Cepat, Akurat dan terpercaya

Minggu, 05 Oktober 2025

*Patroli Raimas Polres Gresik Berhasil Gagalkan Peredaran Pil Koplo, Tiga Pemuda Diamankan*


 


GRESIK - Upaya jajaran Polres Gresik Polda Jatim dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) kembali membuahkan hasil. 


Tim Patroli Reaksi Cepat (Raimas) “Kalam Munyeng” dari Satuan Samapta (Satsampta) Polres Gresik Polda Jatim berhasil mengamankan Tiga pemuda yang kedapatan membuang paket berisi pil koplo saat dilakukan patroli dini hari.


Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (3/10/2025) sekitar pukul 01.30 WIB, di kawasan parkir truk yang ada di, Jalan Veteran, Gresik. 


Saat itu, tim Raimas Kalam Munyeng sedang melaksanakan patroli rutin prentis presisi guna mencegah tindak kejahatan jalanan dan peredaran narkoba.


Ketika melintas di lokasi, petugas mendapati Tiga pemuda berdiri mencurigakan di depan sebuah truk dengan satu unit sepeda motor di dekat mereka. 


Kecurigaan kian menguat saat salah satu pemuda tampak tergesa membuang sesuatu begitu menyadari kedatangan tim patroli.


Petugas segera bergerak cepat untuk mengamankan ketiganya. 


Salah satu dari mereka sempat mencoba melarikan diri, namun berhasil ditangkap tidak jauh dari lokasi. 


Pemeriksaan awal terhadap badan, tas, dan kendaraan mereka tidak ditemukan barang mencurigakan. 


Namun, berkat kejelian petugas, dilakukan penyisiran di sekitar area parkir.


Hasilnya, di bawah kolong trotoar jalan, petugas menemukan bungkusan plastik yang baru saja dibuang. Setelah dibuka, ternyata berisi 54 butir pil koplo.


Ketiga pemuda tersebut, yang diketahui berinisial W (27), MN (20), dan WNK (22), tidak dapat mengelak saat barang bukti ditemukan. 


Mereka beserta satu unit sepeda motor dan pil koplo tersebut kemudian dibawa ke Mapolres Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Kasat Samapta Polres Gresik, AKP Heri Nugroho, membenarkan penangkapan tersebut. 


“Benar, ketiga pemuda itu kami amankan karena kedapatan membuang barang bukti pil koplo selanjutnya kami serahkan ke Satresnarkoba Polres Gresik untuk proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.


Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan bahwa jajaran Raimas Kalam Munyeng akan terus meningkatkan patroli malam hari untuk mencegah segala bentuk gangguan Kamtibmas.


“Raimas Kalam Munyeng akan terus hadir di tengah masyarakat guna menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polres Gresik,” tegas AKBP Rovan.


Ia mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. 


Apabila mengetahui adanya tindak pidana atau aktivitas mencurigakan, warga dapat segera melaporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui hotline “Lapor Cak Roma” di 0811-8800-2006. (*)

*Polres Pasuruan Gerak Cepat Redam Konflik Pembongkaran Makam di Winongan*


 


PASURUAN – Peristiwa pembongkaran makam di Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan pada Rabu (1/10) pekan yang lalu sempat memanas.


Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan langsung mengumpulkan para kepala desa se-Kecamatan Pasrepan, untuk meredam konflik yang berpotensi semakin memanas tersebut pada Jumat (3/10).


"Sudah kita tindaklanjuti untuk meredam situasi dengan melibatkan 17 kepala desa se-Kecamatan Pasrepan," kata AKBP Dani, Minggu (5/10/25).


Kapolres Pasuruan meminta, para Kepala Desa turut aktif menenangkan warganya dan  mencegah penyebaran kabar yang tidak benar.


“Sering kali yang beredar di luar sana justru lebih banyak mudharat daripada fakta sebenarnya,”ujar AKBP Dani.


Kapolres Pasuruan menegaskan, keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggungjawab pihak Kepolisian namun, juga seluruh pemimpin wilayah termasuk Kepala desa setempat.


Kehadiran jajaran kepolisian diapresiasi para kades, yang menilai respon cepat ini penting untuk meredam isu berkembang di masyarakat.


"Karena itu saya minta kita semua saling menjaga," tegas AKBP Dani.


Kapolres Pasuruan juga mengungkapkan pihaknya masih mendalami motif di balik pembongkaran cungkup di Winongan.


Sejumlah saksi sudah diperiksa termasuk warga masyarakat sekitar lokasi.


“Saya bersama jajaran sudah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan konflik dan mohon dukungan dari rekan-rekan kepala desa agar situasi tidak berkembang kemana - mana," ungkap AKBP Dani.


Kapolres Pasuruan memastikan kasus ini akan ditangani tuntas, supaya jelas duduk perkaranya dan tidak berkembang jadi isu lain.


Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.


“Jangan mudah terprovokasi kabar-kabar di luar. Mari kita jaga Pasuruan tetap aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.


Diberitakan sebelumnya, aksi pembongkaran bangunan makam terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025).


Sejumlah warga secara bersama-sama membongkar bangunan yang berdiri di area pemakaman tersebut karena dinilai menimbulkan keresahan.


Bangunan makam tersebut berdiri tepat di belakang Masjid Jami’ Baitul Atiq Serambi. 


Warga menilai keberadaannya tidak menghormati makam para ulama dan auliya yang telah lama dimakamkan di lokasi itu. 


Selain itu, struktur bangunan juga dianggap menghalangi akses jalan setapak dan disebut tidak memiliki izin resmi dari pemerintah desa. (*)

Polres Madiun Kota Berikan Surprise HUT TNI ke-80, Wujud Soliditas TNI-Polri


 


Kota Madiun – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-80 tahun 2025, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K. bersama pejabat utama Polres Madiun Kota memberikan kejutan berupa tumpeng dan kue ulang tahun kepada jajaran TNI, Minggu (5/10/2025).



Kegiatan surprise ini dilakukan dengan mendatangi markas TNI di wilayah Kota Madiun sebagai bentuk penghormatan sekaligus mempererat sinergitas antara TNI dan Polri. Tidak hanya di tingkat Polres, para Kapolsek jajaran Polres Madiun Kota juga turut melaksanakan kegiatan serupa dengan mendatangi markas Koramil di wilayah masing-masing.




Dalam kesempatan tersebut, suasana penuh keakraban dan kekeluargaan tampak jelas ketika jajaran Polres Madiun Kota bersama TNI saling memberikan ucapan dan doa. Surprise ini disambut dengan penuh sukacita oleh Dandim 0803 Madiun Letkol Kav Widhi Bayu Sudibyo bersama  jajaran TNI yang tengah merayakan hari jadinya.




Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata soliditas dan sinergitas antara TNI dan Polri.



“Hari ini kami dari Polres Madiun Kota bersama jajaran memberikan surprise kepada saudara-saudara kami di TNI yang sedang merayakan HUT ke-80. Ini adalah bentuk kebersamaan sekaligus komitmen kami untuk terus menjaga sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Madiun,” ungkap Kapolres.



Lebih lanjut, Kapolres berharap sinergitas TNI-Polri yang sudah terjalin dengan baik dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.



“Harapan kami, TNI semakin jaya, semakin profesional, dan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. TNI dan Polri adalah pilar bangsa yang akan selalu berdampingan dalam melindungi masyarakat serta menjaga kedaulatan negara,” tambahnya.



Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa TNI dan Polri di Kota Madiun selalu siap bergandengan tangan, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam menjalin silaturahmi yang erat demi kepentingan bangsa dan negara.(hms).

Sabtu, 04 Oktober 2025

Sinergi TNI-Polri di HUT TNI ke-80: Kapolres Madiun Kota Hadiri Upacara Bersama Forkopimda di Pendopo Caruban


MADIUN – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-80, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Madiun menggelar upacara bersama di Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, Minggu (5/10/2025).


Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta tamu undangan. Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, S.I.K. turut hadir bersama pejabat utama Polres Madiun Kota, menunjukkan sinergitas yang kuat antara TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Dalam kesempatan itu, AKBP Wiwin Junianto menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap peran TNI yang selama ini terus bersinergi dengan Polri.


 “Selamat Hari Ulang Tahun TNI ke-80. TNI dan Polri akan terus berdampingan menjaga keutuhan NKRI, menciptakan keamanan, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kapolres Madiun Kota.


Ia menambahkan, momentum peringatan HUT TNI ini menjadi simbol kebersamaan dan soliditas antarinstansi dalam mendukung program pemerintah serta mewujudkan daerah yang aman, tertib, dan kondusif.


Kehadiran Forkopimda dari Kota dan Kabupaten Madiun menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi menjaga stabilitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat.(hms).

*Itwasda Polda Jatim Lakukan Pengawasan SPPG Polres Gresik Pastikan Kualitas dan Kebersihan MBG*


 


GRESIK - Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) terus melaksanakan Pengawasan dan Asistensi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di jajaran satuan wilayah Polda Jatim.


