," ujar AKBP Umar.


Ia menambahkan, sejumlah kasus menonjol yang berhasil diungkap berasal dari Polrestabes Surabaya, Polres Blitar Kota, dan Polres Nganjuk.


Di Surabaya, Polisi berhasil mengungkap dugaan tindak pidana perampasan yang diduga dilakukan oleh pasangan suami istri terhadap seorang aparatur sipil negara Badan Pertanahan Nasional (BPN).


Sementara itu, Polres Blitar Kota berhasil mengungkap kasus pencurian di sejumlah gerai minimarket, sedangkan Polres Nganjuk membongkar kasus pencurian mesin diesel yang terjadi di sembilan lokasi berbeda.


Di sisi lain, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengungkapkan adanya perubahan pola kejahatan yang dilakukan para pelaku curanmor.


Menurutnya, pelaku kini tidak lagi semata-mata menggunakan kunci letter T, tetapi juga memanfaatkan mobil bak terbuka maupun minibus untuk mengangkut sepeda motor yang menjadi sasaran.


"Pelaku mengangkat sepeda motor yang terparkir ke dalam kendaraan yang telah disiapkan. Modus ini umumnya dilakukan secara berkelompok dengan melibatkan sekitar empat orang," jelas AKBP Arbaridi Jumhur.


Polda Jawa Timur memastikan akan terus memperkuat upaya pemberantasan kejahatan jalanan melalui evaluasi rutin terhadap kinerja Ditreskrimum dan seluruh Polres jajaran, peningkatan patroli, penegakan hukum yang tegas, serta langkah-langkah preventif guna menekan angka kriminalitas di wilayah Jawa Timur.


Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan, menggunakan pengaman tambahan, memilih lokasi parkir yang aman, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat semakin mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Timur tetap aman dan kondusif. (*)

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Bedah 80 Rumah Layak Huni, Bapak Usin (85) Kini Miliki Rumah Baru Berpanel Surya




Bogor, 30 Juni 2026 – Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan program bedah rumah di 80 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai wujud nyata kepedulian kepada masyarakat. Salah satu rumah yang diresmikan pada Selasa (30/6) pukul 11.00 WIB berada di Kampung Sentul RT 003/RW 008, Kelurahan Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, milik Bapak Usin (85).


Di usia senjanya, Bapak Usin akhirnya dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman. Rumah tersebut dibangun dengan konsep sederhana namun fungsional, terdiri atas ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Sebagai nilai tambah, rumah ini dilengkapi panel surya sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan, hemat energi, serta mudah dalam perawatannya.


Peresmian rumah dilakukan oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., didampingi Dankorbrimob Polri, Kadivhubinter Polri, Aslog Kapolri, dan Karofaskon Slog Polri. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah menyerahkan kunci rumah dan menggunting pita peresmian, Wakapolri menyempatkan berbincang dengan Bapak Usin dan warga sekitar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat.


Wakapolri mengatakan program bedah rumah merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus wujud pengabdian yang ingin terus dirasakan manfaatnya.


“Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan program bedah rumah secara serentak di 80 titik di seluruh Indonesia. Seluruh penerima manfaat telah melalui proses asesmen sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar Polri senantiasa mampu menjaga keamanan, memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa, serta terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.”


Ketua RT 003/RW 008 Cikeas Udik, Bapak Slamet, mewakili warga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada salah satu warganya.


“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Bapak Wakapolri dan semua dari Polri yang sudah membantu Pak Usin. Beliau sudah 85 tahun dan memang rumahnya sangat membutuhkan perbaikan. Sekarang beliau sudah punya rumah yang layak dan nyaman. Kami sebagai warga ikut senang melihatnya. Mudah-mudahan Polri selalu diberi kesehatan, lancar menjalankan tugas, dan terus peduli dengan masyarakat kecil seperti kami.”


Program bedah rumah di 80 titik menjadi salah satu rangkaian bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui program ini, Polri tidak hanya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari pengabdian Polri untuk masyarakat.

Jenderal TNI (Purn) A.M. Hendropriyono: Kepuasan Publik terhadap Polri Harus Dijaga Melalui Kinerja Profesional

 

Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, mengapresiasi meningkatnya tingkat kepuasan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagaimana tercermin dalam hasil Survei Litbang Kompas tahun 2026. Menurutnya, capaian tersebut merupakan indikator positif yang menunjukkan masyarakat mulai merasakan berbagai upaya perbaikan yang dilakukan Polri, baik dalam pelayanan maupun penegakan hukum.


Dalam keterangannya di Jakarta, Senin (29/6), Hendropriyono mengatakan bahwa tingkat kepuasan publik yang mencapai 82,6 persen patut diapresiasi sebagai hasil dari berbagai pembenahan yang telah dilakukan Polri dalam beberapa waktu terakhir.


"Tentu saja kita sangat-sangat senang karena hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap Polri yang mencapai 82,6 persen harus diapresiasi sebagai salah satu indikator bahwa masyarakat merasakan adanya berbagai upaya perbaikan dalam pelayanan dan penegakan hukum," ujar Hendropriyono.


Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil survei bukanlah tujuan akhir yang harus dikejar. Menurutnya, tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat hanya dapat dipertahankan apabila Polri terus menunjukkan kinerja yang profesional, transparan, akuntabel, dan berkeadilan dalam setiap pelaksanaan tugas.


"Namun kita juga harus menyadari bahwa survei bukan tujuan akhir. Kepercayaan publik harus dipelihara setiap hari melalui kinerja Polri yang profesional, transparan, dan berkeadilan," tegasnya.


Lebih lanjut, Hendropriyono berharap Polri terus memperkuat implementasi konsep Polri Presisi dengan mengedepankan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis. Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, netralitas, serta penghormatan terhadap hak asasi manusia dalam setiap proses penegakan hukum.


"Harapan saya, sebagaimana harapan masyarakat pada umumnya, Polri semakin presisi dalam penegakan hukum, cepat dan tepat dalam pelayanan, tegas terhadap berbagai bentuk kejahatan, namun tetap humanis, menghormati hak asasi manusia, serta menjaga netralitas dan integritas institusi," katanya.