Seperti halnya SPPG Polres Gresik di  Buyos Yosowilangon, Kecamatan Manyar yang tak luput dari Asistensi yang dilakukan oleh Itwasda Polda Jatim.


Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memastikan program Makanan Bergizi (MBG) Polri berjalan optimal, higienis, serta minim risiko.


Pengawasan yang dipimpin oleh Ketua Tim Asistensi, Kombes Pol. Yayat Ruhiyat itu turut hadiri Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, didampingi Wakapolres Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, serta jajaran pejabat utama dan operator SPPG.


Dalam pemaparannya, Wakapolres Gresik Kompol Danu menjelaskan bahwa dapur utama SPPG Gresik seluas 426,5 m² di Komplek Bumi Yosowilangon telah beroperasi sejak 1 September 2025 dengan melibatkan 43 relawan. 


"Hingga kini, layanan sudah menjangkau 3.206 penerima manfaat yang terdiri dari 13 sekolah, 1 SLB, dan 16 Posyandu," ujarnya, Sabtu (4/10/25).


Polres Gresik juga menyiapkan rencana pengembangan dengan membangun Tiga dapur tambahan di Eks Mapolres Lama Jalan Basuki Rahmat, Eks Gedung Lap Tembak Jalan Brantas Randuagung, serta Lapangan Sunan Giri Manyarejo. 


"Lokasi ini ditargetkan memperluas cakupan distribusi makanan bergizi," tambah Kompol Danu.


Dalam arahannya, Kombes Pol. Yayat Ruhiyat menegaskan pentingnya standar operasional tanpa celah. 


Ia menekankan wajib pelatihan bagi ahli gizi dan relawan dapur tentang keamanan pangan siap saji.


Kombes Pol. Yayat Ruhiyat juga mewajibkan standar kualitas bahan baku, makanan jadi, alat masak, dan alat makan harus sesuai regulasi.


Selain itu, sebelum didistribusikan, MBG harus diuji keamanan harian melalui food security test.


"MBG harus Higienitas total dari dapur hingga distribusi dan Prinsip Zero Mistakes untuk memastikan MBG Polri berjalan tanpa kesalahan," tegas Kombes Pol. Yayat Ruhiyat.


Ia mengingatkan pentingnya mengenai program MBG, sekaligus menyebutkan bahwa Itwasda, Ditreskrim, Kabiddokkes, dan Kabidlabfor Polda Jatim akan melakukan pengawasan berkala.


Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menegaskan komitmen jajarannya untuk menjunjung tinggi aspek kebersihan.


"Agar diperhatikan betul terkait higienitas. Semua menu harus dicek kelayakannya sebelum didistribusikan, jangan sampai terjadi kesalahan seperti isu MBG belakangan ini," ujar Kapolres Gresik.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung area dapur SPPG Polres Gresik. Tim Asistensi melihat langsung proses pengolahan makanan. (*)

*Polda Jatim Serahkan 3 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny ke Keluarga*


 

SURABAYA - Tiga jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo diserahkan kepada keluarga masing-masing oleh Biddokkes Polda Jatim,Minggu (5/10/2025) dini hari.


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan penyerahan jenazah di RS Bhayangkara Polda Jatim tersebut setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim melakukan identifikasi.


"Ketiga jenazah sudah diserahkan ke keluarga setelah Tim DVI berhasil mengidentifikasi," kata Kombes Pol Abast, Minggu (5/10).


Kabid Humas Polda Jatim juga menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa para santri Ponpes Al Khoziny.


"Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Polda Jatim, kami turut berduka cita, semoga arwah adik - adik kita ini mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan,"ungkapnya.


Sementara itu Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki mengatakan bahwa ketiga jenazah yang berhasil diidentifikasi adalah santri asal Kota Surabaya. 


"Setelah disholatkan di RS Bhayangkara, peti jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka masing-masing,"kata Kombes Pol M.Khusnan.


Ia juga mengatakan, sebelumnya seluruh proses indentifikasi dilakukan secara cermat melalui pemeriksaan medis, odontologi (gigi), sidik jari, serta pencocokan properti korban. 


"Kami cocokan dengan data ante mortem yang diberikan oleh pihak keluarga,"ujarnya.


Kombes Pol M.Khusnan turut menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa para santri Ponpes Al Khoziny.


"Kami turut berduka cita, semoga arwah beliau-beliau adik-adik saya itu diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala," pungkasnya. (*)

*Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 3 Jenazah Korban Robohnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny*


 

SURABAYA - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur kembali mengumumkan perkembangan hasil identifikasi terhadap korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. 


Hingga Sabtu malam (4/10/2025), Tiga jenazah kembali berhasil diidentifikasi.


Hal itu disampaikan oleh Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki, dalam keterangan resminya di Posko Post Mortem, RS Bhayangkara Polda Jatim,Sabtu malam (4/10).


Kombes Pol M.Khusnan mengatakan bahwa seluruh proses dilakukan secara cermat melalui pemeriksaan medis, odontologi (gigi), sidik jari, serta pencocokan properti korban dengan data ante mortem yang diberikan oleh pihak keluarga.


“Tim DVI Polda Jatimb berhasil mengidentifikasi Tiga jenazah yang baru dievakuasi,” ujar Kombes Pol Khusnan.


Tiga jenazah yang berhasil teridentifikasi diantaranya adalah :


1. Jenazah dengan nomor PM RSB B002 teridentifikasi melalui pemeriksaan gigi, medis, dan properti. Hasilnya sesuai dengan data ante mortem nomor 036 atas nama Firman Nur, laki-laki berusia 16 tahun, warga Tembok Lor 3/8A, Surabaya.


2. Jenazah dengan nomor PM RSB B003 teridentifikasi melalui pemeriksaan medis dan properti, yang sesuai dengan data ante mortem AM 007 atas nama Muhammad Azka Ibadurrahman, laki-laki 13 tahun, warga Jalan Randu Indah Nomor 14, Kenjeran, Surabaya.


3. Jenazah dengan nomor PM RSB B006 teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, medis, dan properti. Hasil pencocokan menunjukkan identitas korban sebagai Daul Milal, laki-laki 15 tahun, warga Sidokapasan Gang 8 Nomor 18, Surabaya, berdasarkan data ante mortem AM 019.


Kombes Pol Khusnan menambahkan, dengan teridentifikasinya Tiga jenazah tersebut, maka hingga Sabtu malam (4/10) total Delapan dari 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi. 


Selain itu juga terdapat Satu body part yang juga ditemukan di lokasi reruntuhan.


“Operasi DVI masih terus berjalan. Tim kami saat ini masih melakukan pendalaman data ante mortem dan post mortem untuk memastikan identifikasi seluruh korban dapat segera diselesaikan,” jelasnya.


Lebih lanjut, Kabiddokkes Polda Jatim menyebut bahwa proses identifikasi ini didukung oleh Pusdokkes Polri, tim Inafis Polda Jatim, serta Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).


Mengenai proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, ia memastikan bahwa malam ini juga seluruh jenazah yang telah teridentifikasi akan diserahkan kepada keluarga masing-masing.


“Kami akan serahkan malam ini juga, karena tentu keluarga sangat menghendaki agar segera dapat membawa pulang almarhum. Kami turut berduka cita yang mendalam, semoga arwah adik-adik kita diterima di sisi Allah SWT,” ungkap Kombes Khusnan.


Sementara itu, terkait temuan body part, Kabiddokkes Polda Jatim menjelaskan bahwa bagian tubuh tersebut berupa kaki kanan dan belum dihitung sebagai satu jenazah. 


“Besok pagi sekitar pukul 08.00, kami akan kirim sampel DNA ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasil DNA ini akan menentukan kecocokan dengan data ante mortem yang ada,” tegasnya.


Dari total 18 kantong jenazah yang diterima oleh tim DVI Polda Jatim, terdiri atas 17 jenazah utuh dan satu body part, Delapan di antaranya telah berhasil diidentifikasi. 


Proses identifikasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban dapat diketahui identitasnya dengan pasti. (*)

Polres Madiun Kota Sambang Pos Kamling dan Serap Masukan dan Aspirasi Warga



Kota Madiun – Memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga, Polres Madiun Kota melalui Kabagops Kompol Suprapto, S.Pd selaku Pamenwas/Pawas melaksanakan sambang dan Cek Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di wilayah Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun pada Sabtu (04/10/2025) malam.




Kegiatan dimulai pukul 21.00 WIB hingga selesai dengan menyasar beberapa lokasi, yakni Poskamling RT 11 RW IV Kelurahan Kelun, Poskamling  Kelurahan Rejomulyo, dan Poskamling  Kelurahan Oro oro ombo.




Dari hasil sambang, seluruh Poskamling dalam kondisi aktif dengan petugas ronda yang hadir sesuai jadwal. Sarana pendukung keamanan seperti papan nama, jadwal jaga, tanda bahaya, tongkat, borgol, rompi, dan lampu senter tersedia di masing-masing pos. Namun, di beberapa lokasi masih ditemukan kekurangan seperti jas hujan yang belum tersedia.



Selain itu, tercatat beberapa potensi kerawanan di lingkungan masyarakat dan berhasil diselesaikan oleh tiga pilar, kegiatan warga yang melibatkan perguruan pencak silat dalam keadaan aman kondusif.



Kompol Suprapto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri untuk menyerap permasalahan yang ada di warga sekaligus jaga keamanan lingkungan  bareng masyarakat.




"Sambang dan pengecekan ini tidak hanya untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana Poskamling, tetapi juga sebagai bentuk kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengapresiasi peran aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungannya," tegas Kompol Suprapto.




Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dapat terus ditingkatkan, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Kota Madiun tetap aman, nyaman, dan kondusif.

425 Calon Warga Baru Ikuti Keceran PSH Winongo Tunas Muda: Polisi Pastikan Aman dan Kondusif


 

MADIUN– Sebanyak 425 calon warga baru mengikuti kegiatan Keceran di Padepokan Persaudaraan Setia Hati (PSH) Winongo Tunas Muda, Jl. Doho No.123, Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, pada Sabtu (4/10/2025).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Pengasuh PSH Winongo Tunas Muda, H.R. Agus Wiyono Santoso, S.Sos., ini dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jember, Rembang, Wonogiri, hingga Jabodetabek. Para peserta sebelumnya telah melakukan pendaftaran secara online melalui sekretariat resmi organisasi.


Acara berlangsung sejak sore hingga dini hari, meliputi registrasi, sarasehan dan ajaran inti PSH Winongo Tunas Muda, dilanjutkan persiapan Keceran, dan diakhiri dengan ziarah ke makam Eyang Suro, pendiri Setia Hati, di TPU Winongo, Jl. Wirobumi, Kota Madiun.


Untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, Polres Madiun Kota bersama Polsek Manguharjo menurunkan 29 personel gabungan. Pengamanan dipimpin oleh Kapolsek Manguharjo KOMPOL Mujo Prajoko, S.H., M.H., dengan dukungan para Padal di sejumlah titik strategis, seperti lokasi padepokan, lapangan Winongo, Pos Precet, dan jalur dakgar lalu lintas.


Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K. menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.


“Kami mengapresiasi sinergi antara panitia PSH Winongo Tunas Muda dan aparat keamanan. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Ini menjadi contoh bahwa tradisi luhur dapat berjalan harmonis dengan kepatuhan terhadap aturan,” ujar AKBP Wiwin.


Dalam pelaksanaan, panitia juga menegaskan bahwa hanya peserta resmi dan petugas keceran yang diperkenankan masuk ke dalam area padepokan. Pendamping hanya diperbolehkan berada di luar area untuk menjaga ketertiban.


Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar tanpa insiden, menggambarkan semangat persaudaraan dan kedisiplinan tinggi dari para calon warga baru PSH Winongo Tunas Muda.(hms)*

Jumat, 03 Oktober 2025

*Ratusan Personel Polresta Sidoarjo Berjibaku Bersihkan Puing Bangunan Ponpes Al Khoziny*


 


SIDOARJO - Proses pencarian korban hari kelima di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilakukan dengan alat berat,Jumat (3/10).


Ratusan personel Polresta Sidoarjo dan Brimob Polda Jatim membersihkan puing-puing material bangunan pada proses evakuasi korban.


Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengatakan Polresta Sidoarjo menerjunkan 208 personel untuk penanganan peristiwa robohnya bangunan di Ponpes Al Khoziny.


"Anggota sudah kita plotting untuk membantu mempercepat evakuasi," ujar Kombes Tobing.


Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing berharap dengan upaya bersama semua pihak dalam proses evakuasi, tahap pengangkatan puing material dapat mudah terangkut. 


"Dalam pelaksanaannya, kami tetap mengutamakan langkah hati-hati karena tetap prioritasnya adalah kemanusiaan dan keselamatan lainnya," pungkasnya. 


Proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo terus dilakukan secara intensif oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. 


Pada Jumat (3/10) malam, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast bersama Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki didampingi oleh Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro merilis hasil proses evakuasi.


Dikatakan pihaknya mrnerima 8 kantong jenazah pada Jumat (3/10) untuk dilakukan proses identifikasi. 


Dari jumlah tersebut, Lima jenazah telah melalui tahap identifikasi, meski masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut. (*)

*Polda Jatim Sampaikan Perkembangan Identifikasi Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo*




SURABAYA – Proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo terus dilakukan secara intensif oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. 


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa sejak Jumat (3/10) pagi hingga malam, Polda Jatim telah mempersiapkan langkah identifikasi terhadap jenazah korban. 


“Mulai pagi tim DVI sudah menerima dan memproses jenazah yang masuk ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya," kata Kombes Pol Abast di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (3/10/2025).


Kabid Humas Polda Jatim juga menerangkan, Tim DVI ini terdiri dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri dan Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).


Di lokasi yang sama Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki didampingi oleh Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro memaparkan bahwa pada Jumat (3/10) sebanyak 8 kantong jenazah telah diterima untuk dilakukan proses identifikasi. 


Dari jumlah tersebut, Lima jenazah telah melalui tahap identifikasi, meski masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.


“Dari Lima jenazah yang sudah kami identifikasi, masih diperlukan data tambahan dari pihak keluarga," ungkap Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.


Untuk membantu proses pencocokan kata Kabid Dokkes Polda Jatim ini, Tim DVI berharap keluarga korban bisa menyerahkan data sebanyak mungkin, seperti foto terakhir, ciri-ciri pakaian, hingga barang berharga yang terakhir dipakai korban. 


Selain itu, tim DVI juga telah menyiapkan pemeriksaan DNA untuk memperkuat hasil identifikasi. 


“Selanjutnya sampel DNA akan segera kami kirim ke Pusdokkes Polri," tambah Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.


Masih kata Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan, saat ini sudah ada 57 sampel yang siap diperiksa, setelah sebelumnya diverifikasi dari 58. 


"Jumlah ini bisa saja bertambah seiring laporan keluarga yang masuk,” ujar Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.


Kabid Dokkes Polda Jatim menambahkan, identifikasi paling akurat biasanya melalui catatan gigi, terutama bagi korban yang memiliki rekam medis panoramik gigi. 


Ia mengaku metode sidik jari dinilai sulit dilakukan karena kondisi jenazah sudah lebih dari Tiga hari.


“Tes DNA merupakan metode yang diakui internasional dan tidak terbantahkan. Prosesnya bisa cepat, sekitar Tiga hari, namun juga bisa lebih lama tergantung kondisi sampel,” jelasnya.


Kabid Dokkes Polda Jatim juga menekankan pentingnya kelengkapan data antemortem dari keluarga korban. 


Tim Polda Jatim bahkan telah menurunkan petugas ke lokasi pesantren untuk membantu pengumpulan data tersebut. 


“Kami memahami betapa beratnya keluarga menunggu hasil identifikasi, karena itu seluruh prosedur dipercepat agar kepastian dapat segera diberikan,” pungkas Kabiddokkes Polda Jatim. (*)

*Kapolda Jatim Tegaskan Proses Identifikasi Korban Robohnya Bangunan Pesantren Al-Khoziny Berjalan Intensif*


 


SURABAYA – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto,M.Si bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim meninjau proses identifikasi korban robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo,Jumat (3/10/2025). 


Indentifikasi dilakukan secara intensif di posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya.


Menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, pendataan korban dibagi ke dalam Tiga kluster, yakni santri, pengurus pesantren, serta pekerja bangunan. 


“Data santri dan pengurus sudah mulai terkumpul, namun untuk pekerja bangunan kita masih menelusuri siapa yang bertanggung jawab, termasuk mencari pimpinan proyeknya,” ungkap Irjen Pol Nanang.


Kapolda Jatim menjelaskan, sejak hari pertama pascakejadian, prioritas utama aparat gabungan adalah melakukan penyelamatan korban. 


“Selama Tiga hari masa golden time, kita berhasil menyelamatkan Satu korban dalam kondisi hidup, sementara Enam lainnya ditemukan meninggal dunia," ujar Irjen Nanang.


Setelah masa kritis itu lewat, lanjut Kapolda Jatim sesuai SOP Basarnas, fokus beralih pada pembersihan material agar alat berat bisa masuk.


Dalam proses evakuasi, tim SAR gabungan dari Kepolisian dan relawan menghadapi kendala karena struktur bangunan yang roboh mencapai Empat lantai dan menimpa banyak penghuni di waktu bersamaan. 


“Kemarin terdata masih ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya. Hari ini ada tambahan Lima jenazah yang ditemukan, dan saat ini sedang dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara,” terang Kapolda Jatim.


Untuk mempercepat penanganan, Polda Jatim bekerja sama dengan ahli konstruksi dari ITS dan Kementerian PUPR. 