Selain peningkatan kualitas sumber daya manusia, Hendropriyono juga mendorong Polri untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih efektif, akurat, dan akuntabel.


"Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan perlu terus dikembangkan agar pelayanan publik semakin akurat, cepat, dan akuntabel sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era modern," pungkasnya.

Senin, 29 Juni 2026

Personel SDM Polres Madiun Kota Laksanakan Pengecekan Lahan Jagung Dukung Swasembada Pangan 2026

 



MADIUN KOTA – Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional tahun 2026, Personel Bagian SDM Polres Madiun Kota melaksanakan pengecekan lahan jagung yang berada di Jalan Serayu, Kecamatan Taman, Kota Madiun.(30/6/2026)



Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jawa Timur AKBP Jazuli Dani Irawan, S.I.K., M.Tr.Opsla. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur.



Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. melalui Bagian SDM menegaskan komitmen Polres Madiun Kota dalam mendukung program Asta Cita Presiden melalui penguatan ketahanan pangan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan dengan melakukan monitoring dan pengecekan secara berkala terhadap lahan pertanian jagung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan.



Pengecekan dilakukan untuk memastikan kondisi tanaman jagung tetap terawat, tumbuh optimal, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil panen. Dengan pendampingan dan pengawasan yang berkesinambungan, diharapkan produktivitas pertanian dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.


Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat demi kesejahteraan masyarakat.



#astacitapresiden

#astacitajatim

#swasembadapangan

#ketahananpanganpoldajatim

#ssdmpolri

@birosdmpoldajatim

@bidhumaspoldajatim

@poldajatim

@polresmadiunkota

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Kota Serahkan BPKB dan Edukasi Tertib Berlalu Lintas kepada Masyarakat

 


Madiun – Satlantas Polres Madiun Kota kembali melaksanakan kegiatan *Polantas Menyapa* pada Selasa, 30 Juni 2026, sebagai wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan publik yang prima sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.


Dalam kegiatan tersebut, petugas Satlantas Polres Madiun Kota menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kepada para pemohon yang telah menyelesaikan seluruh persyaratan administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses penyerahan BPKB dilakukan secara langsung dengan mengedepankan pelayanan yang cepat, transparan, ramah, dan profesional sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat.


Selain memberikan pelayanan administrasi, petugas juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas. Edukasi yang diberikan meliputi kewajiban melengkapi dokumen kendaraan, mematuhi rambu-rambu dan marka jalan, menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara, serta selalu mengutamakan sikap disiplin dan etika saat berada di jalan raya.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, AKP Nanang Cahyono, S.Pd. , menyampaikan bahwa kegiatan *Polantas Menyapa* merupakan salah satu inovasi pelayanan yang bertujuan untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas.


"Melalui kegiatan Polantas Menyapa, kami ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu melengkapi administrasi kendaraan, mematuhi aturan yang berlaku, dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap perjalanan," ujar AKP Nanang Cahyono, S.Pd.


Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Madiun Kota berharap masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, serta bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Madiun.

Presiden KSPI Said Iqbal Apresiasi Peran Polri, Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

 


Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ia mengapresiasi peran Polri yang dinilai senantiasa hadir memberikan pengamanan secara profesional dan humanis, termasuk dalam mengawal berbagai aksi penyampaian aspirasi para buruh.


Menurut Said Iqbal, kehadiran Polri selama berbagai aksi unjuk rasa buruh telah memberikan rasa aman sekaligus memastikan penyampaian pendapat di muka umum dapat berlangsung secara tertib. Ia menilai pendekatan yang dilakukan aparat kepolisian selama ini menunjukkan sikap yang bijaksana dan mengedepankan kepentingan masyarakat.


"Polisi Republik Indonesia selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, di tengah-tengah demonstrasi buruh, mengatur dengan bijak dan arif," ujar Said Iqbal di Jakarta, Senin (29/6).


Selain menjalankan fungsi pengamanan, Said Iqbal juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam membantu penyelesaian berbagai persoalan hubungan industrial. Menurutnya, Polri turut berperan dalam memfasilitasi komunikasi dan membantu mencarikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi para pekerja dan dunia usaha.


"Polri juga turut membantu dalam penyelesaian berbagai persoalan ketenagakerjaan sehingga buruh dapat memperoleh solusi melalui mekanisme yang baik dan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.


Presiden KSPI yang memimpin salah satu konfederasi serikat pekerja terbesar di Indonesia tersebut berharap Polri terus mempertahankan profesionalisme, independensi, serta pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


"Kami buruh Indonesia mengucapkan terima kasih, sekaligus mengucapkan Dirgahayu Bhayangkara yang ke-80. Polri untuk Masyarakat," tegasnya.


Said Iqbal optimistis semangat Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin memperkuat sinergi antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan pekerja, dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung terciptanya hubungan industrial yang harmonis demi kemajuan bangsa.

Kapolda Jatim Cup E-Sport 2026 Diikuti 3.665 Gamer, Polda Jawa Timur Dorong Prestasi dan Edukasi Ruang Digital




SURABAYA – Turnamen Mobile Legends Kapolda Jatim Cup E-Sport Competition 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang diikuti 3.665 peserta dan tergabung dalam 733 tim dari seluruh Jawa Timur memasuki Grand Final di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, Senin (29/6/2026).


Laga puncak mempertemukan tim dari Kota Batu melawan tim dari Kabupaten Jember, dan dimenangkan oleh tim dari Kota Batu.


Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi wadah pencarian bibit atlet e-sport menuju Kapolri Cup E-Sport 2026 sekaligus sarana pembinaan generasi muda di era digital.


Direktur Reserse Siber Polda Jatim Kombes Pol Bimo Ariyanto mengatakan e-sport kini menjadi ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta membangun karakter.


Menurut Kombes Bimo, turnamen ini tidak hanya mencari juara, tetapi juga melahirkan bibit atlet e-sport berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional. 