Tim ahli membantu memberikan masukan terkait teknis pemindahan bongkahan bangunan agar proses evakuasi berjalan aman dan efektif.


Irjen Pol Nanang juga menekankan pentingnya pembelajaran dari tragedi ini. 


“Ini menjadi pelajaran berharga bahwa pembangunan apapun harus sesuai spesifikasi teknis dan memiliki izin yang lengkap. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali,” tegas Kapolda Jatim.


Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah menyiapkan seluruh peralatan medis dan forensik di RS Bhayangkara Surabaya untuk memastikan identitas para korban. 


Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, pemeriksaan retina, tes DNA, hingga kecocokan properti dan pakaian yang dikenakan korban.


“Kami sedang menangani Lima jenazah baru yang ditemukan. Proses identifikasi ini penting agar keluarga yang menunggu kepastian bisa segera mendapatkan kejelasan,” kata Kapolda Jatim.


Irjen Pol Nanang juga memastikan, setiap perkembangan data korban akan terus diperbarui dan disampaikan melalui posko maupun media.


“Kami bekerja maksimal, dan teman-teman media juga bisa membantu menyampaikan informasi agar keluarga korban tidak terus diliputi ketidakpastian,” pungkas Irjen Pol Nanang. (*)

*Kapolda Jatim Tinjau Evakuasi Korban Robohnya Bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo*


 


SIDOARJO - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs.Nanang Avianto M.Si bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim meninjau langsung proses evakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Jumat (3/10/2025).


Dalam keterangannya, Kapolda Jatim menyebutkan bahwa hingga saat ini di posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya, sudah ada Lima jenazah yang berhasil diidentifikasi. 


Namun, proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan identitas korban. 


“Sudah ada lima jenazah yang dilaksanakan identifikasi, tinggal menunggu hasilnya supaya jelas identitasnya,” ujar Irjen Pol Nanang.


Kapolda Jatim menegaskan, proses pencarian dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan dukungan penuh personel, peralatan, hingga tenaga ahli konstruksi. 


“Kami bagi dalam tiga klaster, yakni santri, pengurus pesantren, serta pegawai yang terlibat dalam renovasi pembangunan gedung. Dari data awal, ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya. Tadi lima di antaranya sudah ditemukan,” jelas Irjen Nanang.


Untuk memastikan keamanan, Polda Jatim juga melibatkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serta Kementerian PUPR. 


Hal ini diperlukan agar evakuasi dilakukan secara hati-hati, mengingat kondisi bangunan yang rawan runtuh. 


“Pemindahan puing tidak bisa sembarangan, karena ada jenazah yang sudah kami profiling di dalamnya,” tambah Irjen Pol Nanang.


Kapolda Jatim menjelaskan bahwa saat ini fokus utama adalah pencarian korban dan penanganan kemanusiaan, bukan pada aspek hukum. 


“Dari waktu kejadian hingga sekarang memang sudah melewati fase golden time, namun kami tetap melanjutkan evakuasi hingga semua korban ditemukan,"ujar Kapolda Jatim.


Untuk penyelidikan penyebab runtuhnya bangunan,lanjut Kapolda Jatim akan dilakukan setelah proses kemanusiaan selesai.


Terkait dugaan adanya kelalaian konstruksi, Irjen Pol Nanang menegaskan bahwa hal itu masih perlu diteliti oleh para ahli. 


“Indikasi awal penyebab runtuh nanti akan dijelaskan oleh tenaga ahli agar valid secara ilmiah. Jadi, sabar dulu, kita selesaikan evakuasi korban,” pungkas Kapolda Jatim.


Saat ini, Polda Jatim telah menyiapkan posko data identitas korban untuk memudahkan proses pendataan, baik yang sudah kembali, diamankan di lokasi, maupun yang masih dalam pencarian. 


Proses evakuasi pun terus berlangsung dengan mengedepankan koordinasi pihak yang terlibat dalam penanganan. (*)

*Cegah Kecelakaan, Satlantas Polres Malang Gelar Ramp Check Jeep Wisata Bromo*


 

MALANG - Polres Malang Polda Jawa Timur bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Malang menggelar pemeriksaan teknis (ramp check) kendaraan jeep wisata Bromo Tengger Trans 4x4. 


Kegiatan yang berlangsung di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Karanglo-Singosari, diikuti 75 pengemudi jeep dari paguyuban wisata Bromo-Tengger.


Pemeriksaan teknis meliputi sistem pengereman, kemudi dan roda, penerangan dan kelistrikan, kelengkapan peralatan, body kendaraan hingga power train. 


Uji teknis ini dipimpin langsung Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Bambang Istiawan, bersama tim gabungan dari Satlantas Polres Malang dan Jasa Raharja.


Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, menegaskan kegiatan ini bertujuan memastikan kendaraan wisata benar-benar laik jalan sebelum digunakan untuk mengangkut wisatawan.


"Ram check ini adalah upaya preventif agar kendaraan jeep wisata Bromo selalu dalam kondisi prima. Kami ingin keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama," ujar AKP Alif, Jumat (3/10).


Selain pemeriksaan teknis, petugas Satlantas Polres Malang Polda Jatim juga menempelkan stiker layanan kepolisian 110 pada setiap kendaraan. 


Stiker tersebut berisi nomor darurat Polri yang bisa dihubungi masyarakat saat membutuhkan bantuan cepat.


"Stiker layanan 110 ini untuk memudahkan masyarakat dan wisatawan melakukan pelaporan apabila terjadi sesuatu di lapangan. Kami berharap pengemudi jeep juga ikut membantu sosialisasi kepada para wisatawan," lanjut AKP Alif.


Kegiatan juga dirangkaikan dengan pembayaran premi asuransi Jasa Raharja oleh pemilik kendaraan. 


Hasil pemeriksaan teknis kemudian diserahkan langsung oleh Dishub kepada masing-masing pengemudi.


Sementara itu Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisata di kawasan Bromo.


"Sinergi Polres Malang, Dishub, dan Jasa Raharja ini menunjukkan bahwa keselamatan wisatawan adalah tanggung jawab bersama. Dengan ram check dan stiker layanan 110, masyarakat bisa lebih tenang ketika berwisata," kata AKP Bambang.


Salah satu pengemudi jeep wisata, Eko, yang juga koordinator paguyuban, menyebut kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para sopir.


"Kami merasa terbantu dengan adanya ram check ini. Jadi kami bisa tahu kondisi kendaraan masing-masing dan lebih percaya diri saat mengangkut wisatawan ke Bromo," ujar Eko. (*)

*Aksi Cepat Tanggap Polres Probolinggo Tangani Tanah Longsor di Jalur Bromo*


PROBOLINGGO,- Aksi cepat tanggap ditunjukkan personel Polsek Sukapura Polres Probolinggo dalam menangani bencana tanah longsor yang menutup jalur menuju wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (1/10/2025). 


Anggota kepolisian bersama warga sekitar, bahu-membahu membersihkan material longsor agar kendaraan dapat melintas kembali di jalan tersebut. 


Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif mengatakan bahwa kejadian longsor terjadi di Dusun Jurang Jontro, Desa Wonokerto, Sukapura menyebabkan arus lalu lintas terganggu. 


"Anggota Polsek Sukapura langsung mendatangi lokasi tanah longsor untuk melakukan pembersihan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melewatinya," kata AKBP Latif, Kamis (2/10/2025). 


AKBP Latif menambahkan, meskipun jalan mulai terbuka, pihaknya tetap bersiaga untuk menghadapi potensi longsor susulan. 


“Kami tetap waspada mengingat curah hujan sedang tinggi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama pada malam hari, karena tanah masih labil dan rawan longsor,” ujar AKBP Latif. (*)

*Polresta Sidoarjo Terjunkan 208 Personel Amankan Proses Evakuasi di Ponpes Al Khoziny*


 

SIDOARJO - Petugas gabungan memutuskan untuk melakukan evakuasi di Ponpes Al Khoziny dengan menggunakan alat berat setelah 3 hari pascakejadian.


Sebanyak 208 personel Polresta Sidoarjo Polda Jatim diturunkan untuk mengamankan jalannya proses evakuasi dan pengangkatan reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.


Ratusan personel Polresta Sidoarjo disebar di sejumlah titik dan sesuai dengan tugas yang telah disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing.


Pengamanan tidak hanya fokus di kawasan area Ponpes saja. Namun juga terlihat anggota Satlantas Polresta Sidoarjo yang melakukan rekayasa lalu lintas di persimpangan traffic light Maspion 2, Banjar Kemantren, Buduran.


Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol M. Irfan mengatakan, 208 personel yang tersprin dalam pengamanan proses evakuasi sudah dimulai sejak Kamis (2/10/2025) di Ponpes Al Khoziny. 