"Kami ingin generasi muda memanfaatkan teknologi secara positif, menjunjung sportivitas, dan menjadi pelopor keamanan di ruang digital,” ujar Kombes Bimo.


Berdasarkan data PB ESI Jawa Timur, terdapat sekitar 50 ribu gamer di Jawa Timur. Mayoritas berusia sekitar 19 tahun, dengan 44 persen bermain Mobile Legends. 


Kondisi tersebut dinilai membutuhkan pembinaan yang positif agar potensi generasi muda dapat diarahkan menjadi prestasi.


Kombes Pol Bimo juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai kejahatan siber seperti penipuan online, phishing, pencurian data pribadi, peretasan akun, hoaks, judi online, hingga penyalahgunaan media sosial.


“Mari menjadi warga digital yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab. Bersama kita jaga ruang siber Indonesia, khususnya Jawa Timur, agar tetap aman, sehat, dan produktif,” tegas Kombes Bimo.


Ia berharap Kapolda Jatim Cup E-Sport Competition 2026 mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi sekaligus memperkuat kesadaran generasi muda dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, baik di dunia nyata maupun di ruang digital. (*)

Prof. Adrianus Meliala: Survei Litbang Kompas Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Kinerja Kepolisian



Jakarta, Senin, 29 Juni 2026 – Guru Besar Kriminologi Universitas Indonesia, Prof. Adrianus Meliala, menilai hasil survei Litbang Kompas mengenai tingkat kepercayaan publik terhadap institusi negara perlu dipandang sebagai instrumen evaluasi yang konstruktif bagi seluruh lembaga, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Menurutnya, survei opini publik dapat menjadi acuan untuk melihat persepsi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme institusi.


Prof. Adrianus menjelaskan bahwa hasil survei pada dasarnya menggambarkan persepsi masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Karena itu, setiap institusi perlu menjadikan hasil tersebut sebagai bahan introspeksi dan evaluasi untuk terus melakukan pembenahan dalam pelaksanaan tugas maupun pelayanan kepada masyarakat.


"Survei opini publik merupakan cerminan persepsi masyarakat pada periode tertentu. Karena itu, hasil survei hendaknya dijadikan sebagai bahan evaluasi sekaligus masukan bagi setiap institusi untuk terus melakukan pembenahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas," ujar Prof. Adrianus di Jakarta, Senin (29/6).


Ia menambahkan, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi tidak bersifat statis, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pengalaman langsung masyarakat dalam memperoleh pelayanan, pemberitaan di media massa dan media sosial, hingga keberhasilan institusi dalam menangani berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik turut membentuk persepsi masyarakat.


Menurutnya, konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan menjadi kunci utama untuk menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.


"Kepercayaan publik akan semakin kuat apabila institusi mampu menunjukkan konsistensi dalam memberikan pelayanan yang cepat, transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Hal tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat legitimasi institusi di mata masyarakat," katanya.


Lebih lanjut, Prof. Adrianus mengingatkan agar hasil survei tidak dipandang semata-mata sebagai ukuran keberhasilan ataupun kegagalan suatu institusi. Sebaliknya, hasil tersebut perlu dimanfaatkan sebagai umpan balik yang konstruktif dalam menyusun kebijakan, memperbaiki kualitas pelayanan, serta memperkuat komunikasi publik.


"Survei sebaiknya tidak dimaknai hanya sebagai ukuran berhasil atau tidaknya sebuah institusi. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil tersebut dijadikan umpan balik untuk memperbaiki kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memperkuat komunikasi publik kepada masyarakat," tuturnya.


Ia berharap hasil survei Litbang Kompas dapat menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kinerja institusi negara. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pelayanan publik dapat terus terjaga serta meningkat secara berkelanjutan.

Kawal Budaya, Polres Madiun Kota Jaga Keamanan Pagelaran Wayang Kulit HUT ke-108 Kota Madiun

 






Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Madiun ke-108, Pemerintah Kota Madiun menggelar Pagelaran Wayang Kulit yang berlangsung di Lapangan Aspirasi depan DPRD Kota Madiun, Jalan Taman Praja, Kecamatan Taman, Minggu (28/6/2026) malam.




Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir untuk menyaksikan pertunjukan budaya tradisional sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Kota Madiun. 



Acara ini berada di bawah penanggung jawab M. Yusuf Asmadi, S.Sos., M.M., selaku Camat Taman Kota Madiun.



Untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung, Polsek Taman Polres Madiun Kota menerjunkan personel pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Taman Kompol Jumianto Nugroho, S.H., M.H., dengan Perwira Pengawas (Pawas) IPDA Tony Nurhadi, Panit Lantas Polsek Taman, bersama anggota Polsek Taman.




Kapolsek Taman Kompol Jumianto Nugroho, S.H., M.H melalui Pawas mengatakan kehadiran personel kepolisian di lokasi bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas maupun kemacetan arus lalu lintas di sekitar area kegiatan,"jelasnya.



"Ia pun menambahkan berkat sinergi antara panitia, pemerintah daerah, dan aparat keamanan, seluruh rangkaian Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Jadi Kota Madiun ke-108 dapat berlangsung dengan aman, lancar, tertib, dan kondusif hingga acara selesai,"ungkapnya.



Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang aman serta nyaman bagi seluruh warga Kota Madiun.(hms).

Pengamat Sosial: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Diakui Masyarakat

 *


Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencapai 82,4 persen mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen, capaian tersebut menunjukkan adanya peningkatan persepsi positif masyarakat terhadap institusi kepolisian.


Pengamat sosial Hizkia Darmayana menilai kenaikan tingkat kepercayaan tersebut mencerminkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mulai dirasakan secara nyata oleh masyarakat.


“Naiknya tingkat kepercayaan publik hingga 82,4 persen merupakan bukti bahwa masyarakat mulai merasakan hasil dari berbagai upaya pembenahan yang dilakukan Polri. Reformasi internal, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota memberikan dampak positif terhadap persepsi publik,” ujar Hizkia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/6/2026).


Menurut Hizkia, kepercayaan masyarakat merupakan fondasi penting bagi institusi penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Oleh karena itu, peningkatan kepercayaan tersebut harus dibarengi dengan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat transparansi dan akuntabilitas, serta menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan.