"Kami mohon dukungan dan pengertian masyarakat. Semoga proses evakuasi korban dan pengangkatan material reruntuhan di Ponpes Al Khoziny oleh pihak berwenang berjalan lancar," ujar Kompol M. Irfan,Jumat (3/10).


Sementara itu Tim Dokkes Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo juga telah disiapkan untuk penaganan korban. (*)

Kamis, 02 Oktober 2025

*Turut Belasungkawa Polres Pelabuhan Tanjungperak Takziah ke Rumah Dua Santri Ponpes Al Khoziny*

 


TANJUNGPERAK - Jajaran Polres Pelabuhan Tanjungperak turut berduka cita atas musibah robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo. 


Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat mengatakan,terdapat Dua korban meninggal yang merupakan warga Krembangan dan Pabeancantikan.


"Iya, ada Dua korban meninggal yang merupakan warga yang tingg di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjungperak," ujar AKBP Wahyu Hidayat.


Mewakili Polres Pelabuhan Tanjungperak, Kapolsek Krembangan, Kompol Mokhamad Kosim dan Kapolsek Pabean Cantikan Kompol Eko Adi Wibowo mengunjungi rumah korban.


"Tadi Pak Kapolsek Krembangan dan Pabeancantikan sudah takziah ke rumah 2 korban," kata AKBP Wahyu.


Adapun 2 korban meninggal itu adalah Moch Agus Ubaidillah (14) di Jalan Gadukan Timur 194, Kelurahan Morokrembangan dan Maulana Affan di Kalianyar Kulon Gang IX, Kelurahan Bongkaran,Kecamatan Pabeancantikan.


"Kami dari keluarga besar Polres Pelabuhan Tanjungperak turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa para santri,semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,"ungkap AKBP Wahyu.


Kunjungan ini dilakukan untuk memberikan dukungan moril dan doa kepada keluarga yang ditinggalkan sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat. (*)

*Dokkes Polda Jatim Lakukan Pengumpulan DNA Keluarga Korban di Ponpes Al Khoziny*



SIDOARJO - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jatim, mulai melakukan pengumpulan sampel DNA dari keluarga korban yang masih belum ditemukan di dalam reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (2/10/2025) pagi.


"Kami kumpulkan DNA dari keluarga dekat yang melaporkan ke posko Ante Mortem Polda Jatim," ujar Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes. Pol. M. Khusnan.


Di lokasi posko Ante Mortem, Biddokkes Polda Jatim juga membuka WhatsApp Group bagi keluarga korban. 


Tujuannya melalui WAG ini segala komunikasi dan informasi terkait perkembangan data identifikasi korban reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny diharapkan bisa efektif.


Kombes. Pol. M. Khusnan menyampaikan pengumpulan sampel DNA dilakukan dengan pengambilan swab mukosa mulut. 


Pengambilan sampel lapisan selaput lendir (mukosa) dari bagian dalam mulut, seperti dinding pipi, untuk pemeriksaan DNA atau pencocokan data identifikasi korban dalam pemeriksaan terhadap jenazah yang nantinya ditemukan dalam proses evakuasi.


Kombes. Pol. M. Khusnan menerangkan Dengan menggunakan DNA dari keluarga kandung, tim DVI dapat membuat profil DNA pembanding untuk dicocokkan dengan sampel dari jenazah yang susah teridentifikasi.


"Pengambilan sampel DNA korban kita ambil dari keluarga terdekat. Orang tua atau saudara kandung," pungkas Kombes. Pol. M. Khusnan. 


Sementara itu Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan, selama proses evakuasi personel Polda Jatim tetap disiagakan di lokasi.


"Personel sudah kita plotting mulai dari pengamanan lokasi evakuasi,membantu pemindahan puing - puing bangunan, pengamanan di jalur menuju lokasi hingga petugas dapur lapangan,"ujar Kombes Pol Abast.


Ia juga mengatakan lebih kurang 208 personel dari Polresta Sidoarjo jajaran Polda Jatim juga telah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi. (*)

SPPG Polri Terapkan Sanitasi Super Ketat, Cegah Keracunan Program MBG


 

Jakarta – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri menerapkan standar sanitasi yang ketat demi memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan higienis bagi siswa penerima manfaat. Proses pencucian alat masak hingga ompreng atau food tray dilakukan berlapis, mulai dari pembersihan sisa makanan, pencucian dengan tiga tahap, hingga pengeringan menggunakan oven steril.


Kepala SPPG Polri Pejaten, M Iqbal Salim, menjelaskan setiap alat masak dan wadah makanan baru dibawa ke tempat cuci setelah melalui pemilahan sisa makanan. Di tempat pencucian, tersedia tiga keran untuk membilasnya.


"Sink pertama itu sink air panas dan sabun. Jadi fungsinya air panas dan sabun itu untuk melunturkan sisa-sisa lemak, minyak, gitu. Jadi setelah diproses pembersihan yang pertama digeser lagi ke sink yang kedua untuk disikat, dibilas, menghilangkan noda sabunnya. Kemudian pindah lagi ke sink sebelahnya dengan air mengalir. Dibersihkan lebih detail lagi tanpa sabun," ujar Iqbal di SPPG Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (2/10/2025).


Setelah itu, kata Iqbal, alat masak dilap tipis lalu dimasukkan ke dalam oven pengering.

"Baru setelah itu kita lap sedikit, baru kita masukkan ke dalam oven pengering. Jadi fungsi oven pengering itu selain mengeringkan, diharapkan proses oven ini bisa membunuh bakteri juga," sambungnya.


Iqbal menegaskan, sanitasi di SPPG Polri diawasi secara berkala oleh Dinas Kesehatan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL). SPPG Polri juga telah mengantongi berbagai sertifikasi.


"Kemudian untuk higiene sanitasi tentu didukung juga dengan sertifikat laik higiene sanitasi dan juga beberapa sertifikat seperti ISO 2018. Kemudian, ada penerapan HCCP, GMP, dan BRC. Kemudian dari SPPG Polri sendiri juga alhamdulillah sudah terbit sertifikat halalnya," ungkapnya.


Selain itu, penyimpanan bahan makanan juga diatur ketat dengan pemisahan bahan basah, kering, maupun bumbu.


Anggota Bidang Pengawasan Gizi dan Makanan Gugus Tugas MBG Mabes Polri, drg. Tetty Seppriyanti, mengingatkan bahwa potensi keracunan bisa muncul dari ompreng yang tidak bersih atau penggunaan air sumur yang terkontaminasi mikroba berbahaya.


"Di Pejaten ini ditemukan juga banyak mikroorganismenya, ada E. coli, akhirnya kita minta ganti itu sumurnya, maksudnya digali lebih dalam lagi. Setelah diperiksa oke, tapi masih agak keruh, jadi dipakai cuci aja. Untuk masak tetap pakai air isi ulang, air galon, nggak pakai air sumur. Kalau cuci dipakai, dengan syarat saringannya diganti tiap hari. Biar sama-sama ngawasin aja. Penyebab keracunan diare itu kan E. coli itu kan, kotor gitu" jelas Tetty.


Menurutnya, langkah ini penting agar siswa tidak mengalami keracunan akibat bakteri E. coli.


Sejak beroperasi pada Maret 2025, SPPG Polri Pejaten menyalurkan sekitar 3.400 porsi makanan setiap hari ke 10 sekolah. Jumlah tersebut masih dalam kisaran ambang minimal 3.000 porsi dan maksimal 4.000 porsi.


"Sementara sih belum ya karena kami fokus juga ke pembenahan SPPG. Karena saya rasa memang ada beberapa poin yang harus kita kejar untuk mendekati standardisasi yang sudah diterapkan oleh Polri maupun BGN. Jadi nanti setelah semuanya tercapai baru kami concern lagi ke penambahan penerima manfaatnya," kata Iqbal.


Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memuji langkah Polri dalam menjaga mutu program MBG. Ia menilai fasilitas dan prosedur yang diterapkan SPPG Polri dapat menjadi contoh bagi dapur MBG lainnya.


"Pertama, seluruh bangunan yang dibangun oleh Polri itu kan standarnya bagus ya. Kemudian, yang kedua, mereka melakukan rapid test sebelum makanan itu diedarkan," kata Dadan di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10).


Menurutnya, berdasarkan instruksi presiden, seluruh dapur SPPG nantinya juga akan dilengkapi alat rapid test untuk menjaga kualitas makanan.

*Puslitbang Polri Tegaskan Komitmen Penanggulangan Narkoba Lewat Riset Strategis*


 

Jakarta, 2 Oktober 2025 – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) menegaskan komitmennya dalam upaya menyelamatkan generasi emas Indonesia dari ancaman narkoba. Komitmen ini ditegaskan dalam Seminar Hasil Penelitian: Menyelamatkan Generasi Emas – Peran Polri dalam Menanggulangi Kejahatan Narkoba Tahun 2025 yang digelar sebagai tindak lanjut atas penelitian yang dilaksanakan di 11 Polda jajaran.


Kepala Puslitbang Polri, Brigjen Pol F. X. Surya Kumara, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran Polri dalam menghadapi kejahatan narkoba yang dikategorikan sebagai extraordinary crime atau kejahatan luar biasa karena dampaknya yang sangat luas dan serius terhadap individu maupun masyarakat.


"Penelitian ini merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat kejahatan narkoba merupakan tindakan melanggar hukum dengan dampak sosial, ekonomi, dan kesehatan yang sangat besar. Polri memiliki peran strategis dalam menanggulangi kejahatan ini melalui fungsi preemtif, preventif, dan represif," tegas Brigjen Surya Kumara.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Puslitbang Polri sebagai bagian dari institusi kepolisian memiliki tugas strategis dalam melakukan riset dan kajian guna mendukung transformasi menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan).


Penelitian yang dilakukan sejak 14 Juli hingga 28 Agustus 2025 ini melibatkan sebelas Polda, yaitu Polda Aceh, Riau, Kepulauan Bangka Belitung, DIY, Sulawesi Barat, Gorontalo, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Papua Barat Daya, dan Nusa Tenggara Barat.


Dalam sambutannya, Brigjen Surya Kumara juga menguraikan tujuan utama Polri dalam memberantas narkoba, antara lain:


* Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat;

* Melindungi masyarakat dari bahaya narkoba;

* Menindak tegas jaringan sindikat narkotika;

* Meningkatkan partisipasi masyarakat;

* Mendukung rehabilitasi korban;

* Dan mencegah masuknya narkoba dari luar negeri.


"Tingginya ancaman narkoba sangat berpotensi merusak generasi muda, meningkatkan angka kriminalitas, dan merusak tatanan moral serta sosial. Oleh karena itu, penanggulangannya menjadi sangat penting," ungkapnya.


Seminar ini juga diharapkan menjadi wadah komunikasi, diskusi, serta pertukaran gagasan untuk menyempurnakan hasil penelitian dan memperkuat langkah Polri dalam menangani peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Wakapolri Tekankan Perubahan Fundamental Polri Lewat Transformasi SDM dan Mapping Permasalahan


 

Jakarta – Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan pentingnya langkah perubahan fundamental di tubuh Polri untuk menjawab tantangan zaman dan harapan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan evaluasi dan forum pembelajaran transformasi Polri bersama para pakar, Kamis (2/10/2025).


Dalam arahannya, Wakapolri menekankan bahwa perubahan institusi harus berawal dari individu yang ada di dalamnya, terutama melalui penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM).


> “Organisasi tidak bisa berubah dengan sendirinya. Yang berubah adalah orang-orang di dalamnya. Karena itu, transformasi Polri harus dimulai dari anggota, dari SDM yang memiliki kompetensi, integritas, dan hati nurani,” tegas Komjen Pol. Dedi Prasetyo.


Wakapolri juga menyoroti hasil pemetaan awal yang menunjukkan masih adanya masalah penempatan personel di berbagai level organisasi.


> “Kita harus memastikan the right man on the right place. Fakta menunjukkan ada 74 persen penempatan yang belum sesuai. Ini yang akan kita perbaiki dengan percepatan melalui digitalisasi dan sistem pembinaan yang lebih terukur,” ungkapnya.


Menurutnya, sejumlah peristiwa pada Agustus hingga awal September menjadi pelajaran berharga sekaligus momentum perubahan besar bagi Polri. Oleh karena itu, pihaknya bersama tim pakar akan melakukan mapping menyeluruh mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda, hingga Mabes Polri.


> “Kami bersama para pakar akan memetakan akar permasalahan fundamental di tubuh Polri. Setelah itu akan disusun langkah-langkah konkret, mulai dari jangka pendek satu bulan, hingga strategi jangka panjang satu tahun ke depan,” jelas Dedi.


Wakapolri menekankan pentingnya transformasi 4K sebagai DNA perubahan, yakni: kurikulum berbasis moral, kaderisasi berbasis talenta, kemampuan keterjalinan emosional, dan kemampuan komunikasi. Empat aspek ini diyakini akan menjadi fondasi Polri yang lebih modern, humanis, dan dipercaya publik.


Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk melihat proses perubahan Polri secara positif.


> “Setiap tekanan harus kita jawab dengan energi balik yang positif, menjadi momentum perubahan. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat, karena tanpa Polri yang baik, Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai,” pungkas Wakapolri.

*Polda Jatim Libatkan Tim Psikologi Dampingi Keluarga Korban di Ponpes Al-Khoziny*



SURABAYA – Tim Psikologi Biro SDM Polda Jawa Timur kembali melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para keluarga yang terdampak musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo. 


Dipimpin Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jatim, AKBP Dr. Mochammad Mujib, S.Psi., M.Psi., Psikolog,kegiatan pendampingan psikologis bagi keluarga korban yang menunggu proses evakuasi ini dilaksanakan di lingkungan Ponpes Al-Khoziny, Kamis (2/10/2025).


“Program trauma healing ini penting untuk membantu para korban maupun keluarga agar bisa segera bangkit dan pulih dari pengalaman yang menimbulkan tekanan psikologis,” ujar AKBP Mujib.


Dalam sesi tersebut, tim psikologi memberikan dukungan emosional, serta menanamkan semangat positif untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri. 


"Kami juga memberikan arahan sederhana kepada orang tua korban tentang cara mendukung proses pemulihan mental korban selamat pascaperistiwa," tambah AKBP Mujib.


Dengan trauma healing ini diharapkan keluarga korban merasa lebih kuat karena mendapatkan dukungan langsung dari tim psikologi Polda Jatim.


“Alhamdulillah, kami melihat adanya perkembangan, keluarga korban mulai bisa menerima kenyataan, meski tidak bisa dipungkiri rasa duka itu ada," kata AKBP Mujib.


Sebagai tindak lanjut, tim Psikologi Polda Jatim akan terus memberikan pendampingan secara berkala agar proses pemulihan psikologis berjalan berkelanjutan dan maksimal.


Hari sebelumnya, Tim Psikologi Biro SDM Polda Jatim bersama sejumlah konselor dari Polresta Sidoarjo dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), memberikan pendampingan intensif kepada korban selamat yang dirawat di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo.


Dikesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jatim,Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo terus berupaya dalam penanganan musibah ini.


"Selain melibatkan Tim SAR Brimob,Biddokkes dan Biro SDM juga lebih kurang 208 personel dari Polresta Sidoarjo kita terjunkan," kata Kombes Abast.


Menurut Kombes Pol Abast, personel tersebut dibagi tugas mulai dari pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas menuju pesantren hingga membantu mengangkut puing - puing bangunan.


"Selain membantu mengangkut puing - puing bangunan, personel kita sebar disejumlah titik strategis mulai dari sekitar lingkungan Ponpes hingga jalur lalu lintas sekitar lokasi,"ungkap Kombes Abast. 


Sementara itu untuk antisipasi penanganan jenazah korban baru, Kabid Humas Polda Jatim mengatakan Polda Jawa Timur telah menyiapkan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dan Porong. (*)

Rabu, 01 Oktober 2025

*Polres Jember Berhasil Bongkar Sindikat Curanmor Amankan Tiga Tersangka dan 23 Motor Curian*


 

JEMBER – Polres Jember Polda Jawa Timur bersama jajaran Polsek berhasil membongkar jaringan pelaku yang beroperasi lintas kecamatan.


Dalam pengungkapan ini, Polisi menyita 23 unit motor curian dari tangan Tiga tersangka. 


Tiga orang tersangka juga berhasil diamankan, masing-masing berinisial YU (48) asal Semboro, MG (35) asal Tanggul, dan KAC (51) asal Sumberbaru. 


Ketiganya diketahui punya rekam jejak panjang sebagai residivis kasus curanmor.


Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, mengatakan para tersangka punya peran berbeda dalam jaringan. 


"Ada yang jadi eksekutor lapangan, ada juga yang berperan sebagai penadah motor hasil curian," ujar AKBP Bobby, Rabu (1/10/2025).


Modus operandi para pelaku adalah motor yang diparkir di area sepi, seperti persawahan atau pinggir jalan. 


"Dengan alat khusus, mereka membobol kunci motor lalu kabur," kata AKBP Bobby.


Motor curian kemudian dijual murah ke penadah, bahkan ada yang dimodifikasi supaya susah dikenali pemilik atau aparat.


“Para pelaku ini bukan pemain baru. Mereka sudah keluar masuk penjara dan tetap mengulang aksinya. Ini menunjukkan kalau mereka memang bagian dari sindikat yang cukup rapi,” tambah AKBP Bobby.


Kini, ketiga tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman hingga 9 tahun penjara.


Polres Jember Polda Jatim juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama saat memarkir kendaraan. 


Penggunaan kunci ganda atau sistem pengaman tambahan bisa jadi langkah sederhana tapi efektif untuk cegah pencurian.