Ia juga menilai hasil Survei Litbang Kompas menjadi bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses transformasi yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, capaian tersebut patut dijadikan penyemangat bagi seluruh jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat.


“Kepercayaan publik dibangun melalui kerja nyata dan harus terus dipertahankan. Dengan menjaga integritas, meningkatkan pelayanan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat, Polri akan semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik di masa mendatang,” katanya.


Lebih lanjut, Hizkia menilai hasil survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen memperlihatkan semakin positifnya penilaian masyarakat terhadap kinerja institusi dalam menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum. Peningkatan tersebut juga menjadi indikator bahwa upaya reformasi internal dan penguatan profesionalisme di tubuh Polri semakin memperoleh pengakuan dari publik.

*Polda Jatim Beri Pendampingan Korban Dugaan Kekerasan Seksual oleh Ayah Kandung di Surabaya

 



SURABAYA – Direktorat Reserse Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA/PPO) Polda Jawa Timur mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya di Surabaya.


Direktur Reserse PPA/PPO Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. Ganis Setyaningrum, S.Si., M.H., mengatakan penyidik telah menetapkan seorang laki-laki berinisial ST (47), warga Surabaya, sebagai tersangka dalam perkara tersebut.


"Berdasarkan hasil penyidikan sementara, penyidik menduga perbuatan tersebut terjadi berulang kali sejak tahun 2025 hingga April 2026," ujar Kombes Ganis, Senin (29/6/2026).


Kasus ini terungkap setelah korban berani menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada sang ibu. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan laporan kepada pihak kepolisian sehingga penyelidikan dan penyidikan dapat dilakukan.


Meski kedua orang tua korban telah bercerai, tersangka diketahui masih kerap datang dan menginap di rumah mantan istrinya, terutama pada akhir pekan.


Dalam proses penyidikan, polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain akta kelahiran korban, kartu keluarga, akta perceraian orang tua korban, hasil visum et repertum, serta barang bukti lain yang berkaitan dengan pembuktian perkara.


Penyidik menjerat tersangka dengan ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), disertai pemberatan pidana karena pelaku merupakan orang tua kandung korban.


"Ancaman pidana yang dikenakan berupa penjara paling singkat lima tahun dan paling lama lima belas tahun, dengan ketentuan pemberatan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas Kombes Ganis.


Selain proses penegakan hukum, Polda Jawa Timur memastikan korban memperoleh pendampingan secara menyeluruh melalui kerja sama dengan DP3PPKB Kota Surabaya.


Pendampingan tersebut meliputi layanan kesehatan, pemulihan psikologis, perlindungan, bantuan hukum, hingga pemenuhan hak pendidikan korban.


"Kami berkomitmen terus mendampingi korban melalui layanan psikologis, layanan kesehatan, bantuan hukum, serta memastikan hak pendidikannya tetap terpenuhi hingga lulus SMA," ujar perwakilan DP3PPKB Kota Surabaya, Lingga Mahawan Putri, S.KM.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa penanganan perkara kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu prioritas Polda Jawa Timur.


"Polda Jawa Timur berkomitmen memberikan perlindungan maksimal kepada setiap korban kekerasan seksual, khususnya anak, melalui penegakan hukum yang profesional, transparan, serta kolaborasi dengan berbagai instansi terkait. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mencurigai adanya tindak kekerasan seksual terhadap anak maupun perempuan," tegas Kombes Abast.


Saat ini tersangka ST telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Jawa Timur sejak 23 Juni 2026. Penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Polres Ngawi Beri Pelayanan Pengamanan Maksimal, Pengesahan Warga Baru PPSGR Berjalan Aman

 *



NGAWI – Prosesi Pengesahan Warga Baru Perguruan Pencak Silat Gubuk Remaja (PPSGR) Indonesia Tahun 1448 H/2026 M berlangsung aman, tertib, dan khidmat di Padepokan Pusat PPSGR Indonesia, Jalan Kyai Mojo No. 8, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan Ngawi, Sabtu malam (27/6/2026).


Kegiatan yang dihadiri sekitar 300 peserta tersebut diikuti oleh 60 calon warga baru yang berasal dari Cabang Ngawi, Bojonegoro, dan Ponorogo. 


Rangkaian acara meliputi pembukaan, sambutan, prosesi pengesahan, doa bersama, hingga pertunjukan seni Reog Ponorogo sebagai penutup kegiatan.


Untuk menjamin keamanan selama kegiatan berlangsung, Polres Ngawi Polda Jatim bersama Polsek jajaran melaksanakan pengamanan sesuai SOP. 


Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar PPSGR Indonesia yang telah menunjukkan kedewasaan dalam menjaga ketertiban selama pelaksanaan pengesahan warga baru.


"Kami mengapresiasi seluruh keluarga besar PPSGR Indonesia yang telah melaksanakan kegiatan dengan tertib, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan," ungkap AKBP Prayoga.


Kapolres Ngawi mengatakan, sinergi antara perguruan, masyarakat, dan petugas keamanan menjadi kunci terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Ngawi.


"Berkat sinergi kepolisian, panitia, dan seluruh peserta, rangkaian acara berlangsung dengan aman dan kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas," ujar AKBP Prayoga Angga Widyatama.


Polres Ngawi Polda Jatim berkomitmen untuk terus memberikan pengamanan secara profesional pada setiap kegiatan masyarakat, sehingga seluruh rangkaian aktivitas dapat membawa manfaat bagi semua pihak. (*)

Minggu, 28 Juni 2026

Kabag SDM Polres Madiun Kota Cek Lahan Jagung, Dukung Swasembada Pangan 2026

 



MADIUN KOTA – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan tahun 2026, Kabag SDM Polres Madiun Kota melaksanakan pengecekan lahan jagung di Jalan Ciliwung, Kecamatan Taman, Kota Madiun.(29/6/2026)



Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jawa Timur AKBP Jazuli Dani Irawan, S.I.K., M.Tr.Opsla. selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jawa Timur.



Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. memerintahkan Kabag SDM Polres Madiun Kota untuk melakukan monitoring dan pengecekan perkembangan tanaman jagung sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program strategis pemerintah di sektor pertanian.



Dalam kegiatan tersebut dilakukan pengecekan kondisi tanaman, pertumbuhan jagung, serta kesiapan lahan agar hasil panen dapat optimal. Monitoring ini juga bertujuan memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.



Kapolres Madiun Kota menegaskan bahwa Polri tidak hanya berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berkomitmen mendukung program pemerintah, termasuk mewujudkan ketahanan pangan nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan monitoring lahan jagung ini, diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian sehingga target swasembada pangan tahun 2026 dapat tercapai.

#AstaCitaPresiden #AstaCitaJatim #SwasembadaPangan #KetahananPanganPoldaJatim #SSDMPolri

Polantas Menyapa, Satlantas Polres Madiun Kota Serahkan BPKB dan Edukasi Tertib Berlalu Lintas kepada Masyarakat

 


**Madiun** – Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta membangun budaya tertib berlalu lintas, Satlantas Polres Madiun Kota kembali melaksanakan kegiatan *Polantas Menyapa* pada Senin, 29 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri Presisi dalam memberikan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional kepada masyarakat.


Pada kegiatan tersebut, petugas Satlantas Polres Madiun Kota menyerahkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kepada para pemohon yang telah menyelesaikan seluruh proses administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pelayanan diberikan secara ramah, transparan, dan responsif guna memberikan kemudahan serta kepuasan kepada masyarakat.


Selain penyerahan BPKB, petugas juga memberikan edukasi kepada para pemohon mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Materi yang disampaikan meliputi kewajiban melengkapi administrasi kendaraan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan saat berkendara, serta mengedepankan etika dan disiplin di jalan raya demi mewujudkan keamanan dan keselamatan bersama.


Kasat Lantas Polres Madiun Kota, **AKP Nanang Cahyono, S.Pd.**, menyampaikan bahwa kegiatan *Polantas Menyapa* merupakan salah satu bentuk pelayanan prima yang terus dihadirkan Satlantas kepada masyarakat, tidak hanya melalui pelayanan administrasi, tetapi juga melalui edukasi yang berkelanjutan.


"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis, profesional, dan responsif. Selain itu, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu mematuhi peraturan yang berlaku demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas," ujar AKP Nanang Cahyono, S.Pd.


Melalui kegiatan *Polantas Menyapa* ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan serta memiliki kesadaran yang tinggi untuk selalu tertib berlalu lintas. Dengan sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kota Madiun dapat terus terjaga dengan baik.

Sandri Rumanama: Meningkatnya Kepercayaan Publik Bukti Reformasi Polri Mulai Dirasakan Masyarakat

 *


Jakarta – Founder Kontra Narasi, Sandri Rumanama, memberikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada pertengahan 2026. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai langkah pembenahan yang dilakukan institusi kepolisian mulai mendapat pengakuan dari publik.


Berdasarkan hasil survei nasional, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri tercatat mencapai 82,4 persen. Angka tersebut mengalami peningkatan dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di level 76,2 persen.


Sandri menilai kenaikan tersebut merupakan hasil dari reformasi yang terus dijalankan Polri, mulai dari pembenahan internal, peningkatan profesionalisme personel, hingga perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


“Kenaikan tingkat kepercayaan publik ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan perubahan yang terjadi di tubuh Polri. Ini merupakan capaian yang patut diapresiasi,” kata Sandri.


Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi modal utama bagi Polri untuk terus memperkuat profesionalisme dalam menjalankan tugas serta meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.


Ia juga melihat adanya perubahan budaya kerja di lingkungan Polri yang kini lebih mengedepankan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan persuasif, kata Sandri, semakin diutamakan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.


“Penegakan hukum saat ini tidak lagi identik dengan pendekatan yang kaku. Polisi lebih mengutamakan solusi, komunikasi, dan kehadiran yang memberikan rasa aman. Masyarakat juga merasakan bahwa polisi kini lebih dekat, lebih ramah, dan lebih responsif terhadap setiap aduan,” ujarnya.


Lebih lanjut, Sandri menilai perubahan tersebut tidak hanya terlihat di tingkat pusat, tetapi juga dirasakan hingga ke jajaran paling bawah. Kehadiran personel Polri, mulai dari Mabes Polri hingga Bhabinkamtibmas di berbagai pelosok daerah, dinilai semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Mereka hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kerja nyata di lapangan itulah yang menjadi fondasi meningkatnya kepercayaan publik terhadap Polri,” tutup Sandri.

Menpora Erick Thohir Apresiasi Pekan Olahraga Polri 2026: Makin Banyak Event Olahraga, Makin Baik untuk Bangsa


Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi pelaksanaan Pekan Olahraga Polri 2026 yang digelar di Polda Metro Jaya, Minggu (28/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya memperkuat sportivitas, kebersamaan, dan budaya olahraga di tengah masyarakat.


Erick menyampaikan, pembangunan olahraga nasional tidak dapat dilakukan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga sendiri. Menurutnya, keterlibatan berbagai institusi, termasuk Polri, sangat penting untuk memperluas ruang kompetisi dan pembinaan atlet.


“Saya juga berterima kasih karena tidak mungkin kami, Kemenpora, membangun olahraga dengan kesendirian. Makin banyak yang melaksanakan event-event olahraga, makin baik buat bangsa kita,” ujar Erick dalam sambutannya.


Erick juga menyinggung peran sejumlah atlet dari lingkungan Polri yang ikut memberi kontribusi bagi prestasi olahraga nasional. Ia menyebut, banyak atlet dari berbagai cabang olahraga yang telah menunjukkan kemampuan dan membawa nama baik bangsa.


“Tentu banyak atlet yang mungkin tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Ada yang membawa tim sepak bola kita juara, dan banyak atlet lagi dari cabang olahraga lainnya,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Erick menilai Pekan Olahraga Polri juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat pembinaan cabang olahraga prioritas. Ia menyebut sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional atau DBON.