“Polres Jember tidak akan memberi ruang bagi pelaku kejahatan jalanan. Penindakan tegas terus dilakukan sebagai komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Kapolres Jember. (*)

*Tim SAR Brimob Polda Jatim Sisir Puing Bangunan Roboh di Ponpes Al Khoziny*


SIDOARJO - Upaya penanganan pascarobohnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo terus dilakukan. 


Tim SAR dari Sat Brimob Polda Jawa Timur bersama petugas di lapangan kembali melaksanakan pembersihan puing-puing reruntuhan pada Kamis (2/10).


Proses pembersihan dilakukan secara intensif menggunakan peralatan manual seperti cangkul dan sekop, serta dibantu dengan alat berat untuk memindahkan bongkahan material yang berukuran besar. 


Langkah ini dilakukan agar jalur evakuasi semakin terbuka sehingga pencarian korban bisa lebih cepat dilakukan.


Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pengerjaan pembersihan reruntuhan bangunan dilakukan dengan tetap hati - hati. 


"Harapan kita puing-puing dapat segera disingkirkan sehingga tim bisa lebih leluasa melakukan evakuasi korban,” ujar Kombes Pol Abast, Kamis (02/10).


Sejak pagi hingga siang hari, petugas terus bekerja bergantian di area reruntuhan. 


Meski kondisi medan cukup berat dengan banyak material beton dan besi yang berserakan, namun semangat personel di lapangan tidak surut. 


"Personel Tim SAR Brimob Polda Jatim tetap fokus menuntaskan pembersihan demi mempercepat proses penyelamatan," tambah Kombes Pol Abast.


Pantauan di lapangan, pelaksanaan kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. 


Situasi di lokasi juga relatif kondusif. Warga sekitar yang menyaksikan turut memberikan dukungan moral kepada tim yang bekerja keras menyingkirkan puing-puing.


Dengan kolaborasi dan kerja keras tersebut, diharapkan pembersihan dapat segera rampung sehingga proses evakuasi korban bisa dilakukan lebih cepat dan optimal. (*)

BGN Ungkap Alat Rapid Test Cegah Keracunan MBG Sudah Diterapkan di SPPG Polri


 


Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibangun Polri mempunyai alat rapid test yang digunakan untuk menguji makanan yang sudah dimasak. Hal ini akan diterapkan di SPPG lainnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025). Mulanya, Dadan menyinggung soal ratusan siswa keracunan MBG di Banggai, Sulawesi Tengah.


Dadan mengatakan kasus keracunan menu MBG di Banggai terkait pemasok atau supplier. Karena itulah, Dadan menyebut seleksi terhadap supplier ini penting untuk dilakukan.


"Terkait dengan kejadian di Banggai di mana pemasok ini sangat penting dan oleh sebab itu maka seleksi terhadap supplier ini juga perlu dilakukan," ungkap Dadan.


Dadan mengungkap Presiden Prabowo Subianto juga telah memerintahkan agar setiap SPPG memiliki alat rapid test. Rapid test itu penting untuk menguji makanan.


"Pak Presiden sudah memerintahkan agar setiap SPPG memiliki alat rapid test yang bisa dilakukan untuk menguji makanan yang sudah dimasak sebelum diedarkan," kata Dadan.


Di sinilah, Dadan lalu mengungkap SPPG yang dibangun Polri lengkap dengan tersedianya alat rapid test. Alat rapid test itu, kata Dadan, menguji makanan yang sudah dimasak sebelum diedarkan.


"Ini sudah dilakukan di SPPG yang dibangun oleh Polri," ujar Dadan.

*Brimob Polda Jatim Buka Layanan Kesehatan Gratis di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo*



SURABAYA - Satuan Brimob Polda Jawa Timur membuka pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di sekitar lokasi ambruknya Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. 


Dantim Kesehatan Brimob Polda Jatim, Brigpol Pranawa Panji Putra, S.Kep., Ners, mengatakan, layanan ini disediakan untuk membantu warga dan santri yang terdampak musibah termasuk keluarga korban yang menunggu proses evakuasi.


Dalam pelayanan kesehatan tersebut, tim kesehatan Brimob Polda Jatim memberikan berbagai fasilitas seperti pengecekan tensi darah, pembagian vitamin, obat-obatan, serta konsultasi kesehatan secara gratis. 


Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan GCU (gula darah acak, asam urat, dan kolesterol) tanpa dipungut biaya.


“Pelayanan kesehatan ini kami sediakan secara gratis sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat terdampak," ujarnya di Sidoarjo,Rabu (01/10).


Tim Kesehatan Brimob Polda Jatim berharap bisa membantu meringankan beban kesehatan warga pascamusibah robohnya bangunan di Ponpes tersebut.


Kehadiran tim kesehatan Brimob Polda Jatim di lokasi mendapat sambutan positif dari warga sekitar. 


Banyak di antara mereka yang memanfaatkan layanan ini untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus berkonsultasi dengan tenaga medis.


Sementara itu, proses identifikasi jenazah korban ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. 


Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro SpAn FCC MBiomed, menjelaskan bahwa pihaknya mendirikan Tiga posko identifikasi sejak Senin (29/9). 


Posko Ante-Mortem ditempatkan di kampus putri Ponpes Al Khoziny, sedangkan Post-Mortem berada di RSUD Sidoarjo dan RSI Siti Hajar. 


“Ada Tiga lokasi posko yang kami buka sejak pascakejadian ,” ungkap AKBP Adam. (*)

*Polres Pasuruan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Rembang*



PASURUAN – Polres Pasuruan Polda Jatim menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran rumah di Dusun Krajan, Desa Pandean, Kecamatan Rembang, Selasa (30/9/2025).


Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian jajaran kepolisian terhadap warga yang terdampak musibah.


Bantuan diserahkan secara langsung oleh Kasat Samapta Polres Pasuruan AKP Rudi Santosa bersama Kapolsek Rembang AKP Mulyono kepada korban, Hari Cahyono (30), warga setempat yang rumahnya dilalap api sehari sebelumnya dan menyebabkan kerugian material sekitar Rp 25 juta.


Kapolres Pasuruan AKBP Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga ikut serta membantu masyarakat yang terkena bencana.


“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami saudara kita di Rembang. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban dan keluarga," kata AKBP Dani.


Ia menegaskan Polres Pasuruan berkomitmen selalu hadir di tengah masyarakat, baik dalam menjaga keamanan maupun ketika ada bencana.


Sementara itu, korban kebakaran, Hari Cahyono, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Polres Pasuruan.


“Saya sangat berterima kasih kepada jajaran kepolisian yang sudah membantu. Bantuan ini sangat berarti bagi kami untuk bisa bangkit kembali setelah rumah habis terbakar,” ungkapnya.


Kebakaran yang terjadi pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIB itu diduga dipicu konsleting listrik dari atap ruang tamu.


Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB setelah dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Pasuruan tiba di lokasi dibantu warga sekitar. (*)

Bhayangkari Peduli, Bantuan dari Ende Menjangkau Sikka dan Ngada



Ende - Di tengah kunjungan kerja ke Kabupaten Ende, Ketua Umum Bhayangkari Ny. Julianti Sigit Prabowo membuktikan bahwa kepedulian tak terhalang jarak. Pada Rabu (1/10/2025), ia menyerahkan bantuan Bhayangkari Peduli secara virtual kepada warga di Kabupaten Sikka dan Ngada melalui Zoom Meeting.


Ratusan warga di dua kabupaten itu berkumpul di lokasi yang sudah disiapkan untuk mengikuti acara daring tersebut. Mereka menyaksikan secara langsung penyerahan bantuan berupa paket sembako dan berbagai perlengkapan pendukung, yang disalurkan serentak bersamaan dengan kegiatan utama di Ende.


Menurut Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., penggunaan teknologi ini adalah cara efektif agar jangkauan kepedulian Bhayangkari semakin luas.


“Teknologi digunakan untuk memperluas jangkauan kepedulian Bhayangkari. Walaupun Ketua Umum Bhayangkari berada di Ende, warga di Sikka dan Ngada tetap bisa merasakan perhatian yang sama,” jelasnya.


Henry menambahkan, aksi ini bukan hanya penyaluran bantuan semata, tetapi juga bentuk nyata kehadiran Bhayangkari dan Polri di tengah masyarakat.


“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di NTT. Dengan adanya dukungan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri dan Bhayangkari dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial,” tambahnya.


Ucapan syukur datang dari warga penerima manfaat. “Kami merasa dekat meski jarak jauh. Terima kasih Bhayangkari yang telah peduli,” ungkap seorang warga Sikka dengan penuh haru.


Kegiatan ini semakin menegaskan bahwa kepedulian tidak mengenal batas ruang dan waktu. Lewat teknologi, Bhayangkari berhasil menjangkau lebih banyak hati dan rumah warga, membawa pesan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi tantangan hidup.

*Polwan Polresta Sidoarjo Beri Pendampingan Keluarga Korban di Ponpes Al Khoziny*



SIDOARJO - Keluarga korban musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny tak luput dari perhatian pihak Kepolisian.