“Tadi ada sejumlah cabang olahraga, dan sebagian masuk DBON. Bapak Presiden juga meminta 21 cabang olahraga prioritas. Saya lihat ada voli, bulu tangkis, dan lain-lain,” ucapnya.


Selain kompetisi, Erick menilai Pekan Olahraga Polri memiliki nilai penting karena ikut memasyarakatkan olahraga. Ia menyebut partisipasi masyarakat Indonesia dalam berolahraga masih perlu terus ditingkatkan.


“Yang menarik, saya mendapat laporan Pekan Olahraga Polri ini juga memasyarakatkan olahraga. Karena memang kita masih tertinggal. Jepang yang demografinya makin tua, partisipasi masyarakat berolahraganya sudah mencapai 72,9 persen. Indonesia partisipasinya baru 26,3 persen,” ujarnya.


Menurut Erick, membangun budaya olahraga di masyarakat juga berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan. Semakin banyak masyarakat berolahraga, maka semakin besar peluang untuk menjaga kebugaran dan menekan biaya kesehatan.


“Dengan mengolahragakan masyarakat, konteksnya juga menjaga kesehatan dan menekan biaya kesehatan. Karena semua yang di depan saya termasuk saya hari ini makin tua. Yang di belakang belum tua, tapi nanti tua juga,” katanya.


Erick juga mendorong agar kegiatan car free day dapat terus diperluas ke berbagai daerah. Ia menyebut saat ini kegiatan car free day baru berjalan di sekitar 220 kota, sementara Indonesia memiliki 514 kota/kabupaten.


“Kita bisa lihat car free day hari ini baru 220 kota, padahal kita ada 514 kota. Nanti kita juga dorong bagaimana car free day ini bisa ada di seluruh kota di Republik Indonesia,” tutur Erick.


Erick kemudian berpesan kepada seluruh atlet yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Polri 2026 agar menjaga sportivitas. Ia menegaskan sportivitas merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter atlet.


“Para atlet yang akan bertanding, tetap jaga sportivitas. Karena itulah bagian dari jiwa raga kalian dalam membangun karakter yang baik,” katanya.


Sementara itu, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan Pekan Olahraga Polri 2026 diikuti 6.698 atlet dari delapan cabang olahraga, yakni basket, bulu tangkis, judo, menembak, indoor skydiving, tenis lapangan, taekwondo, dan karate.


Wakapolri berpesan kepada seluruh atlet agar bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas, keberanian, dan kehormatan. Ia berharap Pekan Olahraga Polri 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan serta membangun prestasi olahraga nasional.


Pembukaan Pekan Olahraga Polri 2026 berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah pejabat negara. Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk mempererat kebersamaan dengan masyarakat melalui olahraga yang sehat, positif, dan penuh semangat persaudaraan.

Polres Pacitan Siagakan 931 Personel Gabungan Pengamanan Pengesahan Warga PSHT

 


PACITAN - Sebanyak 931 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan rangkaian pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kabupaten Pacitan, Sabtu (27/6/2026) hingga Minggu (28/6/2026) dini hari.


Pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar mengatakan ratusan personel gabungan disiagakan di sejumlah titik, termasuk kawasan GOR Pacitan yang menjadi lokasi pengesahan.


Sebelum pengamanan dimulai, petugas menggelar apel pasukan sebagai bentuk kesiapan seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengamanan.


"Selain pengamanan terbuka dan tertutup, petugas juga melakukan penyekatan di sejumlah ruas jalan menuju lokasi kegiatan," kata AKBP Ayub.


Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi masuknya rombongan penggembira ke area pengesahan di GOR Pacitan.


Dalam pemeriksaan kendaraan, petugas menindak sejumlah pelanggaran lalu lintas di JLS.


Beberapa pengendara kedapatan tidak mengenakan helm, menggunakan knalpot brong, serta membawa bendera maupun atribut perguruan silat.


Satlantas Polres Pacitan turut mengamankan puluhan knalpot brong yang digunakan pengendara saat menuju lokasi kegiatan.


"16 motor tidak sesuai spesifikasi teknik dan berknalpot brong diamankan petugas dan ditilang,"ujar AKBP Ayub.


Tak hanya itu, petugas juga menyita sejumlah minuman keras yang ditemukan saat memeriksa jok kendaraan rombongan penggembira PSHT.


Kapolres Pacitan mengimbau seluruh peserta maupun masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung.


"Semua pihak diimbau untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di wilayah Kabupaten Pacitan," kata AKBP Ayub.


Hingga Minggu dini hari, personel gabungan masih disiagakan di seluruh pos pengamanan untuk mengantisipasi pergerakan massa serta memastikan arus lalu lintas dan situasi keamanan tetap kondusif. (*)

Polri Gelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Serentak di Lima Wilayah, Semarakkan Hari Bhayangkara ke-80

 



Jakarta, 28 Juni 2026 – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM secara serentak di lima wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Kabupaten Bekasi, dan Kota Tangerang Selatan, pada Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.


Koordinator Pasar Rakyat Wilayah Jakarta Selatan, Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan yang bermanfaat sekaligus mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan antara Polri dengan masyarakat. Kami ingin berbagi kebahagiaan dan menghadirkan manfaat secara langsung melalui pasar rakyat, bazar UMKM, dan berbagai hiburan yang dapat dinikmati seluruh keluarga,” ujar Kombes Pol. Raden Tri Wahyu Budiyanto.


Dalam kegiatan tersebut, Polri menghadirkan pasar murah yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Di setiap lokasi disiapkan sebanyak 5.000 paket beras premium ukuran 5 kilogram, 5.000 paket gula kemasan 1 kilogram, dan 5.000 paket minyak goreng kemasan 1 liter. Dengan lima lokasi penyelenggaraan, secara keseluruhan tersedia 75.000 paket sembako bagi masyarakat.


Harga kebutuhan pokok yang ditawarkan pun jauh di bawah harga pasaran. Beras premium kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp50.000 per paket, gula kemasan 1 kilogram seharga Rp10.000 per paket, dan minyak goreng kemasan 1 liter juga seharga Rp10.000 per paket. Melalui program pasar murah tersebut, Polri berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau di tengah kebutuhan sehari-hari.


Selain pasar murah, masyarakat juga dapat menikmati Bazar UMKM yang menghadirkan beragam produk usaha mikro, kecil, dan menengah dari berbagai pelaku usaha. Kegiatan semakin semarak dengan adanya pembagian makanan dan minuman gratis, aneka suvenir dari Polri, area permainan anak-anak, hingga kegiatan nonton bareng Piala Dunia yang menjadi hiburan bagi seluruh keluarga.


Menurut Kombes Tri Wahyu Budiyanto, penyelenggaraan Pasar Rakyat dan Bazar UMKM tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi ruang untuk mendorong pertumbuhan UMKM serta memperkuat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi perayaan institusi semata, melainkan juga menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat serta mempererat hubungan yang telah terjalin selama ini.


Dengan semangat “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”, Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta hadir sebagai institusi yang semakin dicintai dan dipercaya oleh masyarakat.

Wakapolri Buka Pekan Olahraga Polri Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Semangat “Polri untuk Masyarakat

 


Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo secara resmi membuka Bhayangkara Sports Day Kapolri Cup 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus wujud komitmen Polri dalam membangun budaya hidup sehat, memperkuat soliditas, dan mencetak atlet-atlet berprestasi.  


Sebelum pembukaan, Kapolri bersama tamu undangan kementerian/lembaga, serta masyarakat mengikuti olahraga bersama dalam suasana Car Free Day dari kawasan Monas menuju Polda Metro Jaya.


Dalam sambutan Kapolri yang dibacakan oleh Wakapolri menyampaikan bahwa delapan dekade perjalanan Polri merupakan pengabdian panjang kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, momentum Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


“Pada momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini, kita perlu meneguhkan kembali komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang dekat, dipercaya, dan dicintai masyarakat,” ujar Wakapolri.


Wakapolri juga menegaskan, olahraga menjadi salah satu media untuk membangun karakter, memperkuat disiplin, sportivitas, solidaritas, serta semangat kompetisi yang sehat.


Bhayangkara Sports Day juga dirangkaikan dengan penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 yang mempertandingkan delapan cabang olahraga, yakni basket, bulu tangkis, judo, menembak, indoor skydiving, tenis lapangan, taekwondo, dan karate. Sebanyak 6.698 atlet dari unsur Polri, TNI, dan masyarakat umum ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.


“Kapolri Cup Tahun 2026 ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan dan kompetisi bagi atlet Polri, tetapi juga membuka ruang partisipasi bagi rekan-rekan TNI dan masyarakat umum. Kegiatan ini merupakan ajang pembinaan prestasi, pencarian bibit atlet profesional, serta sarana mempererat persaudaraan,” kata Wakapolri.


Tentunya Polri berharap kompetisi tersebut dapat menjadi tahapan pembinaan menuju level yang lebih tinggi, mulai dari Kejuaraan Nasional, Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia dan Olimpiade.


“Ke depan, level kompetisi Pekan Olahraga Polri akan terus kita tingkatkan sehingga menjadi salah satu tahapan penting bagi para atlet untuk naik ke level kompetisi yang lebih tinggi seperti Kejuaraan Nasional, PON, SEA Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia dan Olimpiade,” ungkapnya.


Pada kesempatan itu, Polri juga memberikan apresiasi kepada para atlet Polri yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional. Di antaranya dengan meraih 50 medali pada World Police and Fire Games 2025 yang terdiri dari 23 emas, 11 perak, dan 16 perunggu, serta 30 medali pada SEA Games 2025 yang terdiri dari lima emas, 15 perak, dan 10 perunggu.


Selain itu, atlet Polri juga menorehkan prestasi pada berbagai cabang olahraga lainnya, termasuk bola voli, taekwondo, karate, judo, bulu tangkis, dan menembak.


“Polri akan terus berkomitmen memperkuat pembinaan pada lebih dari 30 cabang olahraga binaan Polri serta memperkuat sinergi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, KONI, KOI, dan induk cabang olahraga untuk mendorong lahirnya atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama institusi, bangsa, dan negara,” tegasnya.


Mengakhiri sambutannya, Wakapolri mengajak seluruh atlet menjunjung tinggi sportivitas, para pelatih dan ofisial memberikan pendampingan terbaik, serta wasit dan juri menjaga integritas pertandingan agar Bhayangkara Sports Day Kapolri Cup 2026 berlangsung aman, lancar, dan sukses serta menjadi momentum lahirnya atlet-atlet berprestasi bagi Indonesia.

Sabtu, 27 Juni 2026

Haidar Alwi: Kepercayaan Publik Berdasarkan Survei Litbang Kompas Jadi Hadiah Terbaik bagi Polri di Hari Bhayangkara

 


Jakarta – Hasil Survei Litbang Kompas yang dilaksanakan pada 9–18 April 2026 menunjukkan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Survei yang melibatkan 1.200 responden melalui wawancara tatap muka di 38 provinsi itu mencatat sebanyak 82,4 persen masyarakat meyakini kinerja Polri akan semakin baik di masa mendatang, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen.


Selain tingkat keyakinan publik yang meningkat, survei tersebut juga menunjukkan citra kelembagaan Polri naik menjadi 71,5 persen. Indeks profesionalitas pelayanan turut mengalami peningkatan dari 7,76 menjadi 8,37, sementara 80 persen responden menilai fasilitas pelayanan di kantor polisi kini semakin nyaman.


Menanggapi hasil survei tersebut, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, Ir. R. Haidar Alwi, MT, menyebut capaian tersebut sebagai hadiah paling berharga bagi Polri menjelang peringatan Hari Bhayangkara 2026. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan bentuk pengakuan yang lahir dari pengalaman nyata masyarakat dalam menerima pelayanan kepolisian.


“Survei Litbang Kompas yang mencatat tingkat keyakinan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen merupakan kabar yang sangat menggembirakan.” Kata Haidar. 