Kali ini Polresta Sidoarjo Polda Jatim menerjunkan personel Polisi Wanita (Polwan) untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga korban yang masih menunggu proses evakuasi.


Selain memberikan trauma healing kepada keluarga korban, puluhan Polwan juga menyalurkan bantuan makanan bagi keluarga korban.


Kapolresta Sidoarjo,Kombes Pol Christian Tobing mengatakan musibah runtuhnya bangunan musala di Ponpes Al Khoziny membuat duka dan kecemasan mendalam bagi keluarga korban.


Oleh karena itu Polresta Sidoarjo memberikan pendampingan dan pelayanan dengan melibatkan perasonel Polwan.


"Kami libatkan Polwan untuk pendampingan keluarga korban yang masih menunggu proses evakuasi," ujar Kombes Tobing.


Dengan humanis para Polwan hadir di lokasi posko maupun kawasan Ponpes.


Hingga hari ketiga pascakejadian runtuhnya bangunan berlantai Tiga di Ponpes tersebut, Polisi terus membantu evakuasi. (*)

*Polda Jatim Beri Trauma Healing Korban Runtuhnya Bangunan Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo*


 


SIDOARJO – Kepolisian Daerah Jawa Timur melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar kegiatan trauma healing bagi para penyintas serta keluarga korban runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. 


Tim psikologi Polda Jatim yang dipimpin Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jatim, AKBP Dr. Mochammad Mujib, S.Psi., M.Psi, Psikolog, bersama sejumlah konselor dari Polresta Sidoarjo dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), memberikan pendampingan intensif kepada Empat santri korban selamat.


Kegiatan kali ini dilaksanakan di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo dimana korban selamat dirawat yakni MM (15), NK (16), MY (16), dan BU (14) dirawat.


"Pendampingan juga kami berikan kepada keluarga korban yang tengah berada di rumah sakit," ujar AKBP M.Mujib.


Dalam kegiatan ini, tim psikologi mendengarkan pengalaman korban, memberikan validasi emosi, serta membangun motivasi dan optimisme agar para penyintas mampu melewati masa pemulihan pasca-trauma. 


Edukasi juga diberikan kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan moral yang efektif bagi anak-anak mereka.


“Melalui pendampingan ini, para korban mampu mengungkapkan rasa takut dan cemas, serta tumbuh kesadaran bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini. Ada banyak pihak yang peduli dan siap membantu,” jelas AKBP Mujib.


Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan semangat, rasa percaya diri, serta interaksi positif antar keluarga korban. 


Polda Jatim juga merencanakan tindak lanjut berupa pendampingan berkala guna memastikan kondisi psikologis korban dan keluarga tetap terjaga dengan baik.


Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan upaya trauma healing ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri dalam hal ini Polda Jatim, untuk membantu para korban dan keluarga korban.


"Kita bantu agar segera pulih secara fisik maupun mental, serta bisa kembali menjalani aktivitas dengan penuh semangat," kata Kombes Abast.


Kabid Humas Polda Jatim menegaskan hingga saat berita ini ditulis, personel Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo terus disiagakan 24 jam secara bergantian untuk membantu upaya evakuasi. (*)

Ketua Umum Bhayangkari Salurkan 5.000 Paket Bansos, Gelar Bakti Kesehatan dan Religi di NTT


 


Ende – Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Julianti Sigit Prabowo, melaksanakan rangkaian kegiatan Bhayangkari Peduli di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini meliputi penyaluran bantuan sosial, bakti kesehatan, serta bakti religi yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Ende Utara, Kelurahan Kota Raja, Kecamatan Ende Utara.


Dalam kunjungan tersebut, Ketua Umum Bhayangkari didampingi Kapolda NTT, Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Wakapolda NTT, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah NTT, para pejabat utama Polda NTT, Wakil Bupati Ende, Ketua DPRD Ende, Dandim 1602/Ende, Kapolres Ende, Ketua Bhayangkari Cabang Ende, Kajari Ende, dan sejumlah undangan lainnya.


Rangkaian kegiatan dimulai sejak kedatangan Ketua Umum Bhayangkari di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende menggunakan pesawat CN 295 Polri. Rombongan kemudian menuju lokasi acara dan meninjau langsung pelaksanaan bakti kesehatan berupa pemeriksaan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, pemberian kacamata baca gratis, layanan KIA & KB, serta khitanan/bedah minor.


Selain itu, dilakukan pula penyerahan bantuan secara virtual kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Sikka dan Polres Ngada melalui Zoom Meeting. Secara keseluruhan, Bhayangkari menyalurkan 5.000 paket sembako untuk tiga kabupaten, dengan rincian Kabupaten Ende 2.000 paket, Kabupaten Sikka 1.500 paket, dan Kabupaten Ngada 1.500 paket.


Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan kepada enam perwakilan penerima, antara lain warga terdampak sosial, anak stunting, pelajar, penyandang disabilitas, serta perwakilan pengurus rumah ibadah. Bantuan yang diberikan mencakup sembako, perlengkapan sekolah, kursi roda, hingga sarana rumah ibadah untuk gereja dan masjid.


Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bhayangkari kepada masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan.


“Melalui program Bhayangkari Peduli, Bhayangkari tidak hanya hadir mendampingi tugas-tugas Polri, tetapi juga terjun langsung membantu masyarakat yang membutuhkan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga keagamaan,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.


Ia menekankan bahwa aksi sosial ini menjadi wujud nyata sinergi antara Polri, Bhayangkari, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat luas bagi masyarakat, khususnya di NTT. Dengan adanya dukungan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin merasakan kehadiran Polri dan Bhayangkari dalam membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial,” tambahnya.


Kegiatan berlangsung aman dan lancar dengan pengamanan terbuka dan tertutup oleh personel Polres Ende serta Brimob Batalyon B Ende yang dipimpin langsung Kapolres Ende AKBP I Gede Ngurah Joni M., S.H., S.I.K., M.H.

Polres Madiun Kota melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila


 

Kota Madiun - pada hari Rabu, 1 Oktober 2025, bertempat di halaman Mapolres Madiun Kota. Bertindak selaku Inspektur Upacara yakni Wakapolres Madiun Kota KOMPOL Dr. I Gusti Agung Ananta Pratama, S.H., S.I.K., M.H., dengan Komandan Upacara IPTU Suharto.



Kegiatan tersebut diikuti oleh jajaran pejabat utama Polres Madiun Kota, para bintara, serta ASN Polres Madiun Kota. Dalam upacara, selain penghormatan kepada bendera merah putih, juga dibacakan Undang-Undang Dasar 1945 serta Ikrar Hari Kesaktian Pancasila yang ditulis oleh Ketua DPR RI.



Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh rasa nasionalisme. Kapolres Madiun Kota menyampaikan bahwa momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, menegakkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta menolak segala bentuk paham yang dapat mengancam keutuhan NKRI.




Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi S.I.K Menyampaikan "Dalam Momentum Hari Kesaktian Pancasila hari ini dapat kita gunakan sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen menjaga ideologi bangsa, agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara."pungkasnya.

Bidpropam Polda Jatim Gelar Mitigasi Pelanggaran di Polres Madiun Kota


 

Kota Madiun - Polres Madiun Kota menerima kunjungan dari Bidpropam Polda Jawa Timur dalam rangka pelaksanaan kegiatan mitigasi pelanggaran terhadap personel. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Subbid Provos ini dilaksanakan di Mapolres Madiun Kota dengan sasaran seluruh personel kepolisian pada Rabu 1 Oktober 2025.


Dalam kegiatan tersebut, Bidpropam melakukan pemeriksaan sikap tampang anggota, meliputi kerapian rambut, pakaian dinas, hingga kelengkapan atribut. Selain itu, juga dilakukan pengecekan kelengkapan dokumen pribadi anggota, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Kartu Tanda Anggota (KTA). Tidak hanya itu, pemeriksaan berlanjut pada tes urine kepada sejumlah anggota sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba.


Rangkaian kegiatan mitigasi turut diperluas dengan pengecekan ruang tahanan, penjagaan mako, serta gudang senjata api. Hal ini dilakukan guna memastikan standar operasional keamanan di lingkungan Polres Madiun Kota tetap terjaga dengan baik.


Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K., dalam keterangannya menyampaikan bahwa langkah mitigasi yang dilakukan Bidpropam Polda Jatim ini sangat penting untuk menjaga kedisiplinan serta meningkatkan profesionalisme anggota.


“Mitigasi ini merupakan upaya preventif agar setiap anggota senantiasa disiplin dan tidak melakukan pelanggaran. Seperti namanya, mitigasi dilakukan untuk mencegah terjadinya pelanggaran dengan menekankan pengawasan serta pembinaan,” ungkap Kapolres.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Polres Madiun Kota semakin tertib dalam berpenampilan, taat aturan, serta siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan profesionalisme.