Ia menilai hasil yang direkam Litbang Kompas menunjukkan bahwa proses transformasi di tubuh Polri berjalan ke arah yang positif. Menurutnya, meningkatnya kepercayaan publik tidak terlepas dari kepemimpinan yang mampu mendorong perubahan secara menyeluruh, baik melalui reformasi pelayanan maupun penguatan budaya kerja yang semakin profesional.


Haidar Alwi juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas capaian tersebut. Ia menilai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit berhasil membawa Polri menjadi institusi yang semakin modern, humanis, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


Menurutnya, meningkatnya keyakinan publik menjadi 82,4 persen, naiknya citra kelembagaan menjadi 71,5 persen, serta bertambahnya indeks profesionalitas pelayanan merupakan bukti bahwa transformasi Polri tidak hanya terlihat pada aspek kebijakan, tetapi juga telah dirasakan langsung oleh masyarakat.


Ia menambahkan, modal kepercayaan publik yang semakin kuat menjadi fondasi penting bagi Polri untuk terus memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga stabilitas nasional sebagai salah satu prasyarat utama pembangunan Indonesia.


“Semoga Polri terus menjadi institusi yang dicintai rakyat, profesional dalam bertugas, dan semakin kokoh mengawal Indonesia menuju masa depan yang lebih aman dan maju,” pungkas Haidar Alwi.

Polres Madiun Kota Siagakan 983 Personel Gabungan Layanan Pengamanan Suran Agung




*KOTA MADIUN* – Sebanyak 983 personel gabungan Polres Madiun Kota Polda Jatim diterjunkan untuk pengamanan Suran Agung Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) yang berlangsung di Kota Madiun, Minggu (28/6/2026).


Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K., melalui Wakapolres, Kompol Bambang Sujarwo mengatakan, Ratusan personel gabungan tersebut ditempatkan di beberapa titik strategis mulai dari pengamanan jalur hingga lokasi kegiatan.


"Penebalan personel untuk pengamanan ini untuk memastikan kegiatan Suran Agung berjalan aman dan kondusif," kata Kompol Bambang.


Masih kata  Kompol Bambang, dalam pengamanan ini Polres Madiun Kota Polda Jatim juga berkolaborasi dengan instansi lintas sektor termasuk pengamanan dari internal perguruan silat.


"Pengamanan kami laksanakan secara terbuka dan tertutup berkolaborasi dengan instansi lintas sektor dan PAM Swakarsa," jelas Kompol Bambang.


Wakapolres Madiun Kota juga mengingatkan seluruh peserta Suran Agung agar mematuhi maklumat yang telah disepakati bersama demi menjaga situasi keamanan, ketertiban, dan kelancaran kegiatan.


Selama kegiatan berlangsung, kepolisian akan menerapkan rekayasa arus lalu lintas di Jalan Ring Road Barat yang difungsikan sebagai lokasi parkir peserta. 


Masyarakat diimbau untuk sementara waktu menghindari jalur tersebut dan menggunakan rute alternatif.


"Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan Suran Agung PSHWTM tahun ini dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif," pungkasnya.(*)

Rano Alfath: Peningkatan Kepercayaan Publik Jadi Modal Polri Perkuat Profesionalisme dan Reformasi

 


Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh Rano Alfath, memberikan apresiasi atas meningkatnya tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri sebagaimana tergambar dalam hasil Survei Litbang Kompas. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan masyarakat mulai merasakan perubahan positif dalam berbagai aspek pelayanan dan penegakan hukum yang dilakukan institusi kepolisian.


Rano menilai kepercayaan publik tumbuh karena adanya perbaikan yang dirasakan secara langsung, mulai dari pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum, kehadiran aparat di lapangan, hingga komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban.


“Capaian ini patut diapresiasi. Kepercayaan publik tidak bisa dibangun hanya melalui narasi, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata yang konsisten. Ketika masyarakat mulai merasakan perubahan dalam pelayanan, penegakan hukum, dan kehadiran negara melalui Polri, maka kepercayaan itu akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Rano kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).


Lebih lanjut, Rano menyebut Komisi III DPR RI mencermati sejumlah langkah yang telah dilakukan Polri, di antaranya pemberantasan judi online, penanganan tindak pidana siber, pemberantasan peredaran narkotika, penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga penguatan pelayanan publik berbasis digital. Menurutnya, berbagai upaya tersebut perlu terus diiringi dengan komitmen menjaga integritas institusi.


“Ketegasan terhadap oknum merupakan pesan yang sangat penting bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan kewenangan di tubuh Polri. Justru keberanian melakukan penindakan terhadap anggota sendiri menjadi bagian dari upaya membangun institusi yang profesional, bersih, dan dipercaya masyarakat. Akuntabilitas adalah fondasi utama penegakan hukum,” katanya.


Ia juga menilai pengesahan perubahan Undang-Undang tentang Polri menjadi momentum penting untuk memperkuat kelembagaan kepolisian dalam menghadapi dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang. Menurutnya, penguatan regulasi harus dibarengi dengan meningkatnya tanggung jawab kepada masyarakat.


“Penguatan kelembagaan harus dimaknai sebagai penguatan tanggung jawab kepada masyarakat. Semakin besar kewenangan yang dimiliki, semakin besar pula tuntutan untuk bekerja secara profesional, transparan, dan berintegritas. Kepercayaan publik merupakan modal terbesar Polri yang harus dijaga melalui konsistensi reformasi dan pelayanan yang semakin berkualitas,” katanya.


Rano menegaskan Komisi III DPR RI akan terus memberikan dukungan terhadap upaya penguatan institusi kepolisian. Ia berharap tren positif berupa meningkatnya kepercayaan publik tidak hanya dapat dipertahankan, tetapi juga terus ditingkatkan melalui kinerja yang semakin baik.


“Ke depan, saya berharap tren positif ini tidak hanya dipertahankan, tetapi terus ditingkatkan. Polri harus semakin hadir sebagai institusi penegak hukum yang profesional, presisi, humanis, responsif, serta mampu memberikan rasa aman dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.